Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
HUJAN badai secara merata berpotensi melanda 35 daerah di Jawa Tengah Kamis (23/10), diminta warga untuk kembali siaga terhadap bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor, banjir dan angin puting beliung.
Pada pagi cuaca umumnya berawan, namun memasuki siang, sore hingga malam hujan ringan-sedang berpeluang mengguyur Jawa Tengah, bahkan berpotensi meningkatkan menjadi hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir secara merata di 35 daerah, sehingga dapat berdampak bencana hidrometeorologi.
Meskipun tidak terjadi air laut pasang di perairan utara Jawa Tengah, gelombang tinggi berpotensi di sejumlah kawasan perairan utara 1,25-2,5 meter dan di perairan selatan Jawa Tengah dengan ketinggian 1,25-4 meter. "Waspadai gelombang tinggi di kedua perairan ini," ujar Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang Shafira Tsanyfadhila.
Menurut Shafira Tsanyfadhila gelombang tinggi cukup berisiko bagi aktivitas pelayaran terutama saat kecepatan angin diatas 15 knot, berpotensi berlangsung di perairan Karimunjawa, Pekalongan-Kendal, Semarang-Demak, Jepara dan Pati-Rembang, sehingga warga beraktivitas di laut diminta meningkatkan kewaspadaan.
Sementara itu secara terpisah Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Risca Maulida Kamis (23/10) mengatakan cuaca ekstrem semakin meningkat di Jawa Tengah sepanjang hari ini, sehingga diminta warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi sebagai dampaknya.
Daerah berpotensi dilanda cuaca ekstrem secara merata di Jawa Tengah, lanjut Risca Maulida, yakni Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Purworejo, Wonosobo, Mungkid, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Karanganyar, Sragen, Grobogan, Blora, Rembang, Pati, Kudus dan Demak.
Selain itu, ungkap Risca Maulida, cuaca ekstrem juga berpotensi di daerah Ungaran, Temanggung, Kendal, Batang, Kajen, Pemalang, Brebes, Magelang, Surakarta, Salatiga, Pekalongan, Bumiayu, Majenang dan Ambarawa, sedangkan 3 daerah yakni Slawi, Semarang dan Tegal hanya hujan ringan-sedang.
"Angin bertiup dari arah barat ke utara dengan kecepatan 10-25 kilometer per jam, suhu udara berkisar 18-32 derajat celcius dan kelembaban udara berkisar 60-95 persen," kata Risca Maulida.(H-2)
Peran aktif masyarakat dalam meningkatkan kesiapsiagaan dapat meminimalisir risiko dan dampak bencana akibat cuaca ekstrem, sehingga keselamatan dan keamanan bersama tetap terjaga.
Sebaliknya, kutub Jupiter dipenuhi satu badai utama yang dikelilingi sejumlah pusaran badai lebih kecil, membentuk pola geometris yang rapi.
hujan dengan intensitas sedang – lebat disertai petir/kilat dan angin kencang berpotensi terjadi di Kabupaten Badung, Tabanan, Jembrana, Bangli, Gianyar, Karangasem, Klungkung, Buleleng
Langkah ini diambil untuk menekan intensitas hujan di daratan dengan cara menebar garam di awan-awan hujan sebelum memasuki wilayah pemukiman padat.
Penundaan pelayaran ini sejalan dengan peringatan dini cuaca maritim yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang.
BPBD Kabupaten Bantul masih mewaspadai ancaman bencana Hidrometeorologi akibat cuaca ekstren. Mitigasi bencana disiapkan, mulai dari pembentukan posko di setiap kelurahan.
BMKG mengeluarkan peringatan dini gelombang laut tinggi hingga 4 meter disertai angin kencang dan hujan, sehingga sebagian besar nelayan memilih tidak melaut demi keselamatan.
Gelombang tinggi disertai hujan badai di perairan selatan mencapai 1,25-6 meter dan di perairan utara 1,25-2,5 meter cukup berbahaya terhadap aktivitas pelayaran.
Tinggi gelombang antara 1,25-2,5 meter (sedang) berpeluang terjadi di perairan Laut Sulawesi, perairan utara Sulawesi Utara, dan perairan Kabupaten Minahasa Utara.
BMKG juga menyampaikan peringatan dini gelombang sedang hingga tinggi di sejumlah perairan, termasuk Perairan Kuala Pembuang, Teluk Sampit, dan Kuala Kapuas.
BMKG: gelombang tinggi disertai hujan badai masih berlangsung di perairan utara Jawa Tengah hingga Minggu (18/1) ini.
Tidak hanya itu, akibat gelombang tinggi penyeberangan antar pulau baik Jepara-Karimunjawa maupunTanjung Emas Semarang-Karimunjawa juga terhenti, termasuk kapal layar motor
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved