Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA tim pemenangan Pasangan Aep Syaepuloh dan Maslani pilkada Karawang yang juga ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Karawang, Dian Fahrud Jaman, menyampaikan ucapan terimakasih kepada masyarakat Karawang, dan berharap penetapan pasangan Aep-Maslani membawa kebaikan bagi Karawang.
"Karawang kini telah memulai babak baru kepemimpinan yang diharapkan membawa perubahan positif, mengutamakan pembangunan berkelanjutan, dan mempererat sinergi antar-elemen masyarakat," kata Dian Fahrud Jaman, Jumat (10/1).
Dian yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Karawang mengatakan, usai penetapan Aep-Maslani menjadi Bupati dan Wakil Bupati Karawang pada Kamis (9/1) kemarin, pihaknya akan segera menggelar rapat paripurna Mudah-mudahan prosesnya berjalan cepat agar segera dapat ditindaklanjuti.
Sebagaimana diketahui, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Karawang telah menetapkan H. Aep Syaepuloh dan H. Maslani sebagai Bupati dan Wakil Bupati terpilih untuk periode 2025-2030 melalui rapat pleno terbuka.
Penetapan tersebut merupakan tahap akhir sebelum pelantikan resmi Bupati dan Wakil Bupati terpilih. Penetapan berdasarkan Surat Keputusan KPU Karawang Nomor 20 Tahun 2025. Pasangan Aep Syaepuloh dan Maslani unggul dengan 669.674 suara atau 55,30 persen dari total suara sah. Pasangan ini diusung oleh koalisi yang terdiri dari Partai NasDem, PKB, PKS, PDIP, dan Perindo. (S-1)
WAKIL Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa menilai munculnya wacana dukungan terhadap Presiden Prabowo Subianto untuk kembali maju pada Pilpres 2029 hal yang wajar.
PARTAI NasDem menanggapi santai langkah PAN yang mendukung Presiden Prabowo Subianto dan Zulkifli Hasan sebagai bakal calon wakil presiden (cawapres) pada Pilpres 2029 mendatang.
Pengurus DPC yang dilantik merupakan representasi dari desa dan kelurahan di kecamatan.
ANGGOTA DPR RI Fraksi Partai NasDem Willy Aditya, menegaskan bahwa literasi dan kemampuan berpikir kritis merupakan fondasi utama dalam membangun ekosistem demokrasi yang sehat.
ANGGOTA Komisi VI DPR dari Fraksi Partai NasDem Asep Wahyuwijaya menilai, peringatan keras Presiden Prabowo atas kondisi tata kelola dan usaha BUMN ke belakang sebagai refleksi kegusaran.
MENJELANG Ramadan, kegelisahan sering muncul tanpa sebab yang jelas. Ada rindu yang tertahan, ada takut yang samar, dan ada rasa bersalah yang lama bersembunyi di dasar hati.
Kemendagri mendorong evaluasi rekrutmen politik dan sistem pilkada untuk menekan korupsi kepala daerah yang terus berulang meski pengawasan diperketat.
Pengamat politik Citra Institute Yusak Farchan menilai tingginya biaya politik dalam pilkada menjadi persoalan serius dalam demokrasi Indonesia.
Pilkada tak langsung bertentangan dengan semangat demokrasi lokal dan tidak menyelesaikan persoalan biaya politik tinggi.
Kepala Pusat Riset BRIN Mardyanto Wahyu Tryatmoko menilai wacana pilkada tidak langsung lewat DPRD tidak menjamin hilangnya politik uang dan justru berpotensi lebih mahal.
SISTEM pemilihan kepala daerah (pilkada) langsung yang telah berjalan dua dekade dinilai gagal mewujudkan demokrasi substansial.
Peneliti BRIN Siti Zuhro, yang hadir dalam pertemuan tersebut, mengatakan pembahasan pilkada tidak langsung tidak hanya berkaitan dengan mahalnya biaya politik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved