Headline
Pemerintah merevisi berbagai aturan untuk mempermudah investasi.
Hingga April 2024, total kewajiban pemerintah tercatat mencapai Rp10.269 triliun.
FENOMENA alam El Nino yang diprediksi akan segera kembali terjadi membuat puluhan hektare (ha) tanaman padi sawah di Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh, terganggu pertumbuhannya. Lebih parah lagi sebagian diantaranya terancam puso alias gagal panen.
Pasalnya, sejak sekitar dua bulan terakhir suhu udara di kawasan setempat cukup panas dan sering terjadi angin kencang. Ditambah lagi persoalan krisis air irigasi teknis dan jarang turun hujan.
Lahan sawah yang terganggu pertumbuhan dan terancam puso itu tersebar di Kecamatan Delima. Antara lain meliputi kawasan Desa Ceurih Blang Me, Pulo Tunong, Lhee Meunasah, Mesjid Reubee, Daboh Reubee, Raya Reubee dan Tunong Rubee.
Baca juga : El Nino, Hasil Produksi Bawang Merah Petani Di Aceh Anjlok
Lalu di Desa Seupeueng Beuah, Sukon Lhoeng, Mesjid Beuah dan Desa Dayah Beuah. Itu merupakan tanah padi musim gadu (musim tanam kedua) yang baru berumur sekitar 40 hari hingga 2 bulan.
Amatan Media Indonesia, Rabu (27/6) kondisi daun padi yang dalam keadaan rawan puso itu, banyak daun menguning. Lalu bagian dalam batang atas seperti kering dan membusuk.
Sebagian lainnya seperti layu dan daun pucuk daun kekuning-kuningan. Gangguan bahaya itu terlihat ber alur atau tidak serangan. Sebagian kelompok barang pendek dan sekumpulan lainnya tinggi mirip kepulauan.
Baca juga : Menyikapi El Nino, Petani Padi di Aceh Beralih ke Ubi Rambat
"Ini terjadi paling parah setelah diterjang angin pekan lalu. Kadang hembusan malam, ada juga siang hari. Kalau siang cuaca sangat panas dan terik mata hari" kata Salamuddin, petani di Desa Ceurih Blang Me, kepada Media Indonesia, Kamis (27/6).
Salamuddin mengaku telah melakukan penyemprotan perangsang tumbuh, agar pertumbuhan tanaman padi kembali pulih. Ternyata setelah sepekan penyemprotan tidak ada tanda-tanda pemulihan.
Pakar Ilmu Tanah dan Pertanian dari Universitas Syiah Kuala (USK) DR Helmi mengatakan, gangguan pertumbuhan itu merupakan gejala dari Fenomena El Nino. Itu merupakan gejala serius yang bisa bermuara gagal panen.
Baca juga : Terdampak Kekeringan, Petani Blora Berupaya Selamatkan Tanaman Padi
Semua pihak harus mewaspadai ancaman gagal produksi pertanian akibat perubahan cuaca yang tidak biasa. Suhu panas yang semakin tinggi akibat peningkatan suhu permukaan air di Samudra Pasifik Tengah dan Timur yang menjadi lebih hangat dari biasanya.
"Fenomena El Nino sangat terganggu produksi pertanian dan ancaman gagal panen. Kalau tidak teratasi, ini juga ancaman serius terhadap kelaparan beberapa tahun ke depan" tutur Dosen Fakultas Pertanian USK yang juga alumnus Doktoral Nagoya University, Jepang.
Catatan Media Indonesia, di wilayah Provinsi Aceh sekarang sedang dilanda fenomena alam El Nino. Sejak dua bulan terakhir sebagian petani setempat beralih dari biasanya menanam padi saat musim gadu, kali ini beralih ke palawija dan kacang-kacangan.
(Z-9)
serangan hama wereng batang coklat (WBC) dan tikus yang terjadi di wilayah Kabupaten menyebabkan banyak para petani mengalami kerugian setelah lahan yang telah mereka tanam terserang hama
Puluhan hektare sawah di Purwakarta terancam gagal panen setelah pasokan air mengering.
Selama Juni-Juli, petani mengalami gagal panen dan saat ini terancam kekeringan
Upaya pengendalian hama dan penyakit pun sulit dilakukan karena membutuhkan biaya yang tak sedikit.
Menurutnya di musim kemarau nanti, sawah sawah yang ada di Babel khususnya di Desa Rias Bangka Selatan sangat rawan gagal panen akibat kekurangan air.
Harga bahan pokok setelah Idul Adha masih tinggi di sejumlah pasar belum adanya penurunan terjadi pada beras kualitas medium dijual Rp13.500 per kg dan premium menjadi Rp 15 ribu per kg.
Warga eks Timor Timur Terdampak Kekeringan
Dampak kemarau panjang menimbulkan kekhawatiran terhadap krisis pangan
Masa tanggap darurat bencana kekeringan di Majalengka akan berakhir Selasa (31/10).
Untuk mengatasi kekeringan, sebagian petani bahkan harus merogoh uang untuk membeli air.
Bencana pertanian itu terjadi di tiga kecamatan.
Saat ini pihaknya masih rutin melakukan distribusi air bersih ke Kelurahan Argasunya. Hingga kini masyarakat di sana masih membutuhkan air bersih
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved