Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
FENOMENA alam El Nino yang diprediksi akan segera kembali terjadi membuat puluhan hektare (ha) tanaman padi sawah di Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh, terganggu pertumbuhannya. Lebih parah lagi sebagian diantaranya terancam puso alias gagal panen.
Pasalnya, sejak sekitar dua bulan terakhir suhu udara di kawasan setempat cukup panas dan sering terjadi angin kencang. Ditambah lagi persoalan krisis air irigasi teknis dan jarang turun hujan.
Lahan sawah yang terganggu pertumbuhan dan terancam puso itu tersebar di Kecamatan Delima. Antara lain meliputi kawasan Desa Ceurih Blang Me, Pulo Tunong, Lhee Meunasah, Mesjid Reubee, Daboh Reubee, Raya Reubee dan Tunong Rubee.
Baca juga : El Nino, Hasil Produksi Bawang Merah Petani Di Aceh Anjlok
Lalu di Desa Seupeueng Beuah, Sukon Lhoeng, Mesjid Beuah dan Desa Dayah Beuah. Itu merupakan tanah padi musim gadu (musim tanam kedua) yang baru berumur sekitar 40 hari hingga 2 bulan.
Amatan Media Indonesia, Rabu (27/6) kondisi daun padi yang dalam keadaan rawan puso itu, banyak daun menguning. Lalu bagian dalam batang atas seperti kering dan membusuk.
Sebagian lainnya seperti layu dan daun pucuk daun kekuning-kuningan. Gangguan bahaya itu terlihat ber alur atau tidak serangan. Sebagian kelompok barang pendek dan sekumpulan lainnya tinggi mirip kepulauan.
Baca juga : Menyikapi El Nino, Petani Padi di Aceh Beralih ke Ubi Rambat
"Ini terjadi paling parah setelah diterjang angin pekan lalu. Kadang hembusan malam, ada juga siang hari. Kalau siang cuaca sangat panas dan terik mata hari" kata Salamuddin, petani di Desa Ceurih Blang Me, kepada Media Indonesia, Kamis (27/6).
Salamuddin mengaku telah melakukan penyemprotan perangsang tumbuh, agar pertumbuhan tanaman padi kembali pulih. Ternyata setelah sepekan penyemprotan tidak ada tanda-tanda pemulihan.
Pakar Ilmu Tanah dan Pertanian dari Universitas Syiah Kuala (USK) DR Helmi mengatakan, gangguan pertumbuhan itu merupakan gejala dari Fenomena El Nino. Itu merupakan gejala serius yang bisa bermuara gagal panen.
Baca juga : Terdampak Kekeringan, Petani Blora Berupaya Selamatkan Tanaman Padi
Semua pihak harus mewaspadai ancaman gagal produksi pertanian akibat perubahan cuaca yang tidak biasa. Suhu panas yang semakin tinggi akibat peningkatan suhu permukaan air di Samudra Pasifik Tengah dan Timur yang menjadi lebih hangat dari biasanya.
"Fenomena El Nino sangat terganggu produksi pertanian dan ancaman gagal panen. Kalau tidak teratasi, ini juga ancaman serius terhadap kelaparan beberapa tahun ke depan" tutur Dosen Fakultas Pertanian USK yang juga alumnus Doktoral Nagoya University, Jepang.
Catatan Media Indonesia, di wilayah Provinsi Aceh sekarang sedang dilanda fenomena alam El Nino. Sejak dua bulan terakhir sebagian petani setempat beralih dari biasanya menanam padi saat musim gadu, kali ini beralih ke palawija dan kacang-kacangan.
(Z-9)
Banjir di Grobogan merendam 1.842 hektare sawah dan berdampak pada 9.736 keluarga. Pemprov Jateng upayakan klaim asuransi tani (AUTP) bagi petani gagal panen.
Sebagian besar warga yang membuka lahan pertanian di sekitar area longsor mengalami gagal panen akibat akses jalan menuju kebun tertutup material longsor.
CUACA ekstrem akhir-akhir ini memicu curah hujan tinggi yang meningkatkan potensi gagal panen. Pemerintah setempat mulai ancang-ancang mengantisipasi potensi tersebut.
MENTERI Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa seluas 4.000 hektare sawah terdampak puso akibat bencana di Pulau Sumatra.
RATUSAN hektare area persawahan di Desa Fajar Indah, Kecamatan Pulau Besar, Kabupaten Bangka Selatan (Basel), Provinsi Bangka Belitung, kembali terendam banjir.
Kehadiran produk asuransi pertanian besutan BRINS ini dapat memberikan perlindungan nyata bagi petani.
BADAN Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN mengingatkan potensi terjadinya El Nino kuat atau Godzilla yang berdampak pada kekeringan saat musim kemarau 2026.
Potensi ketersediaan air di Indonesia mencapai 3,9 miliar meter kubik per tahun. Dengan 80% air nasional digunakan sektor pertanian/irigasi.
Kondisi musim kemarau yang cenderung lebih kering itu juga dipengaruhi indikasi fenomena El Nino lemah yang berpotensi muncul pada pertengahan hingga akhir 2026.
Menurut dia, salah satu langkah yang dilakukan Pemprov Jabar adalah mendorong pengembangan komoditas pertanian yang lebih hemat air.
BMKG memprediksi musim kemarau 2026 di Indonesia akan datang lebih awal pada April dan terasa lebih kering dibanding tahun lalu. Cek daftar wilayah terdampak di sini.
Ilmuwan temukan jutaan bakteri dan jamur "pelindung" di dalam pohon ek yang tetap stabil meski dilanda kekeringan ekstrem.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved