Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Temanggung, Jawa Tengah, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat telah menyiapkan sedikitnya 50 tangki air bersih guna mengantisipasi bencana kekeringan pada musim kemarau tahun ini.
Selain itu, BPBD juga akan membangun tiga sumur bor untuk mengatasi krisis air bersih. Tiga sumur itu akan dibangun di Dusun Banjaran, Desa Gowak, Kecamatan Pringsurat, serta Desa Jetis dan Desa Tanggulanom, Kecamatan Selopampang.
Sebagaimana diketahui, sejumlah daerah di Temanggung kerap menjadi langganan bencana krisis air bersih tiap kali musim kemarau.
Menurut Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Temanggung Totok Nursetyanto menyampaikan, puncak musim kemarau di daerah tersebut diperkirakan akan jatuh pada bulan Agustus mendatang.
"Pada tahun ini disediakan dana untuk 50 tangki, jika tidak mencukupi, akan ditambah dana CSR perusahaan yang dimobilisasi," kata Totok Nursetyanto kepada wartawan, Selasa (29/7).
Disebutkan, awal musim kemarau di Temanggung terjadi pada Bulan Mei dan Juni. Adapun puncaknya diperkirakan pada Bulan Agustus. Yakni dengan durasi 10 hingga 15 dasarian, atau sekitar 100 hingga 150 hari.
"Potensi bencana yang patut diwaspadai, yakni krisis air bersih atau kekeringan, serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla)," pungkasnya. (TS/E-4)
Dari jumlah itu terinci 22 waduk dan rawa, serta 74 embung yang tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Lamongan.
Pantau Gambut mengatakan kondisi 2025 masih menunjukkan pola rawan karhutla, terutama di tengah puncak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga Oktober.
Pemantauan Media Indonesia, Kamis (31/7) hujan masih turun di sejumlah daerah di Jawa Tengah terutama di kawasan pegunungan dan dataran tinggi, namun dengan intensitas yang menurun.
Mundurnya musim tanam disebabkan adanya revitalisasi atau perbaikan saluran irigasi baik air yang mengalir melalui Saluran Induk Cipelang dan Saluran Induk Sindupraja.
KONDISI kebakaran lahan (karhutla) di Kota Pekanbaru, Riau, sudah mulai terkendali. Apalagi hujan sempat mengguyur Kota Pekanbaru sejak Senin (28/7) dini hari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved