Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SATUAN Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, menyelidiki temuan mayat bayi perempuan di semak belukar belakang rumah warga. Lokasi tepatnya di Gang Damai, Jalan Handayani, Kelurahan Selatpanjang Timur, Kecamatan Tebingtinggi, Kamis (20/6).
Kepala Satreskrim Polres Kepulauan Meranti, Iptu Yohn Mabel, Jumat (21/6), mengatakan penyelidikan dilakukan untuk mengungkap orangtua bayi dan motif di balik pembuangan itu. Walaupun dalam hal ini polisi tidak menemukan barang bukti lain selain jasad bayi dalam posisi telungkup yang sudah mulai dikerumuni lalat.
"Kita tetap melakukan penyelidikan. Kita harus berpikir negatif, berbeda dengan masyarakat. Dengan kejadian ini kita menduga bisa saja penemuan bayi ini terkait aborsi atau pembunuhan," katanya.
Baca juga : Mayat Bayi Dibuang, Polda Sumut Ungkap Kasus Pembunuhan
Dia mengungkapkan bahwa penemuan mayat bayi itu berawal dari seorang warga yang sedang melintas di lokasi merasa curiga dengan bau menyengat. Setelah ditelusuri, ternyata bau itu berasal dari mayat bayi yang ditemukan di belakang rumah warga.
"Setelah menerima laporan warga yang diteruskan oleh Bhabinkamtibmas Selatpanjang Timur Polsek Tebingtinggi, beberapa anggota Unit Identifikasi Reskrim langsung diturunkan ke tempat kejadian perkara untuk mengevakuasi jasad korban dan meminta keterangan saksi di lapangan," ujar Yohn Mabel.
Setelah selesai melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), jasad bayi yang diperkirakan sudah terbujur tiga hari tersebut kemudian dibawa ke RSUD Kepulauan Meranti. Berdasarkan hasil diagnosa dokter nanti diharapkan ada petunjuk baru mengenai kasus ini.
Baca juga : Perempuan Bunuh Bayinya karena Takut Dimarahi Orang Tua
Mayat bayi langsung dibawa ke RSUD untuk mengetahui penyebab kematiannya. "Dokter nanti yang akan menjelaskannya," sebut Yohn Mabel.
Sebelumnya, masyarakat digegerkan dengan penemuan mayat bayi diduga dibuang oleh orangtuanya yang tidak bertanggungjawab, Kamis. Warga pun ramai-ramai datang ke lokasi untuk menyaksikan atas penemuan mayat bayi tersebut.
Salah satu warga yang sedang menyaksikan mengaku geram atas perbuatan yang dilakukan orang yang tega membuang bayi tersebut. Sampai-sampai kondisi bayi sudah menghitam dan dikerumuni lalat. "Sangat biadablah mereka yang tega membuang bayinya," ungkap seorang warga di lokasi penemuan mayat bayi. (Ant/Z-2)
Seiring bertambahnya usia kehamilan, ukuran bayi yang semakin besar akan memberikan tekanan mekanis pada pembuluh darah di sekitar panggul.
Bidan menjadi garda terdepan yang memastikan perempuan mendapatkan layanan kesehatan sejak masa kehamilan, persalinan, hingga perawatan bayi dan balita.
Banyak yang mengira masa remaja adalah fase pertumbuhan tercepat manusia. Ternyata, bayi tumbuh jauh lebih pesat.
Karakteristik rambut seseorang, baik pada bayi maupun orang dewasa, ditentukan oleh faktor internal dan eksternal yang jauh lebih kompleks daripada sekadar dicukur.
Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski) Jakarta menegaskan bahwa mencukur rambut bayi tidak berkaitan dengan pertumbuhan rambut yang lebih lebat.
Pemberian ASI dan susu formula mungkin hal yang kelihatannya sepele. Namun kita harus menjamin kebutuhan ibu yang memiliki bayi dalam situasi bencana.
KASUS temuan bayi yang diduga dibuang orang tak bertanggung jawab kembali terjadi di Kabupaten Bandung Barat. Kali ini, bayi berjenis kelamin laki-laki ditemukan di Cipongkor.
Sesosok bayi laki-laki ditemukan dalam keadaan hidup di depan rumah warga di Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur, pada Senin (14/7) malam.
Temuan mencengangkan terjadi di Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Sesosok jasad bayi ditemukan di tumpukan sampah Putaran Jati Baru
Bayi tersebut ditemukan dalam kondisi hidup oleh seorang anggota Dinas Perhubungan Palu, Gufron, yang kemudian melaporkan kejadian itu ke polisi.
Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Sukabumi, Resor Sukabumi Kota, memburu orangtua yang diduga membuang bayi mereka yang baru saja lahir hingga akhirnya meninggal dunia.
Lalu kakek ini meminta tolong keluarga untuk membawa korban ke RS Mulyasari dan dari keterangan dokter korban sudah meninggal saat di lokasi kejadian.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved