Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
EF, perempuan berusia 21 tahun, tega membunuh dan membuang bayinya di tempat sampah di daerah Jatinegara, Cakung, Jakarta Timur. Ia mengaku membunuh anaknya sendiri dengan cara mencekik dan mendekapnya hingga bayi tersebut tidak bisa bernafas dan tewas.
"Pelaku berupaya mencekik dan membekap mulut bayi tersebut agar tidak bersuara, hingga kemudian bayi tersebut tidak bernafas. Kemudian oleh pelaku mayat bayi tersebut dimasukkan kedalam kantong berwarna merah dan menjelang subuh pelaku langsung membuang bayi tersebut kedalam tong sampah berwarna kuning tidak jauh dari rumah kontrakan yang dihuni oleh pelaku," ujar Kapolsek Cakung Syarifah di Jakarta, Rabu (14/6).
EF memutuskan melakukan tindakan bejat itu karena takut ketahuan memiliki bayi dan dimarahi oleh orang tuanya.
Baca juga: Polisi Temukan Mayat Bayi Laki-laki di Tempat Sampah di Cakung
Syarifah mengungkapkan penemuan jasad bayi itu bermula dari kecurigaan pekerja pembersih sampah. Saat itu, ia melihat bungkusan plastik merah yang bentuknya aneh. Bungkusan itu bercampur dengan tumpukan sampah lainnya.
"Setelah dibuka, ada mayat bayi di dalam plastik merah dengan keadaan tali pusar masih melilit di perutnya," tuturnya.
Baca juga: Fakta Mayat di Kolong Tol Cilincing, Dihabisi Pacar Dibantu Adiknya
Dari hasil temuan jasad bayi tersebut, saksi lalu melaporkan kepada Ketua RT dan RW setempat. Polisi RW dan jajaran Unit Reskrim Polsek Cakung pun langsung melakukan olah TKP.
Dari olah TKP itu, polisi berhasil mengidentifikasi pelaku dan pada Rabu (14/6) sekitar pukul 06.30 WIB, Tim Buser Unit Reskrim Polsek Cakung bersama bersama Polisi RW setempat berhasil mengamankan pelaku.
"Pelaku kami amankan di rumah kontrakannya di Kanpung Rawa Badung, Rt07/07, Nomor 40, Kelurahan Jatinegara, Cakung, Jakarta Timur," tandas Syarifah. (Z-11)
Penyakit jantung bawaan merupakan kelainan struktur jantung yang didapat sejak lahir dan berpotensi mengganggu aliran darah ke seluruh tubuh.
Seiring meningkatnya misi komersial ke luar angkasa, para ahli memperingatkan adanya risiko kesehatan reproduksi yang terabaikan. Apakah manusia siap bereproduksi di orbit?
Data menunjukkan sekitar 30% bayi mengalami gumoh, dengan puncak frekuensi pada usia 3 hingga 4 bulan.
Membedong kaki dengan tujuan meluruskan struktur tulang tidak memiliki dasar medis.
Pemilihan alas kaki seharusnya mengutamakan kenyamanan anak di atas fungsi korektif yang belum tentu diperlukan.
Seiring bertambahnya usia kehamilan, ukuran bayi yang semakin besar akan memberikan tekanan mekanis pada pembuluh darah di sekitar panggul.
KASUS temuan bayi yang diduga dibuang orang tak bertanggung jawab kembali terjadi di Kabupaten Bandung Barat. Kali ini, bayi berjenis kelamin laki-laki ditemukan di Cipongkor.
Sesosok bayi laki-laki ditemukan dalam keadaan hidup di depan rumah warga di Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur, pada Senin (14/7) malam.
Temuan mencengangkan terjadi di Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Sesosok jasad bayi ditemukan di tumpukan sampah Putaran Jati Baru
Bayi tersebut ditemukan dalam kondisi hidup oleh seorang anggota Dinas Perhubungan Palu, Gufron, yang kemudian melaporkan kejadian itu ke polisi.
Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Sukabumi, Resor Sukabumi Kota, memburu orangtua yang diduga membuang bayi mereka yang baru saja lahir hingga akhirnya meninggal dunia.
Lalu kakek ini meminta tolong keluarga untuk membawa korban ke RS Mulyasari dan dari keterangan dokter korban sudah meninggal saat di lokasi kejadian.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved