Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kabupaten Sidoarjo dan Komisi A DPRD kabupaten setempat akan melakukan konsultasi dengan pihak Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait pembatalan pelantikan 495 aparatur sipil negara (ASN). Pembatalan pelantikan itu sempat menimbulkan kegaduhan, karena banyak di antara mereka sudah melakukan syukuran memotong sapi atau kambing.
Keinginan konsultasi ke Kemendagri itu disampaikan saat rapat dengar pendapat Komisi A DPRD Sidoarjo yang mengundang sejumlah pejabat terkait Pemkab Sidoarjo, Senin (22/4). Seperti Sekda Fenny Apridawati, Kepala BKD Budi Basuki, Asisten Administrasi Umum Atok Irawan dan Kabag Organisasi Arif Mulyono. Rapat juga mengundang tenaga ahli hukum tata negara Rusdianto Sesung, Ketua KPUD dan Ketua Bawaslu Sidoarjo.
Ahli hukum tata negara Rusdianto Sesung mengatakan, keputusan bupati Sidoarjo melakukan pelantikan secara hukum sah. Namun secara prosedur cacat, pasalnya tanpa ada surat persetujuan Kemendagri.
Baca juga : Kepala BSKDN Kemendagri Tegaskan ASN Harus Terdepan dalam Berinovasi
"Memang cacat tapi kadar kecacatannya bukan cacat wewenang karena kalau cacat wewenang itu ada di dalam pasal 56 ayat 1, kalau dia cacat wewenang maka akibat hukumnya dia batal demi hukum, dia itu hanya mengandung cacat prosedur," kata Rusdianto Sesung.
Maka, pejabat yang dilantik 22 Maret 2024 itu masih sah menduduki jabatannya sampai sekarang. Namun setelah 30 April 2024, ratusan ASN yang dilantik itu kembali ke jabatan semula.
Sekda Sidoarjo Fenny Apridawati menyampaikan keinginan melakukan konsultasi langsung dengan Kemendagri untuk mengurai persoalan itu. Dia juga memohon maaf atas persoalan yang menimbulkan kegaduhan tersebut.
Baca juga : Para Pengunjuk Rasa Minta Mendagri Tak Lantik Pj Bupati Kubu Raya
"Saya memohon maaf atas kesalahan ini, mudah-mudahan ini menjadi bahan evaluasi Pemkab Sidoarjo untuk lebih baik lagi," kata Fenny.
Fenny mengakui banyak ASN yang sudah melakukan syukuran dengan memotong sapi atau kambing. Mereka kebanyakan yang terlanjur syukuran adalah yang diangkat menjadi kepala sekolah.
Senada dengan Fenny, Ketua DPRD Sidoarjo, Usman mendukung upaya konsultasi dengan Kemendagri. Apapun nanti keputusan Kemendagri, kata Usman, harus dipatuhi bersama.
Baca juga : KPK Lantik 50 ASN Baru, Nawawi Minta Integritasnya Dijaga
"Ibarat nasi sudah menjadi bubur, sebaiknya dilakukan konsultasi ke Kemendagri," kata Usman.
Seperti diketahui, pelantikan 495 ASN di Sidoarjo pada 22 Maret 2024 dibatalkan. Pasalnya muncul Surat Edaran Kemendagri 29 Maret bahwa kepala daerah tidak boleh melakukan pelantikan selama enam bulan sebelum penetapan nama paslon peserta pilkada 2024.
Bupati Ahmad Muhdlor kemudian membatalkan pelantikan itu. Persoalan pelantikan ASN yang dibatalkan seperti ini tidak hanya terjadi di Sidoarjo, namun di 30 tempat di Indonesia. (Z-3)
Pelibatan Mabes Polri diperlukan untuk menguji transparansi penanganan kasus yang selama ini bergulir di Polda Sulteng.
DOSEN Departemen Politik dan Pemerintahan Fisipol UGM, Dr. Mada Sukmajati menilai, argumen Pilkada melalui DPRD atau Pilkada tidak langsung masih perlu didukung data ilmiah.
WAKIL Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menegaskan bahwa DPR RI bersama Pemerintah telah sepakat tidak melakukan revisi UU Pilkada
PKS tidak terjebak dalam logika biner antara pilkada langsung atau tidak langsung, melainkan mendorong adanya evaluasi yang berbasis data.
PDI Perjuangan berupaya menekan biaya politik melalui semangat gotong royong dan aturan internal partai.
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, menegaskan sikap partainya yang menolak wacana pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).
Mendagri Tito juga mengingatkan agar daerah tidak menghambat investasi kecil dengan pungutan tidak perlu.
Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri terus memperkuat koordinasi percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah Sumatra.
Ia menilai tidak adanya kecocokan antara kebijakan pusat dan aspirasi lokal membuat masyarakat merasa diabaikan.
Persampahan merupakan salah satu tantangan utama dalam pembangunan daerah. Permasalahan ini berdampak luas, mulai dari pencemaran lingkungan, kesehatan, hingga aspek sosial dan ekonomi.
ANGGOTA Komisi II DPR RI, Ahmad Heryawan mendukung Kemendagri mengalokasikan anggaran sebesar Rp59,25 triliun untuk pemulihan pascabencana banjir dan longsor di Sumatra.
Regulasi yang ditetapkan pada 17 Desember 2025 ini bertujuan untuk memperkuat aspek kelembagaan BPBD di seluruh Indonesia dalam menghadapi ancaman bencana yang kian kompleks.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved