Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
HARGA daging ayam dan telur di sejumlah pasar di Banyumas, Jawa Tengah (Jateng), makin tidak terkendali. Dalam beberapa hari terakhir harga daging ayam mengalami lonjakan signifikan.
Berdasarkan pemantauan Media Indonesia di Pasar Manis, Purwokerto, harga daging ayam saat sekarang mencapai Rp42 ribu per kilogram (kg). "Setiap hari naik Rp500. Padahal pekan lalu, hanya harga masih berkisar antara Rp35 ribu hingga Rp37 ribu per kg," jelas Siti Rahayu, 45, pedagang di Pasar Manis pada Selasa (5/3).
Siti mengaku tidak tahu penyebab kenaikan harga daging ayam. Stoknya sebetulnya ada, tetapi harga naik terus. Bahkan diprediksikan harga tidak akan turun dan terus naik sampai Lebaran mendatang.
Baca juga : Makin Mahal, Telur Dijual Rp2.500 per Butir
"Yang jadi masalah ialah sulit mencari pembeli. Kebanyakan mereka mengurangi jumlah pembelian. Jika sebelumnya 1 kg menurun jadi 0,5 kg. Sedangkan yang sebelumnya 0,5 kg menjadi 0,25 kg," ujarnya.
Pedagang lain, Martini, 42, pedagang Pasar Pasar Cerme, Sumampir, mengatakan harga telur masih bertahan tinggi. Saat sekarang harganya mencapai Rp33 ribu per kg.
"Harga telur masih tinggi mencapai Rp33 ribu per kg. Padahal ini masih menjelang puasa. Biasanya harga melonjak mulai memasuki Ramadan. Belum puasa saja sudah naik, apalagi nanti," tambahnya.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Purwokerto Christoventy mengatakan bahwa inflasi dipicu kenaikan harga sejumlah komoditas, di antaranya beras, telur, dan daging ayam. "Upaya yang dilakukan oleh Tim Pengedalian Inflasi Daerah (TPID) ialah terus melakukan koordinasi untuk mengendalikan harga. Di antaranya menggelar operasi pasar dan gerakan pangan murah," jelasnya. (Z-2)
Di Pasar Sumber, Kabupaten Cirebon, untuk beras kualitas bawah I tercatat Rp14 ribu per kilogram dan bawah II Rp13.500 per kilogram.
Program gerakan pangan murah (GPM) menyediakan beras SPHP Rp57.500 kemasan 5 kg, minyak goreng Rp15 ribu per liter, daging sapi Rp140 ribu kg, daging ayam Rp54 ribu per 2 kg.
Sedangkan cabai rawit hijau yang semula harganya rata-rata kisaran Rp49.400 per kg, naik jadi Rp52.200 per kg.
Harga komoditas cabai keriting mengalami penurunan dengan harga Rp30 ribu hingga Rp35 ribu per kilogram dari harga sebelumnya Rp40 ribu per kilogram.
Memasuki pekan kedua Ramadan 1447 H, harga telur, cabai, dan bawang di Kota Sukabumi mulai turun. Simak daftar harga pangan terbaru dan stok bapokting di sini.
Di Pasar Tiban Center, harga beras kemasan 5 kilogram masih dijual sekitar Rp85 ribu, kemasan 10 kilogram Rp155 ribu, dan kemasan 25 kilogram berkisar Rp350 ribu.
JAJARAN Polresta Banyumas, Jawa Tengah menggagalkan dugaan peredaran bahan peledak yang diduga untuk petasan seberat sekitar 9 kilogram (kg) dalam Operasi Pekat Candi (TO OPC) 2026.
Tingginya harga cabai terjadi karena faktor cuaca karena sejumlah daerah sentra seperti Pemalang, Kabupaten Semarang, Temanggung, Demak, Pati belum ada panen besar.
Harga beras medium di Pasar Sidodadi Cilacap berada pada kisaran Rp13.000–Rp13.500 per kg dan beras premium Rp14.000–Rp14.500 per kg.
Harga eceran tertinggi (HET) Minyakita ditetapkan sebesar Rp15.700 per liter. Adapun pembelian oleh konsumen akhir dibatasi maksimal 12 liter per orang per hari.
Kabupaten Banyumas dianggap telah berhasil mengelola sampah secara menyeluruh, mulai dari pemilahan hingga pemanfaatan akhir.
Di Purwokerto, penurunan harga terjadi pada daging ayam ras, cabai merah, cabai rawit, bawang merah, dan telur ayam ras.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved