Headline
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Kumpulan Berita DPR RI
GUNA menekan harga yang masih berada di atas harga acuan pemerintah (HAP) Rp57 ribu per kilogram, Pemerintah Provinsi (Pemrov) Jawa Tengah gelontorkan cabai bersubsidi di 15 kabupaten dan kota di Jawa Tengah.
Pemantauan Media Indonesia Rabu (25/2) intervensi pasar terhadap harga cabai yang masih tinggi di atas harga acuan pemerintah (HAP) Rp57 ribu per kilogram, kembali dilakukan Pemprov Jawa Tengah dengan menggelar operasi pasar khusus cabai rawit merah di berbagai daerah seharga Rp65 ribu per kilogram.
Selain sementara itu, meskipun harga cabai rawit merah telah turun di pasar tradisional di sejumlah daerah di Jawa Tengah dari sebelumnya Rp90 ribu-Rp110 ribu oernkilogram menjadi Rp70 ribu-Rp80 ribu, namun dipandang masih cukup tinggi, sehingga mengakibatkan terjadinya penurunan daya beli dan mendorong terjadinya inflasi.
"Sudah turun setelah pemerintah provinsi dan daerah fejar gerakan pangan murah (GPM) dibanding sebelumnya," ujar Abdul Latif, seorang pemasok cabai di wilayah Semarang Rabu (25/2).
Bagi para pedagang cabai, ungkap Supartiningsih, pemasok cabai lainnya di Pasar MAJT Kota Semarang bahwa tingginya harga cabai terjadi karena faktor cuaca karena sejumlah daerah sentra seperti Pemalang, Kabupaten Semarang, Temanggung, Demak, Pati belum ada panen besar dan banyak tanaman cabai rusak akibat intensitas hujan yang tinggi.
"Para pedagang juga tidak dapat berbuat banyak, jika belanja di petani sudah tinggi ya terpaksa dijual tinggi demikian sebaliknya," tambahnya.
Menghadapi harga cabai yang masih tinggi ini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengambil langkah strategis, guna menekan harga yang melambung hingga 49 persen dari harga acuan pemerintah (HAP) yakni menggelontorkan cabai rawit bersubsidi di 15 kabupaten dan kota di Jawa Tengah.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah Dyah Lukisari mengatakan di pasaran harga cabai rawit merah saat ini mencapai Rp85.000 per kilogram, sedangkan HAP maksimal yang ditetapkan adalah Rp57.000 per kilogram, sehingga Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi pun memerintahkan untuk mengambil langkah strategis dengan operasi pasar.
“Menyikapi kenaikan harga cabai, khususnya cabai merah rawit pada pekan kedua Februari, kami melakukan intervensi dengan menggelontorkan subsidi cabai sebanyak 3 ton di 15 kabupaten dan kota,” ujar Dyah Lukisari.
Penggelontoran cabai rawit bersubsidi dengan harga Rp65 ribu per kilogram tersebut, ungkap Dyah Lukisari, agar daya beli masyarakat terjaga dengan daerah sasaran di daerah yakni Kota Semarang, Kota Salatiga, Kota Tegal, Kota Pekalongan, Kabupaten Demak, Rembang, Pati, Semarang, Klaten, Tegal, Karanganyar, Jepara, Brebes, Banyumas dan Sukoharjo. (H-2)
Kenaikan harga cabai rawit yang menembus harga eceran tertinggi menjadi penyumbang terbesar kenaikan indeks harga pangan daerah.
Meskipun sejumlah daerah terdampak bencana hidrometeorologi, stok bahan pangan pokok di Sumbar dalam kondisi aman dan mencukupi untuk beberapa bulan ke depan.
Harga Minyakita di tingkat konsumen telah ditetapkan dan wajib dipatuhi seluruh pelaku usaha. Harga Minyakita di tingkat konsumen yakni Rp15.700 per liter.
"Kepada para pelaku usaha pangan, mohon harga acuan yang telah ditetapkan pemerintah dapat dipedomani, khususnya selama Ramadan sampai Idulfitri."
Harga cabai rawit merah yang sempat melonjak hingga Rp80.000 per kg, sekarang hanya Rp36.000 per kg. Harga telur ayam ras dari Rp30.000 menjadi Rp28.000 per kg.
Harga beras medium di Pasar Sidodadi Cilacap berada pada kisaran Rp13.000–Rp13.500 per kg dan beras premium Rp14.000–Rp14.500 per kg.
Harga eceran tertinggi (HET) Minyakita ditetapkan sebesar Rp15.700 per liter. Adapun pembelian oleh konsumen akhir dibatasi maksimal 12 liter per orang per hari.
Kabupaten Banyumas dianggap telah berhasil mengelola sampah secara menyeluruh, mulai dari pemilahan hingga pemanfaatan akhir.
Di Purwokerto, penurunan harga terjadi pada daging ayam ras, cabai merah, cabai rawit, bawang merah, dan telur ayam ras.
Penyaluran ini ditujukan untuk memperkuat ketersediaan stok minyak goreng rakyat sekaligus menjaga keterjangkauan harga di pasaran, terutama menjelang bulan Ramadan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved