Headline

YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.

Jelang Ramadan, Harga Cabai Rawit di NTB Melonjak hingga Rp57.000 per Kg

Media Indonesia
10/2/2026 13:27
Jelang Ramadan, Harga Cabai Rawit di NTB Melonjak hingga Rp57.000 per Kg
Ilustrasi(Dok Diskominfotik NTB)

HARGA cabai rawit saat ini di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) berada pada kisaran Rp90.000 hingga Rp95.000 per kilogram. Terkait hal tersebut, pemerintah Provinsi NTB segera melakukan intervensi pasar agar harga cabai terkendali.

Hal tersebut disampaikan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal saat meninjau Pasar Mandalika Bertais di Mataram, Selasa (10/2).

"Intervensi pasar dimulai Jumat ini melalui Gerakan Pangan Murah ke seluruh pasar di NTB," kata Lalu Muhamad Iqbal.

Iqbal menegaskan intervensi pasar merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat dan memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman dan terjangkau menjelang Ramadan.

Menurutnya, kenaikan harga cabai rawit yang menembus harga eceran tertinggi menjadi penyumbang terbesar kenaikan indeks harga pangan daerah.

Harga cabai rawit yang melonjak tersebut dipengaruhi oleh tiga faktor, yakni curah hujan tinggi yang menghambat proses panen, peningkatan penjualan cabai ke Pulau Jawa, serta lonjakan permintaan masyarakat menjelang Ramadan.

Iqbal memastikan tidak ada indikasi penimbunan oleh para pelaku usaha yang menyebabkan harga cabai melonjak signifikan.

"Cabai adalah komoditas yang cepat rusak, sehingga kecil kemungkinan ditimbun. Ini murni mekanisme pasar," ucapnya.

Pemerintah NTB berkoordinasi dengan Polda NTB dan Bank Indonesia untuk memastikan tidak ada praktik yang merugikan masyarakat.

Selain itu, Pemerintah NTB juga berkomunikasi langsung dengan para pengepul besar di Lombok Tengah dan Lombok Timur agar memprioritaskan kebutuhan lokal sebelum pengiriman ke luar daerah.

"NTB tidak boleh kekurangan cabai. Saya minta para pengepul fokus memenuhi kebutuhan NTB terlebih dahulu supaya stok terjaga dan harga segera terkendali," pungkas Iqbal.

Harga cabai rawit yang melambung dirasakan oleh pedagang bernama Made Kuniarti asal Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Ia terpaksa mencari pasokan cabai rawit ke pasar induk Mandalika Bertais demi mendapatkan harga cabai rawit yang lebih murah.

"Di tempat saya sudah Rp115.000 per kilogram, sedangkan di Pasar Mandalika Bertais masih Rp95.000 per kilogram. Saya butuh sekitar 1,5 kilogram setiap hari untuk jualan," kata Made. (Ant/H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya