Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
RIBUAN hektare sawah di Kabupaten Demak dan Grobogan terendam banjir dengan ketinggian 0,5-1,2 meter. Akibat banjir itu, diperkirakan lebih dari 50% tanaman padi rusak dan musim panen direncanakan terjadi Maret mendatang akan mundur.
Kondisi itu membuat kerugian bagi petani mencapai puluhan miliar rupiah.
"Kita terpaksa menanam ulang karena tanaman padi berusia 15-25 hari telah rusak," ujar Slamet,34, petani di Karangawen, Demak.
Baca juga : Banjir Grobogan Rendam 2.662 Rumah dan 56 Hektare Sawah
Hal serupa juga diungkapkan Sunardi, 45, petani di Gubug, Kabupaten Grobogan, setiap petani mengalami kerugian hingga jutaan rupiah, rata-rata untuk biaya dari mulai pembibitan, penanaman, pemupukan Rp6 juta per hektare.
"Saya sendiri ada 1,5 hektare, kerugian capai Rp10 juta belum termasuk hilangnya waktu yang mundur," imbuhnya.
Petani lain di Kebonagung, Kabupaten Demak Nur Chabib mengatakan akibat banjir melanda dua daerah ini kerugian yang dipikul petani sangat besar karena jumlah lahan terendam sangat besar. Gagal panen dan diperkirakan tanaman padi terendam lebih sepekan mengakibatkan busuk/mati hingga selain hanyut dibawa banjir.
Baca juga : Banjir Grobogan, Ribuan Warga Mengungsi
Kepala Badan Penanggungan Bencana Daerah (BPBD) Demak Agus Nugroho mengatakan berdasarkan pendataan setidaknya ada tanaman padi berumur 15-25 hari di lahan seluas 1.000 hektare di Kecamatan Karangawen dan Kebonagung terendam banjir rata-rata dengan ketinggian air 70 centimeter.
"Dimungkinkan terjadi gagal panen (puso) hingga kerugian ditanggung petani di daerah ini capai Rp25 miliar akibat banjir ini," ujar Agus Nugroho.
Bencana banjir terjadi di enam desa di dua kecamatan ini, lanjut Agus, terjadi karena intensitas hujan tinggi di daerah hulu sungai. Kawasan yang terendam banjir yakni Kabupaten Semarang, Boyolali dan Salatiga, sehingga volume beberapa sungai meningkat dratis dan sejumlah tiitik tanggul sungai Jragung dan Tuntang jebol.
Baca juga : Banjir Meluas Rendam Puluhan Hektare Tanaman Padi di Hulu Sungai Utara
Secara terpisah Kepala BPBD Grobogan Endang Sulistyoningsih mengungkapkan akibat banjir melanda 64 desa di 16 kecamatan di Grobogan ini sebanyak 3.879 hektare sawah terendam banjir hingga ketinggian 1,2 meter, sehingga diperkirakan akan mengalami gagal panen hingga 50% lebih.
"Dinas Pertanian juga masih melakukan pendataan dampak banjir terhadap lahan persawahan ini, termasuk klaim Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) kepada petani," tambahnya. (Z-3)
Baca juga : Petani Sigi Gagal Panen Karena Sawah Terendam BanjirÂ
MENTERI Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa seluas 4.000 hektare sawah terdampak puso akibat bencana di Pulau Sumatra.
RATUSAN hektare area persawahan di Desa Fajar Indah, Kecamatan Pulau Besar, Kabupaten Bangka Selatan (Basel), Provinsi Bangka Belitung, kembali terendam banjir.
Kehadiran produk asuransi pertanian besutan BRINS ini dapat memberikan perlindungan nyata bagi petani.
Hal ini akibat tidak turunnya hujan di wilayah tersebut dalam dua bulan terakhir. Kondisi juga diperparah dengan mengeringnya sejumlah waduk dan embung di kawasan Pantura setempat.
Perhitungan kerugian petani akibat serangan hama tikus mencapai Rp10 juta-Rp15 juta per hektare.
PEMERINTAH Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, mengimbau para petani agar menunda tanam padi guna mengantisipasi ancaman gagal panen (puso) akibat cuaca buruk dan bencana banjir.
Kementan memulai tahap rehabilitasi lahan sawah pascabencana di sejumlah wilayah Sumatra.
Warga Cikiwul, Bantargebang, Kota Bekasi dikejutkan oleh kemunculan seekor buaya berukuran besar di parit sempit kawasan persawahan pada Senin (22/12).
Seekor buaya berukuran besar menggegerkan warga setelah ditemukan berada di area persawahan di Kampung Cikiwul, Kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi.
MENTERI Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan melihat langsung dampak kerusakan yang diakibatkan bencana banjir di Desa Cot Ara, Kecamatan Kuta Blang, Aceh, pada Minggu (14/12).
Disepakati target pemberian perlindungan asuransi kepada 6.222 hektare lahan sawah yang ditanam padi oleh para petani di Kalimantan Tengah.
SEIRING musim hujan tiba, petani padi sawah di kawasan Provinsi Aceh, kini mulai turun ke sawah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved