Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
SEIRING meningkatkan curah hujan sejak tiga pekan terakhir, petani di kawasan Provinsi Aceh sekarang mulai turun membajak sawah. Ini merupakan musim tanam gadu (musim tanam kedua) yang sering rawan kekeringan.
Karena itu petani sangat sangat hati-hati menghadapi fenomena alam El Nino atau cuaca panas ditengah musim tanam. Apalagi petani penggarap lahan sawah tadah hujan dan mereka yang jauh atau sulit jangkauan saluran irigasi teknik.
Di Kabupaten Pidie misalnya, dari luas lahan sawah sekitar 24.787 ha (hektare) luas lahan sawah, hanya sekitar 15.000 ha ditanami padi musim gadu. Selebihnya ada yang ditanami palawija seperti bawang merah, cabai merah, tomat, Semangka, kacang tanah, kacang hijau, kacang kuning dan lainnya. Lalu untuk lokasi rawan krisis air, juga dibiarkan kosong menganggur.
"Karena musim gadu sering krisis air, maka untuk lahan yang sudah ditanam musim gadu tahun lalu, pada kali ini berhenti yakni memberi kesempatan untuk yang lain. Jadi untuk musim gadu harus membelah dua bagian. Bila yang satu bagian menanam tentu yang lahan lain berhenti, begitu juga sebaliknya" kata Abdullah, tokoh masyarakat tani di Kecamatan Delima, Jumat (18/4).
Amatan Media Indonesia di Kecamatan Delima, Indrajaya dan Kecamatan Peukan Baro, sebagian petani mulai menanam padi. Adapun sebagian lagi sedang olah tanah dan sudah ditabur benih.
Adapun ketersediaan air masih memadai dan lancar. Apalagi dalam dua pekan terakhir sering turun hujan dan debit air jaringan irigasi teknis masih tersedia.
"Kalau dua bulan kedepan tidak kemarau, kemungkinan berhasil panen bisa tercapai. Paling penting hingga tanaman padi sedang bergulir" tutur Mawardi, petani lainnya di Desa Masjid Reubee Kecamatan Delima.
Sesuai catatan Media Indonesia, semangat petani menanam padi sawah di Kabupaten Pidie cukup tinggi. Apalagi sebagian besar penduduk wilayah pesisir Selatan Malaka itu adalah Petani Padi, Nelayan dan petani kebun berladang di perbukitan.
Sayangnya kadang mereka kecewa karena sering kelangkaan pupuk bersubsidi, tingginya harga racun hama atau samprodi. Labih ironis lagi dalam tiga tahun terakhir lahan pertanian setempat banyak serangan hama dan penyakit.
Hai itu diduga akibat banyaknya bening galur (benih tidak ada uji Laboratorium) beredar bebas. Sayangnya produsen atau pengedar benih ilegal tidak bersertifikat itu sering melibatkan penyuluh pertania'. dan aparat jajaran dinas terkait lainnya.(H-2)
Petani di berbagai wilayah Provinsi Aceh tengah dilanda keresahan besar pada musim tanam padi rendengan, musim tanam utama yang sangat menentukan produksi pangan tahunan
HUJAN yang terus mengguyur membuat persemaian padi siap tanam membusuk di Kabupaten Indramayu. Petani pun terpaksa melakukan persemaian ulang dan musim tanam dipastikan mundur.
Lokasi yang mulai ditanami yaitu meliputi Kecamatan Indrajaya dan Kecamatan Delima. Petani berpacu menanami karena bibit padi sudah cukup umur.
PT Pupuk Indonesia (Persero) menegaskan komitmennya dalam mendukung kelancaran musim tanam Oktober-Maret dengan terus menjaga keterjangkauan pupuk bagi petani.
Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, mengambil langkah strategis untuk mengakselerasi swasembada pangan dengan menyalurkan bantuan benih padi mandiri kepada Sidrap dan Soppeng.
Selain subsidi, Pupuk Indonesia juga menyediakan pupuk nonsubsidi atau komersial sebanyak 13.320 ton, terdiri dari urea 6.764 ton dan NPK 6.556 ton.
Umur tanaman padi yang terendam air berkisar 10 hingga 25 hari
ANCAMAN besar korban penyintas bencana di Aceh bukan hanya rumah yang digulung gelombang banjir bandang pada 24-27 November 2025 lalu.
Kementan memulai tahap rehabilitasi lahan sawah pascabencana di sejumlah wilayah Sumatra.
Warga Cikiwul, Bantargebang, Kota Bekasi dikejutkan oleh kemunculan seekor buaya berukuran besar di parit sempit kawasan persawahan pada Senin (22/12).
Seekor buaya berukuran besar menggegerkan warga setelah ditemukan berada di area persawahan di Kampung Cikiwul, Kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi.
MENTERI Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan melihat langsung dampak kerusakan yang diakibatkan bencana banjir di Desa Cot Ara, Kecamatan Kuta Blang, Aceh, pada Minggu (14/12).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved