Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
HUJAN yang terus mengguyur membuat persemaian padi siap tanam membusuk di Kabupaten Indramayu. Petani pun terpaksa melakukan persemaian ulang dan musim tanam dipastikan mundur.
Seperti diketahui beberapa hari ini Kabupaten Indramayu diguyur hujan mulai intensitas rendah hingga tinggi dengan durasi yang cukup lama. Hujan terparah turun pada Selasa (27/1) lalu karena dimulai sekitar pukul 04.00 WIB hingga siang. Hingga akhirnya sejumlah perumahan warga pun terendam banjir.
Namun tidak hanya rumah warga, areal pertanian pun ikut terdampak. Bahkan persemaian padi yang sudah siap tanam membusuk dan mati karena terendam banjir selama lima hari. “Persemaian padi siap tanam, berumur sekitar 15-25 hari, mati membusuk akibat terendam banjir selama lima hari,” tutur Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Kadnanghaur, Waryono, Kamis (29/1). Persemaian yang membusuk dan mati tersebar di sepuluh desa di Kecamatan Kandanghaur.
Adapun sepuluh desa yang persemaian padinya harus semai ulang di antaranya, Desa Kertawinangun, Soge, Pranti, Bulak, Curug, Ilir, Parean Girang, dan Eretan.
Petani, lanjut Waryono, sudah pasti harus membuat persemaian ulang karena persemaian padi yang siap tanam tersebut sudah dipastikan mati. Namun untuk melakukan persemaian ulang petani harus menunggu areal sawah mereka surut terlebih dahulu. “Saat ini areal sawah sudah berubah seperti sungai, karena tertutup genangan air berwarna cokelat,” tutur Waryono.
Dengan matinya persemaian padi otomatis membuat musim tanam di sepuluh desa mundur. “Otomatis musim tanam mundur, sekitar sebulan lah. Mundurnya musim tanam juga akan membuat panen rendeng juga mundur,” tutur Waryono. Padahal semula mereka berharap akhir Januari ini semua areal sawah di Kecamatan Kandanghaur sudah tanam.
Dengan membusuknya persemaian petani di Kecamatan Kandanghaur tidak hanya rugi waktu namun juga mengalami kerugian materi. Ini dikarenakan untuk persemaian seluas satu hektar, biaya yang dikeluarkan sudah mencapai sekitar Rp500 ribu dan biaya lainnya yang sudah dikeluarkan petani untuk pengolahan lahan. (H-3)
BENCANA banjir yang menerjang sejumlah titik di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, disebabkan sejumlah faktor. Perbaikan saluran drainase pun akan dilakukan.
RIBUAN warga di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, terdampak bencana banjir. Sejumlah warga terpaksa harus mengungsi.
Lokasi yang mulai ditanami yaitu meliputi Kecamatan Indrajaya dan Kecamatan Delima. Petani berpacu menanami karena bibit padi sudah cukup umur.
PT Pupuk Indonesia (Persero) menegaskan komitmennya dalam mendukung kelancaran musim tanam Oktober-Maret dengan terus menjaga keterjangkauan pupuk bagi petani.
Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, mengambil langkah strategis untuk mengakselerasi swasembada pangan dengan menyalurkan bantuan benih padi mandiri kepada Sidrap dan Soppeng.
Selain subsidi, Pupuk Indonesia juga menyediakan pupuk nonsubsidi atau komersial sebanyak 13.320 ton, terdiri dari urea 6.764 ton dan NPK 6.556 ton.
Musim tanam gadu yang berlangsung antara Mei hingga Agustus memiliki peran penting dalam menjaga target produksi beras nasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved