Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Terendam Banjir, Petani di Indramayu Harus Lakukan Persemaian Ulang

Nurul Hidayah    
29/1/2026 20:23
Terendam Banjir, Petani di Indramayu Harus Lakukan Persemaian Ulang
Area pertanian kebanjiran di Indramayu.(Dok. MI)

HUJAN yang terus mengguyur membuat persemaian padi siap tanam membusuk di Kabupaten Indramayu. Petani pun terpaksa melakukan persemaian ulang dan musim tanam dipastikan mundur. 

Seperti diketahui beberapa hari ini Kabupaten Indramayu diguyur hujan mulai intensitas rendah hingga tinggi dengan durasi yang cukup lama. Hujan terparah turun pada Selasa (27/1) lalu karena dimulai sekitar pukul 04.00 WIB hingga siang. Hingga akhirnya sejumlah perumahan warga pun terendam banjir

Namun tidak hanya rumah warga, areal pertanian pun ikut terdampak. Bahkan persemaian padi yang sudah siap tanam membusuk dan mati karena terendam banjir selama lima hari. “Persemaian padi siap tanam, berumur  sekitar 15-25 hari, mati membusuk akibat terendam banjir selama lima hari,” tutur Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Kadnanghaur, Waryono, Kamis (29/1). Persemaian yang membusuk dan mati tersebar di sepuluh desa di Kecamatan Kandanghaur. 

Adapun sepuluh desa yang persemaian padinya harus semai ulang di antaranya, Desa Kertawinangun, Soge, Pranti, Bulak, Curug, Ilir, Parean Girang, dan Eretan. 

Petani, lanjut Waryono, sudah pasti harus membuat persemaian ulang karena persemaian padi yang siap tanam tersebut sudah dipastikan mati. Namun untuk melakukan persemaian ulang petani harus menunggu areal sawah mereka surut terlebih dahulu. “Saat ini areal sawah sudah berubah seperti sungai, karena tertutup genangan air berwarna cokelat,” tutur Waryono. 

Musim Tanam Mundur

Dengan matinya persemaian padi  otomatis membuat musim tanam di sepuluh desa mundur. “Otomatis musim tanam mundur, sekitar sebulan lah. Mundurnya musim tanam juga akan membuat panen rendeng juga mundur,” tutur Waryono. Padahal semula mereka berharap akhir Januari ini semua areal sawah di Kecamatan Kandanghaur sudah tanam. 

Dengan membusuknya persemaian petani di Kecamatan Kandanghaur tidak hanya rugi waktu namun juga mengalami kerugian materi. Ini dikarenakan untuk persemaian seluas satu hektar, biaya yang dikeluarkan sudah mencapai sekitar Rp500 ribu dan biaya lainnya yang sudah dikeluarkan petani untuk pengolahan lahan.  (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya