Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Ribuan Warga Kabupaten Indramayu Terdampak Bencana Banjir

Nurul Hidayah    
28/1/2026 16:47
Ribuan Warga Kabupaten Indramayu Terdampak Bencana Banjir
Banjir merendam pemukiman di Kabupaten Indramayu. Hingga hari ini sejumlah perumahan masih terendam banjir.(MI/Nurul Hidayah)

RIBUAN warga di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, terdampak bencana banjir. Sejumlah warga terpaksa harus mengungsi. 

Seperti diberitakan sebelumnya, hujan mengguyur wilayah Kabupaten Indramayu pada Senin (26/1) dan  Selasa (27/1) menyebabkan sejumlah titik di wilayah tersebut terendam banjir. Banjir di antaranya menggenangi sejumlah ruas jalan protokol dengan ketinggian 10 cm hingga 30 cm. 

Jalan protokol di Kabupaten Indramayu yang tergenang air antara lain Jalan DI Panjaitan, Jalan Tridaya Barat, dan Jalan Letjen S Parman. Sejumlah warga ada yang nekat menerobos genangan air di jalan protokol tersebut. 

Namun, ada pula yang memilih untuk memutar alias mengambil rute lain agar kendaraan yang mereka bawa tidak rusak. Selain menggenangi sejumlah jalan protokol, banjir juga berdampak ke warga dan rumah yang mereka tempati. 

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Indramayu, Dadang Oce Iskandar menjelaskan bahwa banjir menerjang Kelurahan Margadadi dan Desa Tambak di Kecamatan/Kabupaten Indramayu. "Sebanyak 913 rumah dan 4 fasum terendam banjir. Ada 2.742 warga yang terdampak," tutur Oce, Rabu (28/1). 

Ada pula 206 jiwa yang terpaksa harus mengungsi untuk menghindari dampak banjir yang menggenangi permukiman mereka. Warga yang mengungsi tinggal di Perumahan Ningrat 1 sebanyak 38 jiwa, Perumahan Cidayu sebanyak 46 jiwa, dan Perumahan BDI 2 dan 3 sebanyak 122 jiwa. 

Namun sebagian warga yang mengungsi memilih untuk tinggal di rumah kerabat masing-masing. "Tim kami pun disiagakan untuk membantu evakuasi warga yang mengungsi. Perahu karet juga disiagakan untuk membantu warga," tutur Oce. 

Ia menambahkan bahwa banjir yang menggenagi Kabupaten Indramayu disebabkan cuaca ekstrem dan buruknya saluran drainase. "Kami pun telah melakukan sejumlah upaya penanggulangan banjir," tutur Oce.

Upaya itu antara lain berkoordinasi dengan aparatur terkait dan melakukan asesmen atau kajian cepat. Bersama dengan tim gabungan TNI, Polri, PMI, hingga relawan mereka mendirikan tenda atau posko pengungsi di tiga titik lokasi. 

Selain itu, petugas dari Satpol PP Damkar diterjunkan untuk melakukan inspeksi bangunan liar yang telah mengganggu drainase. "Dinas PUPR juga mengerahkan ekskavator untuk memperbaiki dan menormalisasi drainase," tutur Oce. 

Sementara itu, berdasarkan pantauan hari ini hujan dengan intensitas sedang kembali mengguyur wilayah Kabupaten Indramayu. Sejumlah perumahan pun terlihat masih terendam banjir, antara lain perumahan Cidayu, Perumahan Ningrat 1, dan BDI 3. (I-2) 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya