Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
JELANG Imlek dan belum adanya panen, memicu kenaikan harga beras di berbagai daerah di Pantura, Jawa Tengah. Sedangkan harga cabai, bawang putih dan daging ayam potong berangsur turun.
Pemantauan Media Indonesia Selasa (6/2) harga berbagai kebutuhan seperti beras, cabai, bawang putih, daging ayam potong, telur ayam ras, minyak goreng dan gula pasir di berbagai daerah di Pantura Jawa Tengah seperti Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang dan Demak masih fluktuatif.
Belum ada panen dan masih terjadi musim penghujan, menjadi penyebab harga beras di berbagai pasar tradisional di Pantura tersebut kembali naik.
Baca juga : Banjir Grobogan Putuskan Ruas Jalan Semarang-Purwodadi
Beras kualitas bawah I Sebelumnya Rp13.000 naik menjadi Rp13.300 per kilogram, beras kualitas medium II naik dari Rp14.000 menjadi Rp14.100 per kilogram dan beras kualitas super I naik dari Rp15.750 menjadi Rp16.150 per kilogram.
Sedangkan harga cabai merah besar turun dari Rp80.000 menjadi Rp64.950 per kilogram dan cabai merah keriting dari Rp70.000 menjadi Rp51.600 per kilogram.
Demikian juga dengan bawang putih turun dari 40.500 menjadi Rp40.350 per kilogram, telur ayam ras segar dari Rp27.000 menjadi Rp25.850 per kilogram, gula pasir lokal dari Rp17.000 menjadi Rp16.950 per kilogram serta daging ayam potong dari Rp32.000 menjadi Rp29.000 per kilogram.
Baca juga : Klaten Masuki Panen Raya, Harga Beras Berangsur Turun
"Beras masih terus bergerak naik, hampir setiap hari naik rata-rata Rp250 sehingga pedagang maupun pembeli bingung," ungkap Etik,,40, pedagang sembako di Pasar Peterongan Semarang.
Hal serupa juga diungkapkan Kuswandi,50, pemasok beras di Pasar Wiradesa, Pekalongan, terus, bahwa kenaikan beras terjadi hampir setiap hari ini karena di berbagai daerah belum ada panen.
Bahkan, sebagian daerah penghasil beras seperti Demak, Kudus, Pati, Brebes masih masa tanam. "Banjir di Grobogan juga menjadi pemicu kenaikan beras," ujarnya.
Baca juga : Panen Belum Merata, Harga Beras Di Banyumas Masih Tinggi
Pemasok cabai di Pasar Johar Semarang Abdul Latif secara terpisah mengatakan timnya harga cabai saat ini belum menjamin kestabilan harga, karena dapat naik dalam beberapa hari mendatang terutama jelang tahun baru Imlek.
"Saat ini daya beli dan kebutuhan turun, tetapi jelang Imlek dapat meningkat hingga harga naik karena pasokan tetap," tambahnya
Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan mendekati hari besar Imlek dan jelang Pemilu ini, pemantauan harga kebutuhan terus dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan.
Baca juga : Banjir Grobogan Rendam 2.662 Rumah dan 56 Hektare Sawah
"Saya terus perintahkan pantau harga dan jika kondisi mendesak maka operasi pasar bakal digelar lagi," imbuhnya.
Selain itu untuk memenuhi kebutuhan warga dan mengantisipasi lonjakan, demikian Hevearita Gunaryanti Rahayu, pasar murah terus digelar di berbagai kecamatan, bahkan adanya kios keliling pasar murah di ini dapat meringankan beban warga di lokDi terjauh di Kota Semarang ini. (Z-4)
Di Pasar Tiban Center, harga beras kemasan 5 kilogram masih dijual sekitar Rp85 ribu, kemasan 10 kilogram Rp155 ribu, dan kemasan 25 kilogram berkisar Rp350 ribu.
Gabah tersebut tetap dibeli sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp6.500 per kilogram meski kualitasnya menurun akibat terendam lumpur.
Penyaluran beras SPHP ke Pasar Gedhe Klaten, dilakukan dua kali pengiriman. Pertama, pada Senin (23/2) 2.700 ton, dan penyaluran kedua, Jumat (27/2), sejumlah 2.000 ton.
Program penyediaan beras dengan subsidi harga ini pun akan berlanjut mulai Maret mendatang. Anggaran yang disiapkan untuk program SPHP beras tahun 2026 sejumlah Rp4,97 triliun.
Kenaikan harga daging ayam ras berada di kisaran Rp5.000–Rp6.000 per kilogram seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk menu berbuka puasa.
Harga bahan pokok yang mengalami penurunan mencolok terjadi pada komoditas cabai rawit merah, dari Rp110.000 menjadi Rp76.000 per kilogram.
BMKG mengeluarkan peringatan dini status "Siaga" untuk wilayah pantura Jawa Tengah. Status ini merupakan level tertinggi yang berlaku mulai 21 hingga 31 Januari 2026.
Sejak pagi hujan ringan-sedang sudah mengguyur sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah, memasuki siang, sore hingga awal malam intensitas hujan berpeluang meningkat.
Tidak hanya itu, akibat gelombang tinggi penyeberangan antar pulau baik Jepara-Karimunjawa maupunTanjung Emas Semarang-Karimunjawa juga terhenti, termasuk kapal layar motor
Gelombang tinggi 1,25-2,5 meter masih berpotensi di sejumlah kawasan perairan utara Jawa Tengah yakni Pekalongan-Kendal, Semarang-Demak dan Pati-Rembang.
Sabtu (27/12) ribuan perahu dan kapal nelayan, sejak dini hari tidak bergerak dan ditambatkan di sejumlah pelabuhan perikanan di daerah di Pantura Jawa Tengah.
Cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang dan petir berpotensi terjadi di 25 daerah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved