Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
MEMASUKI musim baratan, gelombang tinggi dan cuaca ekstrem terjadi di sejumlah kawasan perairan utara Jawa Tengah, ribuan nelayan di sejumlah daerah di Pantura kembali memilih berhenti melaut dan menyandarkan kapal di pelabuhan perikanan.
Pemantauan Media Indonesia Sabtu (27/12) ribuan perahu dan kapal nelayan, sejak dini hari tidak bergerak dan ditambatkan di sejumlah pelabuhan perikanan di daerah di Pantura Jawa Tengah seperti Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang, Demak Jepara dan Pati akibat gelombang tinggi capai 1,25-2,5 meter serta cuaca buruk.
Ribuan nelayan di Pantura Jawa Tengah memilih berhenti melaut memasuki musim baratan ini karena khawatir terjadi kecelakaan laut, hal ini juga mengakibatkan harga ikan laut naik karena produksi berkurang. "Cuaca di perairan ekstrem dan terjadi gelombang tinggi, kami milih istirahat melaut," ujar Kasmadi, nelayan di Wonokerto, Kabupaten Pekalongan.
Hal serupa juga diungkapkan Slamet, nelayan di Klidang Lor, Kabupaten Batang bahwa kondisi musim baratan yakni gelombang tinggi, hujan dan badai di perairan utara Jawa Tengah menjadikan nelayan memilih berhenti melaut, akibatnya hasil tangkapan berkurang dan harga ikan laut meningkat.
"Harga ikan laut sebelumnya masih di bawah Rp20 ribu per kilogram, sekarang diatas Rp25 ribu per kilogram karena hanya hapal nelayan besar yang berani melaut dengan gelombang setinggi itu," ujar Slamet.
Nelayan lain di Pelabuhan Wedung, Kabupaten Demak Suwardi mengatakan bahwa tidak hanya gelombang tinggi di perairan utara Jawa Tengah, air kasur pasang (rob) juga menyulitkan para nelayan untuk merapat hingga ke tempat pelelangan ikan, sehingga selain kesulitan mencari ikan dengan resiko kecelakaan juga sulut untuk menjual hasil tangkapan.
"Setiap malam hingga dini hari banjir merendam, kami kesulitan menjangkau pelabuhan untuk pulang dan pergi," tambahnya.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sabtu (27/12) juga kembali mengeluarkan peringatan dini akan terjadinya cuaca buruk baik itu di daratan maupun perairan, sehingga diminta warga beraktivitas di laut maupun darat untuk waspada dengan kondisi cuaca tersebut.
Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang Retna Swasti Karini mengatakan gelombang tinggi 1,25-2,5 meter berpotensi terjadi di sejumlah kawasan perairan utara Jawa Tengah seperti Pekalongan-Kendal, Semarang-Demak dan Pati-Rembang, hal ini berisiko terhadap aktivitas pelayanan terutama saat kecepatan angin diatas 15 knot.
"Waspadai gelombang tinggi di perairan tersebut, selain itu hujan badai dan juga air laut pasang dengan ketinggian maksimum 1 meter masih berlangsung pada pukul 00.00-04.00 WIB mengakibatkan banjir di sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah," ungkap Retna Swasti Karini.
Sementara itu Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Arif N mengatakan kondisi cuaca ekstrem yakni hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir di Jawa Tengah semakin meningkat di akhir pekan Sabtu (27/12), sehingga warga diminta mewaspadai bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor, banjir dan angin puting beliung.
Berdasarkan pengamatan dinamika cuaca ekstrem di Jawa Tengah, menurut Arif, berpotensi di 24 daerah yakni Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Purworejo, Wonosobo, Mungkid, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Karanganyar, Sragen, Kudus, Ungaran, Temanggung, Kajen, Slawi, Magelang, Salatiga, Bumiayu, Majenang dan Ambarawa.
"Angin bertiup dari arah barat ke utara dengan kecepatan 10-25 kilometer per jam, suhu udara berkisar 18-32 derajat celcius dan kelembaban udara berkisar 60-95 persen," imbuhnya. (H-2)
BMKG: gelombang tinggi disertai hujan badai masih berlangsung di perairan utara Jawa Tengah hingga Minggu (18/1) ini.
Tidak hanya itu, akibat gelombang tinggi penyeberangan antar pulau baik Jepara-Karimunjawa maupunTanjung Emas Semarang-Karimunjawa juga terhenti, termasuk kapal layar motor
Gelombang tinggi 1,25-2,5 disertai angin hujan dan badai masih berlangsung di perairan Jawa Tengah berisiko terhadap pelayaran.
Cuaca ekstrem berpotensi di 27 daerah Salasa (13/1) warga di Pantura dan Jateng bagian tengah diminta waspada terhadap bencana hidrometeorologi dan gelombang tinggi.
Cuaca ekstrem yakni hujan lebat dan angin kencang dan sambaran petir masih berpotensi terjadi di berbagai darah disertai hujan badai dan gelombang tinggi.
Cuaca ekstrem menyebabkan gelombang tinggi di perairan selatan mencapai 2,5-4 meter dan di perairan utara Jawa Tengah 1,25-2,5 meter sehingga berisiko terhadap aktivitas pelayaran.
Pemkot Semarang mengalokasikan anggaran sekitar Rp87 juta dari pengalihan beberapa kegiatan di Dinas Perikanan untuk mendukung program tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved