Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
GELOMBANG tinggi membuat sebagian besar nelayan di wilayah pantura Jawa, memilih untuk tidak melaut. Akibatnya, pasokan ikan laut segar menjadi langka.
"Sudah lebih dari sepekan, ikan laut segar sangat sulit didapat," keluh Narti, ibu rumah tangga di Kecamatan Panceng, Gresik, Kamis (2/3).
Hal senada disampaikan Burhan, pedagang ikan di Pasar Panceng. Menurut dia, sejak sepuluh hari terakhir dirinya tidak mendapatkan pasukan ikan segar dari nelayan setempat.
"Ini kan lagi musim angin timur yang memicu gelombang besar. Karena tidak ada pasokan ikan, saya tidak berjualan ikan laut segar sejak dua pekan lalu," ungkapnya.
Menurutnya, hanya ada beberapa jenis ikan saja yang masih bisa di jumpai pasaran seperti cumi-cumi dan jenis udang serta beberapa hasil sebagian kecil nelayan yang nekat turun melaut. "Dengan kondisi tersebut, dirinya hanya berjualan ikan laut yang sudah kering dan ikan beku yang dibeli dari parbrikan," ujarnya.
Ditambahkan Burhan, hal yang sama juga terjadi di pesisir Lamongan. "Di Pelabuhan Lamongan juga tidak ada ikan segar karena tidak ada nelayan yang melaut akibat gelombang tinggi," ungkapnya. (OL-15)
BMKG: gelombang tinggi disertai hujan badai masih berlangsung di perairan utara Jawa Tengah hingga Minggu (18/1) ini.
Tidak hanya itu, akibat gelombang tinggi penyeberangan antar pulau baik Jepara-Karimunjawa maupunTanjung Emas Semarang-Karimunjawa juga terhenti, termasuk kapal layar motor
Gelombang tinggi 1,25-2,5 disertai angin hujan dan badai masih berlangsung di perairan Jawa Tengah berisiko terhadap pelayaran.
Cuaca ekstrem berpotensi di 27 daerah Salasa (13/1) warga di Pantura dan Jateng bagian tengah diminta waspada terhadap bencana hidrometeorologi dan gelombang tinggi.
Cuaca ekstrem yakni hujan lebat dan angin kencang dan sambaran petir masih berpotensi terjadi di berbagai darah disertai hujan badai dan gelombang tinggi.
Cuaca ekstrem menyebabkan gelombang tinggi di perairan selatan mencapai 2,5-4 meter dan di perairan utara Jawa Tengah 1,25-2,5 meter sehingga berisiko terhadap aktivitas pelayaran.
Sejak pagi hujan ringan-sedang sudah mengguyur sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah, memasuki siang, sore hingga awal malam intensitas hujan berpeluang meningkat.
Tidak hanya itu, akibat gelombang tinggi penyeberangan antar pulau baik Jepara-Karimunjawa maupunTanjung Emas Semarang-Karimunjawa juga terhenti, termasuk kapal layar motor
Gelombang tinggi 1,25-2,5 meter masih berpotensi di sejumlah kawasan perairan utara Jawa Tengah yakni Pekalongan-Kendal, Semarang-Demak dan Pati-Rembang.
Sabtu (27/12) ribuan perahu dan kapal nelayan, sejak dini hari tidak bergerak dan ditambatkan di sejumlah pelabuhan perikanan di daerah di Pantura Jawa Tengah.
Cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang dan petir berpotensi terjadi di 25 daerah.
Perjalanan sejak pagi relatif lancar, namun kendala muncul saat memasuki wilayah Pekalongan akibat hujan lebat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved