Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
CUACA ekstrem masih berpotensi di 25 daerah di Jawa Tengah Rabu (20/8), diminta warga untuk waspada terhadap bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor, banjir dan angin puting beliung dan hujan badai di perairan.
Pada pagi cuaca cerah dan berawan, namun. Hujan ringan sudah mulai turun di sejumlah daerah Solo Raya, Jawa Tengah bagian timur, kawasan pegunungan dan dataran tinggi, memasuki siang, sore hingga awal malam intensitas hujan meningkat menjadi sedang-lebat bahkan berpotensi ekstrem yakni hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir.
Tidak hanya di darat, hujan dan badai juga berpotensi di perairan utara dan selatan Jawa Tengah, sehingga diminta warga beraktivitas di perairan seperti nelayan, tongkang, kapal barang dan penumpang untuk waspada. "Warga di Pantura Jawa Tengah juga diminta waspada banjir rob," kata Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang Wahyu Sri Mulyani.
Banjir rob di sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah, lanjut Wahyu Sri Mulyani, terjadi karena air laut pasang (rob) di perairan utara Jawa Tengah cukup tinggi hingga mencapai 1,1 meter pada pukul 04.00-08.00 WIB, hal ini dapat mengakibatkan terganggunya aktivitas warga seperti transportasi, bongkar muat barang di pelabuhan, budidaya perikanan darat dan petani garam.
Sedangkan gelombang tinggi di perairan utara mencapai 1,25-2,5 meter, menurut Wahyu Sri Mulyani, berpeluang di sejumlah kawasan yakni Pekalongan-Kendal, Semarang-Demak, Jepara, Karimunjawa, Pati-Rembang, sehingga cukup berisiko terhadap kegiatan pelayaran terutama kapal ikan berukuran kecil-sedang.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Farita Rachmawati secara terpisah Rabu (20/8) mengatakan hujan ringan-sedang kembali berpeluang mengguyur seluruh daerah di Jawa Tengah, bahkan cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di 25 daerah dengan waktu bervariasi.
Daerah berpotensi cuaca ekstrem di Jawa Tengah, ungkap Farita Rachmawati, yakni di Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Mungkid, Boyolali, Klaten, Karanganyar, Sragen, Grobogan, Blora, Rembang, Pati, Ungaran, Temanggung, Kendal, Batang, Kajen, Pemalang, Slawi, Magelang, Salatiga, Bumiayu, Majenang dan Ambarawa.
Menurut Wahyu Sri Mulyani daerah berpeluang hujan ringan-sedang di Jawa Tengah yakni Cilacap, Kebumen, Purworejo, Sukoharjo, Wonogiri, Kudus, Jepara, Demak, Brebes, Surakarta, Semarang, Pekalongan dan Tegal. "Angin bertiup dari arah timur ke selatan berkecepatan 5-25 kilometer per jam, suhu udara berkisar 18-32 derajat celcius dan kelembaban udara 50-95 persen," tambahnya. (H-2)
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Sti Nenot'ek, mengatakan, saat ini Bibit Siklon Tropis 97S yang berada di wilayah utara Benua Australia
Dari 27 kota dan kabupaten di Jawa Barat, tujuh wilayah diprakirakan akan diguyur hujan lebat hingga hujan sangat lebat. Sedangkan, 18 wilayah hujan sedang dan hujan lebat
Bencana banjir dipicu cuaca ekstrem di Kudus dan Patimeluas, di Kabupaten Kudus merendam 8 desa di 4 kecamatan dan Kabupaten Pati merendam dan 59 desa di 15 kecamatan
Pasca-longsor Citeureup, Bogor,BMKG ingatkan potensi pergerakan tanah di Jawa Barat Selatan hari ini 13 Januari 2026 serta potensi cuaca ekstrem dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi.
BMKG memperingatkan potensi hujan lebat hingga sangat lebat akibat cuaca ekstrem yang meluas di berbagai wilayah Indonesia pada periode 13–19 Januari 2026.
Cuaca ekstrem berpotensi di 27 daerah Salasa (13/1) warga di Pantura dan Jateng bagian tengah diminta waspada terhadap bencana hidrometeorologi dan gelombang tinggi.
BMKG: gelombang tinggi disertai hujan badai masih berlangsung di perairan utara Jawa Tengah hingga Minggu (18/1) ini.
Tidak hanya itu, akibat gelombang tinggi penyeberangan antar pulau baik Jepara-Karimunjawa maupunTanjung Emas Semarang-Karimunjawa juga terhenti, termasuk kapal layar motor
Gelombang tinggi 1,25-2,5 disertai angin hujan dan badai masih berlangsung di perairan Jawa Tengah berisiko terhadap pelayaran.
Cuaca ekstrem berpotensi di 27 daerah Salasa (13/1) warga di Pantura dan Jateng bagian tengah diminta waspada terhadap bencana hidrometeorologi dan gelombang tinggi.
Cuaca ekstrem yakni hujan lebat dan angin kencang dan sambaran petir masih berpotensi terjadi di berbagai darah disertai hujan badai dan gelombang tinggi.
Cuaca ekstrem menyebabkan gelombang tinggi di perairan selatan mencapai 2,5-4 meter dan di perairan utara Jawa Tengah 1,25-2,5 meter sehingga berisiko terhadap aktivitas pelayaran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved