Headline

Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.

Gelombang Tinggi, Sejumlah Bahan Pokok di Sampit Alami Kelangkaan

Surya Sriyanti
25/2/2026 17:19
Gelombang Tinggi, Sejumlah Bahan Pokok di Sampit Alami Kelangkaan
Pasar di di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).(Dok. MI)

SEJUMLAH komoditas bahan pokok di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mengalami kelangkaan dalam dua pekan terakhir menjelang Ramadan 2026. Kelangkaan tersebut salah satunya disebabkan oleh gelombang tinggi yang melanda beberapa waktu terakhir.

Menindaklanjuti laporan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur turun langsung memantau stok bahan pokok di Pasar Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) , Selasa (24/2/2026). “Memang ada beberapa jenis barang yang dikatakan langka, tetapi setelah kami komunikasikan dengan pedagang, kendalanya ada di transportasi karena gelombang saat ini besar, " kata Wakil Bupati Kotim Irawati yang memimpin sidak, Selasa, 24 Februari 2026.

Menurutnya, kelangkaan itu bukan akibat penimbunan, melainkan terhambatnya distribusi dari luar daerah karena cuaca buruk. Berbagai barang yang didatangkan dari Pulau Jawa seperti gula pasir, tepung terigu, mi instan, beras premium, hingga gula merah mengalami keterlambatan pengiriman. Begitu pula dengan pasokan bawang yang berasal dari Sulawesi.

“Sebagian besar pasokannya dari luar daerah, jadi ketika distribusi terhambat, stok di warung-warung pinggir jalan mulai terasa berkurang,” jelasnya.

 Meski demikian, dia memastikan harga kebutuhan pokok di Pasar PPM masih dalam batas normal dan belum mengalami kenaikan signifikan. "Kalau harga masih standar, belum ada kenaikan. Hanya memang di beberapa warung kecil ada yang kehabisan stok, " tegasnya.

Terkait minyak goreng merek MinyaKita, Irawati menegaskan tidak terjadi kelangkaan. Namun, pembelian melalui Bulog tetap harus memenuhi persyaratan administrasi seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) dan NPWP.

“Minyak kita sebenarnya tidak langka. Hanya saja ada persyaratan dari Bulog yang harus dilengkapi pedagang karena distribusinya satu pintu dari sana,” terangnya.

 Pemerintah daerah juga menerima informasi terbaru bahwa peti kemas berisi barang kebutuhan pokok sudah dalam perjalanan menuju Kotim. Mereka berharap distribusi segera berjalan normal kembali sehingga pasokan dapat stabil.

 Untuk mengantisipasi kelangkaan, Pemkab Kotim juga mendorong pemanfaatan komoditas lokal, seperti gula merah produksi daerah Sanuda, agar dapat memenuhi kebutuhan pasar.

“Kita akan dorong distribusi gula merah lokal supaya bisa menutupi kekurangan,” ujar Irawati.

Ia mengimbau pedagang dan distributor supaya tidak melakukan penimbunan terutama menjelang hari besar keagamaan.

“Kami mengawasi bersama agar tidak terjadi penumpukan barang di distributor. Mari kita bekerja sama menjaga ketersediaan dan stabilitas harga menjelang Idul Fitri,” pungkasnya. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya