Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
MESKIPUN air laut pasang (rob) di perairan utara Jawa Tengah sudah surut pada Senin (7/7), namun sejumlah daerah di Pantura, Jawa Tengah, masih terendam banjir rob. Bahkan, ada potensi rob kembali naik pada Selasa (8/7).
Pemantauan Media Indonesia, Senin (7/7), cuaca di Jawa Tengah pada pagi hingga jelang siang berawan. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan hujan ringan-sedang berpeluang mengguyur di provinsi ini mulai sore hingga awal malam dan ada potensi cuaca ekstrem di Magelang serta Jepara.
"Besok Selasa (8/7) diperkirakan air laut pasang (rob) di perairan utara Jawa Tengah akan naik kembali. Waspada banjir rob yang masih merendam sejumlah daerah tersebut akan kembali naik," kata Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang Usman Effendi.
Ketinggian banjir rob di sejumlah daerah itu, menurut Usman Effendi, tergantung dari tinggi rendahnya struktur tanah di setiap daerah. Namun, Juli ini akan mencapai puncaknya pada 4–5, 12–18 dan 23–30, karena fenomena yang terjadi setiap tahun yakni dipengaruhi gaya gravitasi bulan dan matahari.
Frekuensi laut pasang pada tahun ini meningkat, sehingga genangan banjir rob terasa lebih lama, karena air laut belum sempat surut seluruhnya, laut sudah kembali pasang.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Risca Maulida mengatakan meskipun cuaca ekstrem menurun di sejumlah daerah pada Senin (7/7), namun hujan ringan-sedang berpeluang mengguyur daerah di Jawa Tengah terutama di kawasan pegunungan dan dataran tinggi pada sore hari hingga awal malam.
Angin bertiup dari arah timur ke selatan dengan kecepatan 5-25 kilometer per jam, suhu udara berkisar 19-33 derajat celcius dan kelembaban udara 60-95%, ketinggian gelombang di perairan selatan 1,25-2,5 meter dan di perairan utara Jawa Tengah 0,5-1,25 meter.(M-2)
BMKG memperingatkan gelombang tinggi hingga 2,5 meter disertai hujan badai dan angin kencang di perairan Jawa Tengah, Minggu (1/2).
BMKG: cuaca ekstrem berpotensi di 24 daerah di akhir pekan ini terutama di daerah Pantura dan Jawa Tengah bagian tengah.
BPBD DKI Jakarta juga meminta masyarakat untuk secara aktif memantau perkembangan informasi kondisi gelombang dan pasang air laut melalui laman resmi.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD DKI Jakarta mengimbau warga yang tinggal di kawasan pesisir Pantai Utara Jakarta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir rob.
Selain akibat naiknya permukaan air laut, banjir rob di di wilayah tersebut juga terjadi akibat curah hujan tinggi dan cuaca ekstrem.
Bahaya yang mengintai tidak hanya air laut, tapi juga dampak ikutan seperti angin puting beliung.
BMKG mengeluarkan peringatan dini status "Siaga" untuk wilayah pantura Jawa Tengah. Status ini merupakan level tertinggi yang berlaku mulai 21 hingga 31 Januari 2026.
Sejak pagi hujan ringan-sedang sudah mengguyur sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah, memasuki siang, sore hingga awal malam intensitas hujan berpeluang meningkat.
Tidak hanya itu, akibat gelombang tinggi penyeberangan antar pulau baik Jepara-Karimunjawa maupunTanjung Emas Semarang-Karimunjawa juga terhenti, termasuk kapal layar motor
Gelombang tinggi 1,25-2,5 meter masih berpotensi di sejumlah kawasan perairan utara Jawa Tengah yakni Pekalongan-Kendal, Semarang-Demak dan Pati-Rembang.
Sabtu (27/12) ribuan perahu dan kapal nelayan, sejak dini hari tidak bergerak dan ditambatkan di sejumlah pelabuhan perikanan di daerah di Pantura Jawa Tengah.
Cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang dan petir berpotensi terjadi di 25 daerah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved