Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
SELAIN cuaca ekstrem di daratan, gelombang tinggi di perairan Laut Jawa di pantura Jawa Tengah juga menjadi ancaman serius. Ribuan nelayan masih memilih menganggur karena ketinggian gelombang mencapai 2,5 meter.
Pemantauan Media Indonesia, Senin (30/1), ribuan nelayan di pantura Jawa Tengah mulai Brebes-Rembang masih memilih menganggur. Para nelayan seperti di Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang, dan Demak memilih kegiatan memperbaiki kapal dan jaring. Harga berbagai hasil tangkapan laut seperti ikan, udang dan cumi-cumi melonjak di pasaran karena jumlahnya tidak banyak.
"Menganggur dulu. Kami belum berani melaut karena cuaca buruk dan gelombang masih tinggi," ujar Sunaryo, 50, nelayan di Tambaklorok, Kota Semarang.
Selain itu, banyak kapal nelayan yang rusak, ungkap Sunaryo, akibat diterjang gelombang saat disandarkan di dermaga beberapa waktu lalu. Karenanya, para nelayan di kawasan ini memilih memperbaiki kapal. "Setidaknya ada 17 kapal di sini rusak dihantam gelombang," tambahnya.
Hal itu juga diungkapkan Sukarno, 53, nelayan di Wonokerto, Kabupaten Pekalongan. Sejak gelombang tinggi terjadi beberapa pekan lalu, tidak ada nelayan yang berani melaut karena khawatir terjadi musibah. Apalagi kapal yang dimiliki berukuran kecil dan sedang dengan mengandalkan mesin ukuran beberapa PK.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang kembali mengeluarkan peringatan aktivitas di perairan pantura Jawa Tengah. Ini karena ketinggian gelombang di Laut Jawa mencapai 1,25-2,5 meter.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang Retno Widyaningsih meminta warga beraktivitas di perairan tetap waspada. Gelombang tinggi masih menjadi ancaman hingga saat ini, terutama untuk nelayan dengan kapal ukuran kecil dan sedang. (OL-14)
Pemkot Semarang mengalokasikan anggaran sekitar Rp87 juta dari pengalihan beberapa kegiatan di Dinas Perikanan untuk mendukung program tersebut.
Angin kencang yang bertiup saat ini kecepatan naik dua kali lipat dibandingkan kondisi normal. Jika memaksakan diri untuk melaut bisa mengancam keselamatan mereka.
Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, menegaskan bahwa kemandirian pangan nasional tidak akan tercapai maksimal tanpa melibatkan potensi maritim secara progresif.
Nelayan setempat sudah tidak melaut sejak dua minggu terakhir akibat cuaca buruk.
Ribuan kapal dan perahu nelayan di sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah masih bertahan sandar di sejumlah pelabuhan perikanan dan muara sungai akibat gelombang tinggi dan badai.
Nelayan yang ingin melaut diimbau untuk waspada dan selalu mencari informasi terkait cuaca.
BMKG mengeluarkan peringatan dini status "Siaga" untuk wilayah pantura Jawa Tengah. Status ini merupakan level tertinggi yang berlaku mulai 21 hingga 31 Januari 2026.
Sejak pagi hujan ringan-sedang sudah mengguyur sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah, memasuki siang, sore hingga awal malam intensitas hujan berpeluang meningkat.
Tidak hanya itu, akibat gelombang tinggi penyeberangan antar pulau baik Jepara-Karimunjawa maupunTanjung Emas Semarang-Karimunjawa juga terhenti, termasuk kapal layar motor
Gelombang tinggi 1,25-2,5 meter masih berpotensi di sejumlah kawasan perairan utara Jawa Tengah yakni Pekalongan-Kendal, Semarang-Demak dan Pati-Rembang.
Sabtu (27/12) ribuan perahu dan kapal nelayan, sejak dini hari tidak bergerak dan ditambatkan di sejumlah pelabuhan perikanan di daerah di Pantura Jawa Tengah.
Cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang dan petir berpotensi terjadi di 25 daerah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved