Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 50 Ketua DPD Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) se-Sumatra dan Koperasi Perikanan melaksanakan Rapat Konsolidasi penguatan simpul jaringan koperasi perikanan di wilayah Sumatra dan Kepulauan Riau di Batam, Kepulauan Riau, Rabu (30/7). Konsolidasi ini dihadiri Ketua Umum DPP KNTI dan Asdep Kemenko Pangan RI, Staf Ahli Wakil Gubernur Provinsi Kepulauan Riau, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan serta Dinas Koperasi Provinsi Kepulauan Riau, Kepala Dinas Perikanan Kota Batam, serta media dan jaringan perguruan tinggi, dan CSO pegiat perikanan di Kota Batam.
Ketua Umum KNTI Dani Setiawan menyatakan bahwa Konsolidasi Koperasi KNTI se-Sumatra ini dimaksudkan untuk menajamkan visi dan strategi memperkuat peran kunci koperasi perikanan di basis-basis KNTI agar lebih besar perannya dalam pembangunan wilayah pesisir, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga nelayan dan masyarakat pesisir. Menurut Dani, pertemuan ini juga sangat penting untuk bertukar informasi, pengalaman, dan meningkatkan kapasitas pengurus koperasi untuk membangun strategi bersama termasuk melihat peluang-peluang usaha. Bagi KNTI, koperasi merupakan pilihan rasional bagi nelayan kecil untuk membangun kekuatan bersama dan tolong-menolong di tengah ancaman sistim ekonomi kapitalisme yang mengeksploitasi dan memiskinkan nelayan kecil di Indonesia.
"Nelayan kecil dan tradisional di Indonesia, khususnya Sumatra termasuk Kepulauan Riau, merupakan produsen pangan perikanan utama di Indonesia. Wilayah ini memiliki potensi ekonomi laut dan pesisir yang sangat besar dan diharapkan koperasi perikanannya dapat berfungsi optimal memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, sehingga dapat mengurangi kemiskinan, ketimpangan, dan meningkatkan kesejahteraan para anggotanya, yaitu nelayan dan masyarakat pesisir," tegas Dani.
Saat ini, Pemerintah Indonesia sedang gencar-gencarnya dengan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih. Keduanya membuka peluang bagi nelayan dan masyarakat pesisir terutama koperasi nelayan terlibat aktif dalam ekosistem ini, terutama mereka bekerja sebagai nelayan, pembudi daya ikan, maupun pengolah hasil perikanan. Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih harus menjadi instrumen menjawab persoalan-persoalan yang dihadapi nelayan, seperti kemudahan akses BBM subsidi, peningkatan kualitas hasil perikanan dan kelautan melalui keberadaan rantai dingin (cold chain), akses pasar, serta infrastruktur perikanan lainnya. Namun demikian tidak boleh mengabaikan pentingnya meningkatkan kapasitas dan kapabilitas masyarakat. Membangun masyarakat pesisir dan nelayan yang berdaya dan mandiri.
Bersamaan dengan konsolidasi ini diselenggarakan pelatihan dan diskusi terkait penguatan koperasi perikanan di Indonesia dengan mengundang sejumlah narasumber dan ahli koperasi. Melalui pelatihan ini, diharapkan peserta memahami tata cara pengelolaan bisnis secara berkelanjutan, khususnya dalam mengoptimalkan pemanfataan sumber daya perikanan dan kelautan yang ada di setiap wilayah, tetapi tetap mengedepankan kelestarian lingkungan, termasuk memperkuat resiliensi nelayan terhadap dampak perubahan iklim.
Hal senada disampaikan oleh Asisten Deputi Pengembangan Sumber Daya Perikanan Kemenko Pangan Cahyadi Rasyid. Ia menegaskan bahwa nelayan memiliki peranan signifikan dalam mewujudkan kedaulatan pangan dan berharap KNTI dapat menjadi ekosistem enabler yang memastikan terwujudnya kesejahteraan nelayan melalui usaha-usaha rakyat seperti koperasi nelayan.
Pertemuan ini juga menghasilkan beberapa rekomendasi yang akan dibawa oleh masing-masing ketua DPD dan Koperasi di setiap daerah untuk terus memperkuat koperasi, menjaga kekompakan dan saling berbagi informasi dan potensi peluang permodalan dan pasar. Para peserta juga menyepakati untuk membangun suatu jaringan koperasi perikanan yang lebih kuat secara nasioal yang bertugas untuk memperluas jaringan, informasi, dan mendorong akses peningkatan kapasitas usaha dan sumber daya manusia para pengurus dan anggota koperasi. (RO/I-2)
KPK mendalami dugaan aliran uang yang terafiliasi Bupati nonaktif Pati Sudewo melalui koperasi. Sejumlah saksi telah diperiksa penyidik di Gedung Merah Putih.
MENYIMAK paparan dari salah satu gerai waralaba yang populer di Indonesia saat ini sungguh menarik.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono memastikan bahwa Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih menjadi ekosistem ekonomi yang baru.
NASARI Digital (Nadi) menerapkan standar internasional pengelolaan keamanan informasi, seiring meningkatnya kebutuhan perlindungan data pada layanan koperasi dan UMKM berbasis digital.
ASOSIASI Koperasi Desa dan Kelurahan (Kopdes/kel) Merah Putih Seluruh Indonesia resmi dideklarasikan. Deklarasi ini menjadi tonggak penting penyatuan gerakan koperasi desa dan kelurahan.
Dukungan konkret dari pemerintah yang begitu besar pada koperasi saat ini dapat memberikan manfaat lebih luas.
SEBANYAK 12 negara pemilik pantai yang ada di Samudera Hindia menggelar pertemuan membahas ikan tuna di 30th Session of the Coastal States Alliance (CSA 030) 30-31 Januari 2026 di Kuta Bali.
Saat ini daya tampung Pelabuhan Muara Angke hanya berkisar 400 hingga 500 kapal.
Sebagai produsen ikan terbesar kedua di dunia, sekitar 95% tangkapan ikan Indonesia berasal dari perikanan skala kecil.
Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kendari mencatat produksi ikan di pelabuhan ituIkan Layang dan Tuna Dominasi Hasil Tangkapan di Pelabuhan Kendari mencapai 80–100 ton per hari.
Kementerian Kelautan dan Perikanan menyiapkan regulasi baru untuk mempermudah layanan perizinan usaha di sektor perikanan.
DOSEN UGM mengomentari penarikan (recall) terhadap produk udang beku merek Great Value di AS yang diimpor dari perusahaan Indonesia karena mengandung radioaktif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved