Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
Kementerian Koperasi (Kemenkop) resmi menjalin kerja sama dengan Pengurus Besar Al Jam’iyatul Washliyah untuk memperkuat pengembangan koperasi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan kesepakatan antara kedua pihak yang mencakup sejumlah program, mulai dari pelatihan koperasi, pengembangan usaha, hingga kolaborasi kegiatan ekonomi yang saling memberi manfaat.
“Kami tadi berdiskusi dan melaksanakan penandatanganan kerja sama antara Kementerian Koperasi dengan PB Al Jam’iyatul Washliyah. Beberapa kerja sama yang dilakukan di antaranya pelatihan, pengembangan usaha, dan berbagai program lain yang saling memberi manfaat bagi kedua belah pihak,” ujar Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono di Kantor Kemenkop, Jumat (13/3).
Ia menegaskan bahwa pemerintah terbuka untuk berkolaborasi dengan berbagai organisasi keagamaan maupun organisasi kemasyarakatan dalam mengembangkan koperasi di Indonesia. Menurut Ferry, penguatan koperasi merupakan amanat konstitusi yang tertuang dalam Undang-Undang Dasar 1945 dan juga menjadi salah satu fokus kebijakan pemerintahan Prabowo Subianto yang kembali menempatkan koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional.
“Gerakan koperasi ini bukan hanya milik Kementerian Koperasi, tetapi menjadi gerakan negara yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Karena koperasi adalah amanat para pendiri bangsa dan amanat konstitusi,” kata Ferry.
Ia juga menilai nilai-nilai dasar koperasi seperti kekeluargaan, kebersamaan, dan gotong royong perlu kembali diperkuat di tengah sistem ekonomi yang dalam beberapa dekade terakhir cenderung didominasi semangat individualisme. Dalam kerja sama tersebut, Kementerian Koperasi juga akan melibatkan Lembaga Pengelola Dana Bergulir KUMKM (LPDB) untuk mendampingi dan menginkubasi koperasi di lingkungan Al Washliyah.
“Kementerian Koperasi bersama LPDB dapat mendampingi, menginkubasi, bahkan membantu pembiayaan koperasi di lingkungan Al Washliyah, baik yang berada di pesantren maupun organisasi mereka,” jelas Ferry.
Ia menambahkan pemerintah juga tengah mendorong sinergi yang lebih luas antara koperasi dengan badan usaha milik negara maupun sektor swasta untuk memperkuat ekosistem koperasi nasional.
Selain itu, pemerintah juga terus mengembangkan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang saat ini jumlahnya telah mencapai lebih dari 32.000 unit dalam tahap pembangunan. Ferry menilai potensi koperasi berbasis pesantren dan organisasi keagamaan sangat besar, bahkan beberapa koperasi pesantren telah memiliki aset bernilai triliunan rupiah.
“Potensi koperasi pondok pesantren sangat besar. Yang kita bangun sekarang adalah ekosistemnya, agar koperasi besar bisa menjadi kakak asuh bagi koperasi yang lebih kecil melalui kolaborasi dan pendampingan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum PB Al Washliyah, Masyhuril Khamis, mengungkapkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, Al Washliyah mulai memperkuat peran di sektor ekonomi melalui berbagai lembaga keuangan dan koperasi.
“Sekarang kami fokus pada koperasi yang kami beri nama Koperasi At-Tijarah Al-Washliyah,” ujarnya.
Ia menambahkan kerja sama dengan Kementerian Koperasi diharapkan dapat mendorong pemberdayaan ekonomi anggota organisasi yang sebagian besar berasal dari kalangan masyarakat bawah, termasuk petani dan nelayan di berbagai daerah. Masyhuril mengatakan potensi koperasi di lingkungan Al Washliyah sebenarnya sudah ada di berbagai institusi pendidikan dan pesantren, namun selama ini berjalan secara mandiri tanpa koordinasi yang kuat.
“Di setiap sekolah kami ada koperasi, di setiap perguruan tinggi ada koperasi, dan di pesantren juga ada koperasi. Namun mereka hidup dengan caranya sendiri. Dengan pertemuan hari ini kami ingin menghidupkan kembali potensi itu,” tandasnya. (E-3)
Koperasi Desa Merah Putih nanti berperan sebagai off taker, supplier, sekaligus pool holding-nya (aset yang dimiliki bersama-sama).
MoU ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat koperasi petani Indonesia, dengan tujuan meningkatkan kedaulatan pangan dan mendukung kesejahteraan petani.
Koperasi Pondok Pesantren (Koppontren) Al-Kautsar Al-Akbar juga menyuplai kebutuhan dalam ekosistem program prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kemenkop juga menyiapkan program pendampingan keterampilan bagi masyarakat khususnya anggota koperasi yang sebelumnya memiliki kegiatan usaha produktif.
Kemenkop melalui LPDB telah memutuskan untuk menetapkan kebijakan restrukturisasi pembiayaan terhadap koperasi-koperasi yang terdampak bencana.
Nasaruddin meminta BMBPSDM untuk lebih peka terhadap dinamika sosial-keagamaan, mulai dari isu ekonomi umat hingga ketahanan keluarga.
Lembaga Wakaf Doa Bangsa (LWDB) secara resmi mengumumkan penempatan dana pokok wakaf sebesar Rp 440 juta ke instrumen syariah negara Sukuk Tabungan ST015T4, Kamis (27/11).
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Republik Indonesia bekerja sama dengan PT Paragon Technology and Innovation, dan Baznas Kabupaten Semarang menyelenggarakan pelatihan menjahit.
Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Jawa Timur menggaungkan gerakan baru, membangun kemandirian ekonomi umat melalui koperasi dan usaha produktif berbasis jamaah.
BAZNAS memeriahkan Zawa Funwalk 2025 dengan menghadirkan produk pemberdayaan mustahik, seperti ZCoffee, ZChicken, dan Paket Logistik Keluarga.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved