Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Menag Minta Maksimalkan Teknologi dan Kapasitas SDM Wujudkan Birokrasi Efisien

Rahmatul Fajri
30/1/2026 08:17
Menag Minta Maksimalkan Teknologi dan Kapasitas SDM Wujudkan Birokrasi Efisien
Menteri Agama Nasaruddin Umar(Dok Kemenag)

MENTERI Agama (Menag) Nasaruddin Umar menekankan pentingnya modernisasi birokrasi di lingkungan Kementerian Agama melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan optimalisasi teknologi. Nasaruddin menegaskan bahwa institusi yang produktif di era modern bukan dinilai dari besarnya biaya operasional, melainkan dari efisiensi dan dampak nyata bagi masyarakat.

“Dalam manajemen modern, semakin maju sebuah institusi, justru biaya operasionalnya semakin kecil. Kita perlu meng-upgrade SDM dan memaksimalkan pemanfaatan teknologi agar belanja organisasi tidak hanya habis untuk biaya rutin,” ujar Nasaruddin saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) Tahun 2026 di Jakarta, Kamis (29/1/2026).

Nasaruddin meminta BMBPSDM untuk lebih peka terhadap dinamika sosial-keagamaan, mulai dari isu ekonomi umat hingga ketahanan keluarga. Ia berharap badan ini bertindak proaktif dalam mengelola potensi keumatan yang besar.

Secara khusus, Nasaruddin meminta jajarannya untuk tidak sekadar melaporkan capaian seremonial. “Saya ingin badan ini rajin menyetor persoalan kepada menteri, bukan hanya menyetor kebaikan. Karena dari persoalan itulah kebijakan bisa diperbaiki,” tegasnya.

Fokus pada Digitalisasi dan Program Berdampak

Kepala BMBPSDM Kemenag RI, Muhammad Ali Ramdhani, menyatakan bahwa seluruh program kerja kini bertumpu pada tiga kata kunci, yakni rukun, maslahat, dan cerdas. Program prioritas seperti ekoteologi, pendidikan unggul, hingga penguatan ekonomi berbasis filantropi akan terus diakselerasi.

“Ikhtiar kita harus memberikan makna terhadap penguatan nilai-nilai keagamaan. Tiga kata kunci ini harus mewarnai seluruh program kerja sebagai wujud Kementerian Agama yang berdampak,” tutur Ali.

Ia menambahkan, BMBPSDM terus memperkuat perumusan kebijakan berbasis data melalui Indeks Kerukunan Umat Beragama dan Indeks Kesalehan Umat Beragama. Di bidang pengembangan SDM, model pelatihan digital Massive Open Online Course (MOOC) milik Kemenag diklaim telah menjangkau 1,5 juta peserta, melampaui target nasional.(H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya