Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

Menag Sebut Komunikasi Presiden dengan Ulama Jadi Fondasi Penting

M Ilham Ramadhan Avisena
03/2/2026 14:59
Menag Sebut Komunikasi Presiden dengan Ulama Jadi Fondasi Penting
Menteri Agama Nasaruddin Umar(ANTARA)

MENTERI Agama Nasaruddin Umar menilai komunikasi intensif antara Presiden dan para ulama menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia di kancah global. Menurutnya, relasi ulama dan umara (pemimpin) dalam periode pemerintahan saat ini berlangsung sangat positif dan produktif.

Nasaruddin menjelaskan, Prabowo secara rutin bertemu dengan para tokoh agama untuk menyampaikan perkembangan aktual, sekaligus membuka ruang dialog dua arah. Dalam pertemuan tersebut, ulama tidak hanya menerima informasi, tetapi juga memberikan masukan langsung kepada Prabowo sebagai umara.

"Jadi hubungan antara ulama dengan umara itu dalam periode ini sangat bagus ya. Saya kira itu sangat positif untuk bangsa kita seperti sekarang ini," kata Nasaruddin kepada pewarta di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/2). 

Salah satu isu global yang turut dibahas dalam pertemuan Presiden dengan tokoh-tokoh Islam adalah keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace (BoP). Nasaruddin menyebut Prabowo telah banyak menjelaskan posisi Indonesia kepada publik dan kepada para ulama.

Menyoal adanya penolakan dari sebagian organisasi masyarakat Islam terhadap keikutsertaan Indonesia di Dewan Perdamaian, Nasaruddin memandang hal itu sebagai dinamika wajar dalam masyarakat demokratis. Menurutnya, perbedaan pandangan sering muncul karena belum adanya pemahaman yang utuh.

"Memang kalau orang itu belum paham penjelasan dari Bapak Presiden berpotensi untuk berbeda pendapat. Tapi setelah orang mendengarkan penjelasannya secara rinci, ya maka apa yang disampaikan Bapak Presiden itu, maka pada akhirnya Alhamdulillah bisa saling memberikan masukan," ucap dia. 

Nasaruddin menegaskan Kementerian Agama bersikap proaktif dalam menyosialisasikan sikap dan kebijakan Prabowo terkait isu perdamaian global. Ia menyebut Kemenag telah menggelar berbagai forum akademik dan keagamaan untuk mengartikulasikan pernyataan presiden di tingkat internasional.

"Kami proaktif ya. Kami kan punya 57 UIN se-Indonesia. Jadi menanggapi pernyataan Bapak Presiden beberapa waktu yang lalu, kita langsung adakan empat seminar," tuturnya.

Seminar tersebut melibatkan pakar internasional dari Amerika, Australia, hingga Asia Tenggara, serta menghadirkan wartawan senior dari Palestina. Hasilnya kemudian dirumuskan dalam makalah ilmiah dan disebarluaskan kepada berbagai pihak.

Ia menilai upaya tersebut berhasil meluruskan banyak kesalahpahaman di tengah masyarakat. "Banyak tadinya yang salah paham tetapi begitu membaca hasil seminar yang dikemukakan oleh para tokoh, para ulama, dan para pakar, akhirnya oh iya," ungkapnya.

Ia juga menilai langkah Prabowo memiliki orientasi jangka panjang dan relevan dengan tantangan zaman. Ia bahkan membandingkannya dengan peristiwa Perjanjian Hudaibiyah dalam sejarah Islam, yang awalnya menuai penolakan namun terbukti membawa kebaikan.

"Kita berharap semoga Bapak Presiden melalui doanya para ulama, doanya warga masyarakat, Indonesia akan semakin memiliki posisi penting dalam dunia internasional," pungkas Nasaruddin. (Mir)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya