Headline
Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM pertemuan ilmiah (Nadwah) pertama Majma’ Fuqoha Jawa yang digelar di Pesantren Al-Arbain Demak, para ulama dan ahli fiqih meyoroti tentang klaim keturunan nasi Muhammad SAW di masyarakat.
“Kami merekomendasikan pemerintah untuk melarang penggunaan klaim keturunan Nabi secara publik oleh kelompok tersebut demi ketertiban sosiologis-keagamaan, serta menindak tegas oknum yang terbukti memalsukan sejarah maupun membangun makam palsu sesuai hukum yang berlaku,” kata Ketua Panitia Nadwah, Didin Syahbudin, dalam keterangan resminya, Minggu, (1/2).
Didin mengatakan, dalam pertemuan tersebut juga dikeluarkan keputusan keputusan (Qararat) terkait pembatalan keabsahan nasab klan Ba’alwi sebagai keturunan Nabi Muhammad SAW. Keputusan tersebut diambil berdasarkan kajian komprehensif dari tiga sudut pandang utama, yakni hukum Islam (Syara), catatan sejarah, dan tes genetika (DNA).
Ketua Panitia Nadwah, Didin Syahbudin, menyatakan bahwa pertemuan yang dihadiri puluhan ulama dan ahli fikih dari berbagai pesantren di Jawa ini menyimpulkan adanya ketidakterhubungan silsilah klan tersebut kepada Ahmad bin Isa pada abad ketiga Hijriah.
“Berdasarkan hasil simposium, para ahli fikih memutuskan bahwa nasab Ba’alwi tidak dapat dibuktikan secara sah. Kami menemukan fakta-fakta kuat yang menunjukkan adanya diskontinuitas sejarah dan bukti genetik yang tidak sesuai dengan garis keturunan Bani Hasyim,” ujar Didin Syahbudin.
Dalam keputusan resminya, Majma’ Fuqoha Jawa memaparkan tiga poin krusial. Pertama, dari sisi Syara, kitab-kitab nasab kuno dari abad ke-5 hingga ke-8 Hijriah tidak mencatat Ahmad bin Isa memiliki putra bernama Ubaydullah, yang diklaim sebagai leluhur Ba’alwi. Munculnya nama tersebut dalam kitab-kitab setelah abad ke-9 dinilai sebagai fenomena baru yang tidak memiliki landasan kuat (istifadlah).
Kedua, secara historis, sebelas nama dalam rantai silsilah klan tersebut dianggap sebagai tokoh fiktif yang keberadaannya tidak ditemukan dalam teks sejarah kontemporer pada zamannya.
etiga, bukti Genetik menunjukkan anggota keluarga Ba’alwi berada pada haplogroup G-M201. Hal ini berbanding terbalik dengan keturunan klan Bani Hasyim di berbagai penjuru dunia seperti keluarga penguasa Yordania dan Emir Mekah yang secara konsisten berada pada haplogroup J-L859.
Nadwah ini dihadiri oleh tokoh-tokoh ulama seperti KH Imaduddin Utsman Al-Bantani, KH Abbas Bili Yachsyi, hingga KH Faqih Mudawam Hadinegoro, yang secara kolektif menandatangani keputusan tersebut dalam bahasa Arab dan Indonesia. (H-3)
ISRA Mikraj merupakan salah satu momentum paling penting dalam sejarah Islam.
Temukan alasan mendalam mengapa Allah SWT memperjalankan Nabi Muhammad SAW dalam Isra Mikraj, mulai dari hiburan spiritual hingga perintah salat.
Banyak masyarakat bertanya, besok libur apa? Pertanyaan ini sering muncul terutama menjelang akhir pekan atau tanggal merah.
Lengkap! Bacaan sholawat Ibrahimiyah dalam Arab-Latin beserta arti, sejarah, dan keutamaannya. Amalan istimewa yang dibaca setiap salat dan penuh keberkahan.
Memasuki September 2025, umat Islam di seluruh dunia bersiap menyambut bulan penuh kemuliaan, yakni Rabiul Awal. Lalu, Maulid Nabi 2025 bertepatan dengan tahun berapa hijriah?
Selain kapasitasnya sebagai pendakwah nasional, kreativitas Ustaz Abdul Somad dalam mengemas pesan agama menjadi poin utama penilaian.
ASOSIASI Ma’had Aly Indonesia (AMALI) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) perdana di bawah kepengurusan masa khidmat 2026–2030 di Pondok Tahfidz Yanbu’ul Qur’an
BNPT mengunjungi pondok pesantren asuhan KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha di Rembang, Jawa Tengah, Kamis (20/11/2025).
PIMPINAN Pusat Al Irsyad Al Islamiyyah menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) bertema 'Menggokohkan Peradaban Melahirkan Cendekiawan dan Ulama Berakhlak Mulia'.
PCNU Kabupaten Tasikmalaya menyerukan agar seluruh masyarakat menahan diri agar tidak terjadi konflik horizontal dan perpecahan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved