Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
ASOSIASI Ma’had Aly Indonesia (AMALI) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) perdana di bawah kepengurusan masa khidmat 2026–2030 di Pondok Tahfidz Yanbu’ul Qur’an Menawan, Kudus pada 9 - 11 Januari 2026. Rakernas itu disebut menjadi momentum penting konsolidasi nasional ma’had aly sekaligus peneguhan arah strategis pengembangan pendidikan keulamaan berbasis pesantren dengan orientasi global.
"Rakernas ini diharapkan menjadi tonggak penting penguatan peran ma’had aly sebagai pusat kaderisasi ulama yang berakar pada tradisi keilmuan pesantren dan berorientasi global," ujar Ketua AMALI, KH Nur Salikin dalam keterangan yang diterima (11/1).
Salikin menegaskan pentingnya sinergi nasional antar-ma’had aly untuk memperkuat tridharma ma’had aly, yakni tarbiyah (pendidikan), khidmah (pengabdian), dan bahts (riset keilmuan).
Menurutnya, penguatan ma’had aly harus dibangun melalui kolaborasi yang solid antarpesantren serta kemitraan strategis dengan Kementerian Agama melalui pendekatan bottom-up yang berangkat dari kebutuhan riil pesantren.
Selain itu, AMALI juga menaruh perhatian besar pada peningkatan kualitas sumber daya manusia pengajar ma’had aly. Salikin juga mendorong perluasan akses beasiswa pendidikan lanjut bagi dosen, baik jenjang S2 maupun S3.
Ia berharap skema beasiswa LPDP melalui Puspenma Kementerian Agama dapat dimaksimalkan agar setiap ma’had aly memiliki kesempatan berkelanjutan dalam pengembangan kapasitas akademik pengajarnya.
Rakernas ini dihadiri tokoh nasional, akademisi, serta perwakilan pemerintah. Di antaranya, M Ilyas Marwal dari Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII). Dalam sambutannya, ia mengungkapkan rencana pembukaan program studi khusu dirasah turatsiyah sebagai jalur lanjut studi bagi alumni ma’had aly.
UIII juga mendorong penguatan kerja sama internasional, termasuk program pengiriman santri hafiz 30 juz ke Timur Tengah. Salah satu kerja sama yang tengah dijajaki adalah dengan Universitas Muhammad VI Rabat, Maroko, khususnya pada spesialisasi qira’at asyrah di bawah naungan ta’lim al-‘atiq Universitas al-Qarawiyyin.
Dalam Rakernas itu, Sekretaris Jenderal Majelis Masyayikh sekaligus penasihat AMALI, KH Muhyiddin Khatib melantik 30 pengurus baru. Hadir pula Direktorat Pesantren Kementerian Agama yang diwakili Kasubdit Ma’had Aly, Mahrus El Ma’wa.
Dalam sambutannya, Mahrus menyampaikan apresiasi atas peran strategis AMALI dalam memperkuat jejaring Ma’had Aly secara nasional. Ia menegaskan komitmen Kementerian Agama untuk terus menjadi mitra kolaboratif AMALI, sekaligus mengungkapkan rencana pengembangan Subdirektorat Ma’had Aly menjadi Direktorat Ma’had Aly dalam lima tahun ke depan.
Rakernas kemudian dilanjutkan dengan perumusan program kerja serta peta jalan strategis lima tahunan dengan mengusung tema “Menyatukan Langkah, Menyelesaikan Masalah: Konsolidasi Nasional Ma’had Aly Berbasis Kolaborasi.”
Dari forum tersebut, Rakernas AMALI juga menghasilkan tiga rekomendasi utama, yakni perlunya regulasi khusus bagi muhadir atau dosen Ma’had Aly untuk menjamin keberlanjutan kelembagaan, penguatan kaderisasi dosen melalui beasiswa pendidikan lanjut secara berkelanjutan, serta keadilan akses KIP dan anggaran beasiswa, termasuk optimalisasi Dana Abadi Pendidikan dan Pesantren. (M-3)
MANTAN Wakil Presiden (Wapres) RI Prof. Dr. (H.C.) K.H. Ma'ruf Amin menekankan peran penting pesantren sebagai 'pabrik kyai' yang menyiapkan dan mencetak santri menjadi kyai serta ulama.
Alumni Gontor 2006 menjalankan program Minhat Yatama, yaitu pengumpulan donasi rutin setiap bulan untuk membantu anak-anak yatim dari keluarga teman satu angkatan.
Lembaga pendidikan ini dinilai unggul dalam mengintegrasikan kurikulum modern dan salaf yang relevan dengan perkembangan zaman.
Kemenhut melalui UPT Koordinator Wilayah Aceh terus melakukan percepatan penanganan dampak bencana banjir berupa pembersihan tumpukan kayu dan material
Pesantren dipandang sebagai laboratorium sosial yang efektif dalam menanamkan nilai kebangsaan, etika publik, dan tanggung jawab sosial.
Selain kapasitasnya sebagai pendakwah nasional, kreativitas Ustaz Abdul Somad dalam mengemas pesan agama menjadi poin utama penilaian.
BNPT mengunjungi pondok pesantren asuhan KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha di Rembang, Jawa Tengah, Kamis (20/11/2025).
PIMPINAN Pusat Al Irsyad Al Islamiyyah menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) bertema 'Menggokohkan Peradaban Melahirkan Cendekiawan dan Ulama Berakhlak Mulia'.
PCNU Kabupaten Tasikmalaya menyerukan agar seluruh masyarakat menahan diri agar tidak terjadi konflik horizontal dan perpecahan
DIREKTORAT Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag) RI untuk pertama kalinya menggelar Musabaqah Qira'atil Kutub (MQK) tingkat Internasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved