Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Waspada Cuaca Ekstrem dan Banjir Rob di Pantura Jawa Tengah

Akhmad Safuan
21/12/2025 19:31
Waspada Cuaca Ekstrem dan Banjir Rob di Pantura Jawa Tengah
Warga bersama sejumlah anggota TNI membersihkan material longsor yang terjadi akibat hujan lebat di Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan, Jateng .(MI/Akhmad Safuan)

HUJAN dengan intensitas ringan hingga sedang mengguyur sejumlah wilayah di Jawa Tengah pada Minggu (21/12) malam. Namun, memasuki dini hari, intensitas hujan diprediksi meningkat hingga berpotensi memicu cuaca ekstrem di 25 daerah. Selain itu, masyarakat di pesisir utara (Pantura) diminta mewaspadai ancaman banjir rob yang kembali meningkat.

Pemantauan Media Indonesia menunjukkan intensitas hujan yang tinggi telah memicu bencana longsor di Dukuh Pamutuh Krajan dan Pamutuh Wetan, Kecamatan Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan. Material longsor menutup jalan penghubung antardesa. Selain longsor, angin puting beliung dilaporkan melanda Cilacap dan Kendal, merusak sejumlah bangunan.

"Rumah saya roboh akibat diterjang angin ribut setelah sebelumnya hujan lebat mengguyur sejak sore. Saya dan keluarga mengungsi di rumah saudara," ujar Atin, warga Desa Pagerdawung, Kecamatan Ringinarum, Kabupaten Kendal.

Staf Koramil Lebakbarang, Peltu Samiran, menyebut longsor di wilayahnya merupakan kejadian berulang. "Material longsor berupa tanah, batu, serta pohon tumbang menimbun badan jalan di dua titik. Kita langsung kerahkan anggota untuk melakukan pembersihan," jelasnya.

Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang, Retna Swasti Karini, memperingatkan bahwa meski gelombang laut cenderung menurun, potensi banjir rob di perairan utara Jawa Tengah justru meningkat pada malam hingga dini hari.

"Air laut pasang di perairan utara Jawa Tengah meningkat dengan ketinggian maksimum 1 meter. Kondisi ini berdampak banjir di sejumlah daerah di Pantura," ungkap Retna, Minggu (21/12) petang.

Secara terpisah, Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Agus Triyono, mengungkapkan cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang dan petir berpotensi terjadi di 25 daerah. Warga diminta mewaspadai bencana hidrometeorologi susulan.

Wilayah yang diprediksi terdampak meliputi Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Karanganyar, Blora, Rembang, Pati, Kudus, Jepara, Demak, Temanggung, Kajen, Pemalang, Slawi, Brebes, Surakarta, Tegal, Bumiayu, Majenang, dan Ambarawa.

"Angin pada umumnya bertiup dari timur ke barat daya dengan kecepatan 3-15 kilometer per jam. Suhu udara berkisar 15-29 derajat celcius dengan kelembapan 65-95 persen," pungkas Agus. (AS/P-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eksa
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik