Headline

Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.

Baru Digunakan, Dua Bangunan Gedung SMA di Pekalongan Ambruk

Supardji Rasban
23/2/2026 23:40
Baru Digunakan, Dua Bangunan Gedung SMA di Pekalongan Ambruk
Tampak dari luar bagian gedung SMA N 3 di Pekalongan yang mabruk.(MI/Supardji Rasban)

BARU digunakan, dua bangunan gedung baru SMA N 3 di Pekalongan, Jawa Tengah, ambruk. Dua bangunan gedung itu ambruk setelah diguyur hujan deras selama beberapa hari terakhir.

Bagian atap ruangan kamar mandi dan toilet serta ruang perpustakaan sekolah tidak bisa difungsikan lantaran rusak parah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMA N 3 Pekalongan, Moh Dulsalam, menyampai jika atap bangunan gedung yang mabruk terjadi secara tiba-tiba saat dirinya masih berada di ruang kerja, yakni pada Jumat (20/2/2026). 

“Saat saya keluar, ternyata atap ruang perpustakaan yang berada di lantai dua ambruk. Saya lalu meihat untuk memastikan ada orang di dalanya apa tidak,” tutur Dulsalam, Senin (23/2/2026).

Dulsalam menerangkan jika dua bangunan yang ambruk merupakan bagian dari proyek revitalisasi sekolah yang hampir selesai. Sedangkan Dulsalam sendiri mulai menjabat sebagai Plt Kepala Sekolah pada 20 November 2025, ketika pembangunan hampir rampung.

Setelah ambruknya dua banguna ambru, pihak sekolah kemudian berkoordinasi dengan atasan, termasuk Dinas Pendidikan Wilayah XII, dan kepala sekolah sebelumnya. Selain itu,  tim teknis juga segera dihubungi. 

“Kepada tim teknis kami minta untuk melakukan kajian secara objektif. Jika nanti berdampak ke ruang lain, kami minta diperbaiki semu,” terang Dulsalam.

Lanjut Dulsalam, beberapa hari terakhir wilayah Pekalongan memang diguyur hujan deras disertai angin kencang. Tapi penyebab pasti masih dalam tahap kajian. Dugaan sementara, atap bangunan menggunakan konstruksi multi-roof, namun akan dipastikan kembali apakah sesuai dengan spesifikasi teknis.

“Proyek revitalisasi sekolah tersebut bersumber dari dana APBN melalui Kementerian Pendidikan dengan nilai anggaran sekitar Rp3,6 miliar dan dilaksanakan melalui skema swakelola oleh pihak sekolah,” jelas Dulsalam seraya menambahkan revitalisasi mencakup tiga ruang kelas dan satu ruang perpustakaan serta kamar mandi.

“Sedangkan bangunan lain merupakan gedung lama, yang lokasinya di lantai dua,” pungkasnya.

Kepala Bidang SMA Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Kusno, mengaku prihatin atas kejadian tersebut dan telah meminta sekolah segera mengamankan lokasi.

“Untungnya edung yang ambruk bukan ruang kelas, sehingga tidak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Kami juga memastikan yang melakukan pekerjaan bertanggung jawab penuh,” ujar Ksuno. 

Menurut Kusno, pihaknya akan melakukan evaluasi agarkejadian tersebut tidak terulang lagi.

“Kami belum bisa menaksir berapa kerugiannya. Tapi yang jelas  panitia pelaksana di sekolah bertanggung jawab,” tegas Kusno. (JI)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya