Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PERSOALAN stunting secara nasional telah ditetapkan sebagai salah satu prioritas, termasuk bagi Bank NTT. Hal itu karena stunting berpengaruh terhadap tingkat kecerdasan anak dan status kesehatan pada saat dewasa.
Stunting, dalam jangka panjang akan berdampak buruk tidak hanya terhadap tumbuh kembang anak tetapi juga terhadap perkembangan emosi yang berakibat pada kerugian ekonomi.
Pemerintah pusat bahkan menargetkan tahun 2024 mendatang, angka stunting harus turun hingga 14%, dan target pemerintah provinsi NTT pada angka 10 %. Saat ini, angka stunting di Flores Timur –sesuai data dari Dinas P2KBP3A pada bulan timbang Agustus 2023, masih berada pada 18,1 %.
Baca juga : NTT Diguyur Hujan Ringan, Suhu Masih 35-37 Derajat Celcius
Melihat persoalan ini, Bank NTT Cabang Larantuka pun memberikan perhatian yang besar bagi percepatan penurunan angka stunting.
Hal ini terwujud dalam pemberian Sumbangan Peduli Sunting senilai Rp50 juta dari Bank NTT kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Flores Timur.
Sumbangan stunting itu diserahkan oleh Pimpinan Cabang Bank NTT Larantuka, Mikael Johanis Ndolu kepada Penjabat Bupati Flores Timur, Drs. Doris Alexander Rihi, M.Si (Kamis, 21/12/2023) di desa Lewohedo, Solor Timur.
Baca juga : Sambut HUT ke-61, Bank NTT Cabang Larantuka Beri Bantuan Bagi 61 Balita Stunting
Penyerahan sumbangan ini dilaksanakan sebagai bagian dari acara Relokasi Kantor Fungsional Bank NTT dari desa Pamakayo, Solor Barat ke Desa Lewohedo di Kecamatan Solor Timur.
Di samping memberikan Sumbangan Peduli Stunting, Bank NTT Cabang Larantuka juga memberikan dukungan terhadap usaha penyelamatan dan penangkaran penyu berupa Sumbangan Bantuan Upaya Penyelamatan dan Penangkaran Penyu kepada Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Desa Sulawaseng Kecamatan Solor Selatan senilai 15 juta rupiah.
Penjabat Bupati dalam sambutannya mengapresasi sumbangan ini sebagai bagian dari kepedulian bersama mengatasi persoalan stunting di Flores Timur.
Baca juga : NTT Targetkan Stunting Turun hingga 10% pada 2023
“Stunting ini adalah persoalan kita bersama, bahkan jadi prioritas nasional sehingga harus melibatkan banyak pihak untuk mengatasinya. Ini adalah kepedulian nyata yang harus diapresiasi sebagai kepedulian Bank NTT,” sebutnya.
Doris lebih lanjut menegaskan bahwa upaya penanganan stunting tidak dapat diselesaikan oleh Pemda melalui instansi terkait semata karena keterbatasan anggaran dan sumber daya yang ada. Oleh karena itu, sumbangan ini menjadi motivasi tersendiri bagi upaya bersama dalam percepatan penurunan stunting.
“Saya tegaskan agar sumbangan ini harus dimanfaatkan dan diawasi secara baik sehingga pemanfaaannya menjadi efektif dan efisien. Terima kasih Bank NTT yang sudah mewujudkan kepeduliannya bagi anak-anak di Flores Timur,” ungkapnya.
Baca juga : FKUI Gelar Pelatihan Pencegahan Stunting untuk Dokter di NTT
Pimpinan Bank NTT Cabang Larantuka, Mikael Johanis Ndolu pun mengungkapkan bahwa sumbangan ini adalah bentuk kepedulian Bank NTT terhadap generasi masa depan bangsa.
“Bank NTT melihat bahwa masa depan bangsa ini ada di tangan generasi selanjutnya, yakni anak-anak, sehingga anak-anak harus betul-betul diperhatikan sejak saat ini sehingga mereka mampu tumbuh secara normal dan memberikan andil yang positif terhadap pembangunan bangsa,” sebutnya.
Selain sumbangan bagi penurunan stunting, Bank NTT selama ini juga telah mendukung pembangunan di Flores Timur berupa dua mobil dump truk pengangkut sampah serta pengelolaan taman Herman Fernandez di Larantuka.
Setelah meresmikan kantor, Penjabat Bupati kemudian menyempatkan diri untuk meninjau ke dalam ruangan kantor. Hadir pula dalam acara ini, Kepala Desa Lewohedo, Andreas Peni Ama Koten, Camat Solor Timur, Abdul Wahid Bapa Ana, SE, M.Si, Plt. Camat Solor Selatan, Benediktus Masi Jawan, Pastor Paroki Kunjungan Santa Perawan Maria Pamakayo, RD. Robertus Lagamanu, sejumlah Pimpinan OPD dan Kabag Setda Flores Timur. (Z-4)
IA sampai pada ujung hidupnya. Tapi narasi kepergiannya tak berujung. Ia pergi dalam sunyi. Pamit dalam diam. Diam dan sunyi itu menjadi saksi terakhir ziarah hidupnya.
KOMISI Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta lembaga terkait memberikan pendampingan psikososial untuk saudara dan keluarga anak korban bunuh diri di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sebelum peristiwa tragis tersebut terjadi, korban sering meminta ibunya untuk melakukan pencairan dana Program Indonesia Pintar (PIP) untuk memenuhi kebutuhan sekolah.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas berpulangnya siswa tersebut.
Kehadiran tim psikologi Polda NTT merupakan respons cepat dan terukur untuk memastikan keluarga korban mendapatkan penguatan mental yang memadai.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) sekaligus Juru Bicara Presiden, Prasetyo Hadi, menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa ini.
IA sampai pada ujung hidupnya. Tapi narasi kepergiannya tak berujung. Ia pergi dalam sunyi. Pamit dalam diam. Diam dan sunyi itu menjadi saksi terakhir ziarah hidupnya.
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.
USAI meninggalnya seorang anak di Kabupaten Ngada, Polri menyalurkan bantuan perlengkapan sekolah ke sejumlah wilayah terpencil di Nusa Tenggara Timur (NTT).
CUACA buruk berupa angin kencang dan gelombang tinggi mulai melanda perairan Sumba, Nusa Tenggara Timur. Kondisi ini berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran.
MENTERI Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin melakukan kunjungan kerja ke Batalyon Infanteri (Yonif) TP 877/Biinmaffo di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur.
Kepala Stasiun Meteorologi El .Tari Kupang, Sti Nenot’ek, mengimbau masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan sedang hingga lebat
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved