Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
BRI Insurance (BRINS) bekerja sama dengan Islamic Insurance Society (IIS) kembali menggelar seminar literasi Asuransi Syariah kepada ratusan Mahasiswa Fakultas Sains dan Analitika Data (FSAD) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) pada Selasa (28/11).
Kegiatan yang dilakukan tersebut mengangkat dua tema yaitu “Mengenal Asuransi Syariah” yang disampaikan oleh Eka Indria Sari selaku EVP Bisnis Syariah PT. BRI Asuransi Indonesia dan tema “Prinsip Dasar Aktuaria dalam Konsep Asuransi Syariah” yang disampaikan oleh Nurdin Kosasih selaku perwakilan dari IIS.
Tujuan literasi kali ini adalah memberikan pengenalan asuransi syariah sejak dini dan edukasi kepada calon-calon aktuaris dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember sebelum terjun ke masyarakat baik sebagai nasabah asuransi syariah maupun sebagai praktisi aktuaris di industry perasuransian Syariah sejalan dengan POJK Nomor 69 tahun 2016 yang mewajibkan setiap perusahaan asuransi memiliki tenaga ahli dan aktuaris perusahaan.
Baca juga : Financial Literacy for YOUth Festival Tingkatkan Literasi Generasi Muda
“Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan OJK di akhir 2022, tercatat tingkat literasi keuangan syariah baru mencapai 9,14% sedangkan tingkat inklusi keuangannya hanya 12,12%”
Selanjutnya, melalui konfirmasi Budi Legowo Direktur Utama BRI Insurance menjelaskan bahwa kegiatan literasi ini merupakan wujud komitmen BRI Insurance dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Syariah melalui peningkatan iiterasi dan inklusi asuransi syariah khususnya di kalangan generasi muda. “BRI Insurance menyadari pentingnya literasi asuransi sejak dini bagi para mahasiswa khususnya dibidang aktuaria yang sangat relevan bagi dunia perasuransian karena mereka merupakan bibit-bibit penerus bangsa dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi Syariah di masa mendatang,” kata Budi.
“Kami berharap melalui kegiatan ini para generasi muda menjadi lebih aware mengenai pentingnya memiliki asuransi sebagai proteksi diri sekaligus meningkatkan minat mereka untuk menjadi praktisi professional di bidang asuransi di masa depan” ucap Eka menutup acara.
Selain itu, dengan semangat menjadi mitra terpercaya yang andal untuk solusi perlindungan sesuai dengan visinya, BRI Insurance juga berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik untuk perlindungan yang aman dan mudah kepada Masyarakat lewat proteksi kerugian dan dapat diakses melalui Aplikasi BRINSMobile dan website www.brins.co.id. (B-4)
Produk ini g dirancang untuk membantu keluarga Indonesia mempersiapkan perlindungan keuangan keluarga sekaligus perencanaan warisan lintas generasi.
PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life), anggota Holding BUMN IFG yang bergerak di bidang asuransi, penjaminan, dan investasi, memperkuat kualitas layanan kepada pemegang polis.
PT Jasaraharja Putera membukukan kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun 2025.
Sepanjang 2025, Asuransi Jasindo secara konsisten menggelar berbagai program literasi keuangan dan asuransi di 11 kota di Indonesia.
Pencapaian ini menjadi bukti nyata atas konsistensi Hanwha Life dalam melakukan transformasi digital berkelanjutan selama 12 tahun beroperasi di Indonesia.
Pepe menegaskan fokus perusahaan ke depan akan diarahkan pada penguatan fundamental dan pertumbuhan berkelanjutan.
KKN tematik ini tidak hanya menjadi sarana pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga wadah pembelajaran bagi mahasiswa agar lebih peka terhadap isu-isu sosial.
Ketidakjelasan ini disebut menyebabkan warga negara tidak dapat memprediksi secara rasional apakah kritik atau pendapatnya dapat dipidana.
Posisi Turki sangat strategis sebagai lokasi belajar bagi pemuda dunia. Menurutnya, negara tersebut merupakan laboratorium hidup di mana peradaban bertemu dan berkolaborasi secara nyata.
Selain mahasiswa Polstat STIS yang terdiri dari 227 mahasiswa dan 283 mahasiswi, BPS juga mengerahkan 50 pegawai BPS Pusat, serta pegawai BPS di kabupaten/kota terdampak.
mitigasi bencana tidak dapat hanya bertumpu pada pembangunan fisik, tetapi juga harus menyentuh perubahan perilaku serta penguatan kesiapan mental masyarakat
Guru dan mahasiswa dilibatkan dalam pendidikan gizi di sekolah penerima MBG untuk meningkatkan kesadaran nutrisi dan mengoptimalkan konsumsi makanan siswa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved