Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
PEDAGANG sayuran di Pasar Cipanas Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mengeluhkan tingkat penjualan yang cenderung menurun. Kondisi itu dipicu naiknya berbagai komoditas, terutama cabai.
Seperti diungkapkan Wahid, 47, pedagang sayuran di Pasar Cipanas. Ia mengaku bingung dengan kondisi harga saat ini, terutama cabai, yang makin melonjak.
"Bingung bin pusing, pak. Harga-harga sekarang pada naik. Bingung *ngejualnya*," kata Wahid kepada Media Indonesia, Selasa (7/11).
Ia mencontohkan harga cabai merah keriting yang sekarang naik jadi Rp80 ribu per kilogram dari sebelumnya kisaran Rp60 ribu-Rp65 ribu per kilogram.
Demikian juga cabai rawit merah yang semula Rp55 ribu, sekarang naik jadi Rp80 ribu per kilogram. Sedangkan harga cabai rawit hijau sekarang Rp70 ribu dari sebelumnya kisaran Rp55 ribu per kilogram.
"Lebih kurang sudah semingguan harganya naik," ungkapnya.
Wahid menyebutkan penyebab naiknya harga cabai akibat faktor cuaca. Pasalnya, banyak petani yang mengalami gagal panen.
Baca juga:
> Harga Cabai Tembus Rp80.000 per Kilogram
> Bupati Cianjur Janjikan Bantuan Bagi Warga Korban Cuaca Ekstrem
"Kemungkinan berdampak terhadap produksi yang berkurang. Akibatnya harga jadi mahal," tuturnya.
Naiknya harga cabai banyak dikeluhkan para pembeli. Namun Wahid tidak bisa berbuat apa-apa.
"Kalau sebelumnya ada yang beli Rp5 ribu juga saya layani. Biasanya buat bikin sambal. Sekarang dengan harga segitu, saya mau menjualnya juga bingung," ucap Wahid.
Wahid berharap harga beberapa komoditas, terutama cabai, bisa kembali seperti semula. Peran pemerintah sangat dibutuhkan agar harga terkendali.
"Kalau harga naik itu sebetulnya bagi kami bukan untuk. Bisa dikatakan rugi, karena pembeli berkurang, sehingga barang susah dijual. Mudah-mudahan bisa kembali normal harganya," pungkas Wahid. (Z-6)
Kementerian Pertanian (Kementan) bersama para champion cabai melaksanakan Gerakan Aksi Guyur Pasokan Cabai ke Pasar Induk Kramat Jati (PIKJ), Jakarta.
Kenaikan harga cabai rawit merah dipicu berkurangnya pasokan dari Kabupaten Kepahiang, sementara harga beras premium Rp16.000/kg dan beras medium Rp13.750/kg.
KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) memastikan ketersediaan aneka cabai di Provinsi Jawa Barat dalam kondisi sangat aman untuk kebutuhan menjelang Ramadan dan Idul fitri 2026.
Harga daging sapi terpantau Rp140.000 per kilogram, daging kambing Rp160.000, ayam ras Rp42.000, ayam kampung Rp65.000. Serta minyak goreng berada di kisaran Rp15.700 per liter.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Pasar Kanggraksan, Kota Cirebon, harga cabai rawit merah kini sudah mencapai Rp100 ribu per kilogram dari sebelumnya hanya Rp60 ribu per kilogram.
Gubernur Bangka Belitung. Hidayat Arsani mengatakan, cabai merupakan salah satu pangan yang menyumbang inflasi di Babel.
Penanganan kasus terkait PJU Cianjur oleh Kejaksaan Negeri Cianjur dinilai sangat sarat kriminalisasi.
fluktuasi harga berbagai komoditas pangan dipengaruhi faktor pasokan dan permintaan.
Penanganan dinilai lebih menyerupai upaya kriminalisasi terhadap kesalahan administrasi daripada pembuktian tindak pidana murni.
Pencetakan SPPT merupakan kegiatan rutin tahunan yang nanti akan didistribusikan kepada para wajib pajak.
Pengelola PKBM harus berjuang mencetak SDM yang berdaya saing. Langkah itu sejalan dengan semangat meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dari sektor pendidikan.
HARGA sejumlah komoditas pangan kebutuhan masyarakat di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, merangkak naik mendekati Ramadan 1447 Hijriah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved