Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi mencatat, pada akhir pekan lalu, beberapa kecamatan dilanda tanah longsor dan angin puting beliung. Sejumlah rumah warga mengalami kerusakan akibat bencana tersebut.
"Tidak ada korban jiwa pada kejadian bencana ini, namun ada sejumlah rumah mengalami kerusakan," kata Humas BPBD Kabupaten Sukabumi Sandra Fitria di Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (6/11).
Salah satu rumah yang terdampak cukup parah berada di Kampung Cikareo, Kecamatan Parakansalak roboh. Hunian semi permanen yang dihuni dua warga itu roboh.
Baca juga: BPBD Tasikmalaya Bersiap Hadapi Bencana Hidrometeorologi
Selain itu, di Kampung Gununjati, Kecamatan Kadudampit, longsor mengakibatkan jalan sepanjang tiga meter terputus sehingga tidak bisa dilalui kendaraan.
Sandra mengatakan longsor terjadi karena cuaca ekstrem yakni ujan deras yang disertai angin kencang.
Baca juga: 82 Bangunan Rusak Akibat Gempa Magnitudo 6,6
Ia mengatakan seluruh kejadian bencana tersebut sudah ditangani petugas Penanggulangan bencana kecamatan (P2BK) bersama unsur forum komunikasi pimpinan kecamatan (Forkopimcam) dan sejumlah lembaga lainnya.
"Sementara untuk bantuan darurat sudah mulai diserahkan kepada warga yang terdampak. Namun untuk bantuan berupa bahan bangunan masih akan dikoordinasikan dengan instansi terkait," tandasnya. (Ant/Z-11)
Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh pada akhir November lalu meninggalkan dampak serius bagi petani, pekebun, dan petambak.
Selain itu, perhatikan tanda alam seperti awan Cumulonimbus yang berbentuk seperti bunga kol berwarna gelap, yang seringkali menjadi penanda akan terjadinya hujan lebat disertai petir.
DALAM empat hari puluhan bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan angin puting beliung melanda Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.
Pasca-longsor Citeureup, Bogor,BMKG ingatkan potensi pergerakan tanah di Jawa Barat Selatan hari ini 13 Januari 2026 serta potensi cuaca ekstrem dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi.
BMKG memperingatkan potensi hujan lebat hingga sangat lebat akibat cuaca ekstrem yang meluas di berbagai wilayah Indonesia pada periode 13–19 Januari 2026.
Sementara itu, cuaca ekstrem berupa angin kencang merusak rumah warga di Bekasi dan Sukabumi.
Pesisir pantai selatan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, diwaspadai terjadi potensi banjir rob. Kondisi itu menyusul peringatan dini yang dikeluarkan BMKG.
TANAH longsor, banjir, dan cuaca ekstrem masih mewarnai sejumlah daerah di Jawa Barat.
Pergerakan tanah di wilayah itu terjadi pada Rabu (14/1) sekitar pukul 05.30 WIB. Lokasi tersebut dikenal rawan pergerakan tanah
Sementara itu, cuaca ekstrem berupa angin kencang merusak rumah warga di Bekasi dan Sukabumi.
Wilayah yang terdampak cuaca ekstrem antara lain akses ke kawasan Geopark Ciletuh Palabuhanratu
Dedi berjanji akan menindaklanjuti permintaan itu, sehingga ada kejelasan dan penyelesaian terhadap 500 rumah yang rusak akibat banjir dan longsor.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved