Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kota Denpasar menggandeng Polresta Denpasar untuk mencegah keberadaan geng motor dan kenakalan remaja SMP. Hal ini guna mengantisipasi pelanggaran hukum serta mencegah terjadinya tindakan negatif para siswa.
Demikian terungkap saat pelaksanaan Rapat Koordinasi Kenakalan Remaja yang dipimpin Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Kapolresta Denpasar, Kombes Pol. Bambang Yugo Pamungkas di Graha Sewakadarma Kota Denpasar, Jumat (13/10).
Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, Sekda Kota Denpasar Ida Bagus Alit Wiradana, Kepala Sekolah SMP se-Kota Denpasar, Ketua Komite Sekolah SMP se-Kota Denpasar, serta undangan lainnya.
Baca juga : Konvoi Bawa Senjata Tajam, Lima Remaja di Tangerang Ditangkap Polisi
Kapolresta Denpasar Kombes Bambang Yugo Pamungkas mengatakan, permasalahan kenakalan remaja saat ini di Kota Denpasar harus segera ditangani. Aksi geng motor yang kian marak di Kota Denpasar akhir-akhir ini membuat resah masyarakat.
Bahkan, beberapa aksi mereka diketahui sampai melukai korban, mengambil barang pribadi korban hingga viral di media sosial. Dan yang lebih disayangkan lagi, para geng motor ini masih di bawah umur atau remaja.
Baca juga : Enam Anggota Geng Motor Tebar Teror Penyerangan, Satu Ditembak
Terkait maraknya aksi geng motor yang mayoritas dilakukan oleh anak di bawah umur itu, diimbau kepada para guru dan orang tua untuk lebih memberikan pengertian tentang pentingnya menjaga diri dalam pergaulan.
Selain itu, penyalahgunaan media sosial salah satu hal yang patut menjadi perhatian semua pihak, dan harus terus kepada para siswa yang notabennya menjadi pengguna dan objek.
"Siswa berperilaku baik serta sikap mental yang kuat ditambah dengan menaati peraturan yang ada, maka para siswa akan terhindar dari tindak pidana ataupun bentuk kenakalan remaja lainnya seperti pelanggaran lalu lintas, memakai knalpot brong, tawuran pelajar, narkoba dan pelanggaran asusila," ujarnya.
Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara dalam arahannya menjelaskan, bahwa saat ini siswa SMP secara aturan belum boleh mengendarai sepeda motor. Karenannya, keberadaan geng motor harus ditertibkan, terlebih mengganggu keamanan, kenyamanan serta proses belajar siswa itu sendiri.
"Kami berharap Komite Sekolah bekerja sama dengan Kepala Sekolah bersama-sama mengawasi, agar anak-anak tidak salah pergaulan, terlebih ikut dalam geng motor yang mengganggu kenyamanan dan proses belajar siswa," ujarnya.
Jaya Negara berharap, saat ini siswa SMP di Kota Denpasar fokus dalam mengejar prestasi, baik secara akademik dan non akademik sehingga ke depannya dapat bermanfaat dalam proses pembelajaran ke tingkat selanjutnya.
"Saya kira Pemkot Denpasar terus berkomitmen dalam meningkatkan infrastruktur pendidikan, dan para siswa diharapkan fokus untuk belajar dan mengejar prestasi baik akademik dan non akademik," jelasnya.
Sementara itu, Dewan Pendidikan Kota Denpasar I Wayan Sugita mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini.
Dia mengharapkan kegiatan ini mampu menghadirkan kesepakatan antara Kepala Dinas Pendidikan, Dewan Pendidikan, Kepala Sekolah dan Komite Sekolah terakit antisipasi terhadap etika berkunjung dan peraturan yang ada di sekolah.
"Selain itu, melalui momentum ini diharapkan juga dapat mengantisipasi kenakalan remaja baik dari pihak sekolah, orang tua siswa yang bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Polresta. Situasi terkait penyelesaian kenakalan remaja tersebut bergantung pada lingkungannya," ujarnya. (Z-5)
Informasi kejadian diterima pada pukul 12.10 Wita dari warga bernama Kojek kepada petugas BPBD Kota Denpasar. Dalam laporan disebutkan identitas korban atas nama I Made Wirya (65).
Usia ke-238 menjadi mata rantai penting perjalanan Denpasar sebagai ibu kota Provinsi Bali yang terus tumbuh sebagai kota kreatif berbasis budaya.
Fokus utama petugas adalah area persimpangan jalan dan lampu lalu lintas (traffic light) yang kerap menjadi pusat kerumunan para pencari sumbangan.
Persembahyangan tahunan untuk memuja Dewa Siwa ini menjadi momentum perenungan dan introspeksi diri umat Hindu pada Januari 2026.
Satpol PP Kota Denpasar kembali menggelar aksi penertiban intensif terhadap gelandangan, pengemis (gepeng), pengamen, hingga badut yang kerap beroperasi di persimpangan jalan.
Penanganan sampah di ibu kota Bali tersebut kini difokuskan pada skema Tiga Zona Utama, yakni pengelolaan di sektor hulu, tengah, dan hilir.
Dalam psikologi perkembangan, remaja sedang berada pada fase meningkatnya kebutuhan otonomi.
Salah satu fenomena yang paling sering muncul dari penggunaan media sosial adalah kecenderungan remaja untuk melakukan perbandingan sosial secara ekstrem.
Psikolog klinis ungkap alasan remaja dan Generasi Alpha sangat terikat dengan media sosial. Ternyata terkait pencarian identitas dan hormon dopamin.
MENGHADAPI dinamika era digital di tahun 2026, kecemasan orang tua terhadap dampak negatif internet sering kali berujung pada kebijakan larangan total media sosial bagi remaja.
Korban diduga hanyut saat hendak menyeberangi sungai untuk pulang ke rumah.
Remaja yang aktif melaporkan kebaikan tercatat lima kali lebih empati, lima kali lebih prososial, dan hampir empat kali lebih tinggi dalam kemampuan memahami sudut pandang orang lain.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved