Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Atasi Krisis Sampah, Pemkot Denpasar Siapkan Strategi Tiga Zona dan Pengadaan Mesin 200 Ton

Rute Suryana
19/12/2025 22:59
Atasi Krisis Sampah, Pemkot Denpasar Siapkan Strategi Tiga Zona dan Pengadaan Mesin 200 Ton
Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara saat rapat kerja bersama Komisi I, II, III dan IV DPRD Kota Denpasar, Jumat (19/12).(Dok Pemkot Denpasar)

Meski telah resmi mengajukan penundaan penutupan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Suwung kepada Menteri Lingkungan Hidup, Pemerintah Kota Denpasar tetap tancap gas dalam mengoptimalkan pengolahan sampah mandiri. Sebagai langkah nyata, Pemkot Denpasar berencana melakukan pengadaan mesin pengolah sampah berkapasitas 200 ton pada awal 2026 mendatang.

Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menjelaskan bahwa penanganan sampah di ibu kota Bali tersebut kini difokuskan pada skema Tiga Zona Utama, yakni pengelolaan di sektor hulu, tengah, dan hilir.

Di sektor hulu, Pemkot Denpasar mendorong masyarakat untuk mengolah sampah organik langsung dari sumbernya. Bagi warga yang memiliki lahan, pemerintah memfasilitasi pembangunan teba modern (teba vertikal). Sedangkan bagi warga dengan lahan terbatas, disediakan tabung komposter.

“Fasilitasi ini tidak hanya untuk rumah tangga, tetapi juga wajib diterapkan di kantor pemerintah, swasta, dan instansi lainnya di wilayah Denpasar,” ujar Jaya Negara dalam rapat kerja bersama Komisi I, II, III, dan IV DPRD Kota Denpasar, Jumat (19/12).

Pada zona tengah, pemerintah terus memperkuat peran Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R). Saat ini, Denpasar telah memiliki 24 unit TPS3R yang akan dioptimalkan melalui penambahan mesin pengolah serta tenaga operasional. "Saat ini kami juga sedang dalam proses membangun unit baru di wilayah Sesetan," tambahnya.

Di zona hilir, optimalisasi menyasar Pusat Daur Ulang (PDU) yang berlokasi di TPST. Pemerintah akan menambah berbagai infrastruktur teknologi, mulai dari mesin gibrig, alat pencetak paving dari residu sampah, hingga mesin pengolah sampah menjadi Energi Baru Terbarukan (EBT).

Menanggapi langkah eksekutif, Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, menegaskan bahwa penanganan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi butuh kesadaran kolektif dari seluruh pemangku kepentingan.

“Sampah adalah masalah bersama. Kami di legislatif sepakat untuk terus bersinergi mencari solusi agar penanganan sampah di Denpasar berlangsung berkelanjutan dari hulu hingga ke hilir, sehingga ketergantungan pada TPA Suwung bisa terus dikurangi,” tegas Ngurah Gede.

Dengan kombinasi penambahan teknologi mesin di tahun 2026 dan penguatan pengolahan di tingkat rumah tangga, Pemkot Denpasar optimistis beban sampah menuju TPA akan berkurang secara signifikan dalam dua tahun ke depan. (RS/P-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Aries
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik