Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
GUNCANGAN gempa yang terjadi pada Jumat (30/6) malam, membuat panik warga Bantul dan sekitarnya. Gempa bumi berkekuatan 6 magnitudo yang terjadi pukul 19:57:43 WIB tersebut pun mengingatkan sebagian warga Bantul akan gempa 2006 silam yang mengakibatkan ribuan orang meninggal dunia.
Pasalnya, kekuatan gempa tersebut hampir sama. Pada 2006, kekuatan gempa tercatat 5,9 skala Richter atau 6,2 magnitudo. Namun, perbedaannya terletak pada lokasi pusat gempa. Jika lokasi pusat gempa pada 2006 berada di darat, gempa yang terjadi pada Jumat malam kemarin berpusat di laut.\
Data sementara dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga Sabtu (1/7), pukul 14 WIB, korban luka-luka 22 orang dan meninggal dunia 1 orang.
Baca juga : Gempa Susulan Masih Terjadi di Yogyakarta, Kekuatannya Terus Melemah
Korban meninggal dunia adalah seorang nenek bernama Sudirah berusia 67 tahun. Nenek tersebut tinggal di Mulyodadi, Bambanglipuro, Bantul.
Panewu Bambanglipuro, Tri Manora menceritakan, Sudirah sedang berbaring di tempat tidur ketika gempa terjadi. Usai gempa reda, suaminya mencari sang istri masih berada di kamar.
Baca juga : Gempa Di Yogyakarta, Kemenkes Siagakan PSC 119
"Diduga, (Sudirah) kaget saat hendak bangun dari tempat tidur," terang Tri. Sudirah pun kemudian meninggal dunia sekitar pukul 21.00 WIB di rumahnya.
Dari pengakuan beberapa orang, mereka teringat gempa 2006. "Gempanya kuat, (rasanya) seperti 2006," terang Windarti warga Piyungan.
Sultan Hamengku Bowono X langsung merespon gempa yang terjadi dengan mengunjungi lokasi terdampak gempa. Sri Sultan menegaskan, masing-masing kabupaten terdampak bencana dapat menggunakan dana darurat dalam merespon dampak gempa. Pemda DIY pun siap akan membantu apabila pemerintah kabupaten masih kekurangan.
Sri Sultan menyebut, dampak gempa relatif berkategori ringan. "Hanya jumlahnya yang paling banyak di Gunungkidul," terang dia sebelum berangkat ke lokasi terdampak gempa bumi, Sabtu (1/7) pagi.
Dari data sementara BPBD per Sabtu (1/7) pukul 14 WIB, kerusakan infrastruktur total 206 unit, yang terdiri Gunungkidul 141 unit, Bantul 40 unit, Kulonprogo 20 unit, Sleman 4 unit, dan Kota Yogyakarta 1 unit.
Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono menyampaikan, Bantul, DIY merupakan kawasan seismik aktif dan kompleks karena terletak pada jalur sumber gempa sesar aktif, yaitu Sesar Opak yang memiliki potensi M6,6.
Selain itu, Bantul juga berdekatan dengan jalur sumber gempa Megathrust Segmen Jawa Tengah dan Jawa Barat dengan potensi Mw8,7.
"Berdasarkan peta seismisitas Pulau Jawa dan sekitarnya tampak bahwa sumber gempa Megathrust Selatan Jawa dan Sesar Opak tampak sangat aktif memicu Gempa Dangkal dalam berbagai variasi magnitudo dan kedalaman," jelas dia di akun media sosialnya, Sabtu (1/7).
Sebelumnya, Daryono pernah mengingatkan kepada masyarakat DIY, terutama di Bantul, diimbau untuk membuat bangunan yang tahan gempa. Kerusakan akibat gempa tidak hanya disebabkan besarnya magnitodo dan kedekatan dengan pusat gempa, tetapi juga sifat tanah lunak juga menjadi penyebabnya
"Tanah di Bantul ini (sebelah Barat Sesar Opak), gembur, lunak, berpasir, dan tanahnya dangkal. Itu berpotensi mengamplifikasi guncangan," kata dia dalam konferensi Pers Gladi Ruang/ Tabletop Exercise (TTX) Nasional di Bantul, Rabu (21/6).
"Bantul adalah kota yang berdiri di atas agar-agar, city of jello. Ketika terjadi goncangan, tanahnya akan kocak," lanjut dia.
Oleh sebab itu, ia pun menegaskan, pentingnya membuat bangunan yang berstruktur kuat tahan gempa yang mengacu pada building code di Bantul. Jika masyarakat belum mampu membuat bangunan itu, ia mengimbau masyarakat agar membuat bangunan dengan material ringan, seperti bambu atau kayu yang didisain secara menarik.
"Jangan membuat rumah asal bangun. Asal punya batako kemudian dipasang. Itu kan berat dan rentan," kata dia. Padahal, risiko yang paling fatal ketika terjadi gempa bumi adalah kerubuhan bangunan. (Z-5)
WARGA di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) belakangan ini merasakan beberapa kali gempa bumi dengan kekuatan di atas 4 magnitudo.
GEMPA bumi di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur dengan magnitudo (M) 6,4 diperbarui jadi 6,2 membuat perjalanan kereta api wilayah Daop 6 Yogyakarta berhenti luar biasa, kini semua perjalanan aman
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi gempa bumi bermagnitudo 5,9 yang terjadi di wilayah Kepulauan Tanimbar, Maluku, pada Sabtu (7/2) pagi waktu setempat.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada. Pastikan untuk memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali ke dalam rumah.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa berkekuatan Magnitudo 4,5 pada 27 Januari 2026 pukul 13:15:32 WIB.
Gempa bumi bermagnitudo 5,5 yang mengguncang Jawa Timur bagian selatan, pada Selasa (27/1) pagi berdampak langsung di Kabupaten Trenggalek.
BNPB akan segera menyalurkan bantuan stimulan perbaikan rumah bagi masyarakat terdampak bencana Sumatra.
BNPB mencatat telah terjadi 243 kejadian bencana di Indonesia sepanjang tahun 2026.
BNPB juga menyalurkan bantuan dana tunggu hunian bagi warga yang memilih tinggal sementara di rumah keluarga atau sanak saudara. Bantuan tersebut sebesar Rp600 ribu per bulan.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan tetap siaga mendampingi pemerintah daerah meski status tanggap darurat bencana di sejumlah wilayah di Sumatra telah dicabut.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyoroti masih minimnya anggaran mitigasi bencana di Indonesia, di tengah meningkatnya ancaman bencana alam dan kerentanan wilayah.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyoroti alih fungsi lahan dan menurunnya daya dukung lingkungan sebagai faktor utama yang memperparah dampak bencana alam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved