Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Badan meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menyebutkan, setelah gempa tektonik, Jumat malam pukul 19.57 WIB, terjadi pula sejumlah gempa susulan.
Kepada wartawan di Yogyakarta, Sabtu (1/7), Dwikorita menjelaskan gempa-gempa susulan yang terjadi kekuatannya sudah semakin melemah.
"Hingga Sabtu siang sudah terjadi 47 kali gempa susulan dan mungkin masih akan terjadi gempa-gempa susulan tersebut. Namun kekuatannya sudah semakin melemah," kata mantan Rektor UGM itu.
Baca juga : Gempa Di Yogyakarta, Kemenkes Siagakan PSC 119
Dwikorita mengungkapkan berdasar pemutakhiran data, gempa yang terjadi pada Jumat malam itu berkekuatan atau magnitudo 6,0 SR, epicenter berada di 8,63 Lintas Selatan dan 110,08 Bujur Timur atau di Samudera Hindia pada kedalaman 67 kilometer dan titik tersebut berada 81 kilometer di sebelah selatan Kota Wates, Kabupaten Kulonprogo.
Menurut dia, sejumlah gempa susulan itu sama sekali tidak dapat terasakan tetapi dapat terdeteksi dan tercatat di peralatan. Dikatakan, BMKG melakukan pemetaan dampak gempa dan terdapat zona-zona rusak di sepanjang endapan Sungai Opak dan Sungai Oya yang melintasi Daerah Istimewa Yogyakarta.
Baca juga : Wonogiri Alami Kerusakan Parah Akibat Gempa Bantul
"Cuma rusaknya rusak ringan," katanya.
Sementara Sri Sultan Hamengku Buwono X di sela-sela peninjauannya di Gunungkidul memerintahkan agar Taman Budaya Gunungkidul untuk sementara tidak digunakan terlebih dahulu.
"Tolong segera dilakukan pengecekan menyeluruh untuk mengetahui sejauh mana kerusakannya. Termasuk instalasi listriknya. Jangan sampai ketika listrik dinyalakan terjadi hubungan pendek arus listrik atau korslet," katanya di Taman Budaya Gunungkidul di Jalan Lingkar Utara Wonosari.
Area auditorium, oleh Gubernur DIY itu juga minta disterilkan dari aktivitas manusia untuk mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan. Sedangkan kepada pengelola, Sri Sultan minta agar segera berkoordinasi dengan dinas-dinas terkait.
Anggota Tim Reaksi Cepat BPBD Gunungkidul Ahmad Riyadi sebelumnya melaporkan terjadinya kerusakan di Taman Budaya Gunungkidul. Dilaporkan bagian dari plafon yang mengalami kerusakan serta bagian-bagian lainnya.
Bupati Gunungkidul Sunaryanta mengungkapkan, di Gunungkidul kerusakan akibat gempa terutama di Kapanewon Semanu dan Playen.
"Tim masih terus di lapangan untuk melakukan pendataan dan sekaligus memberikan bantuan kepada warga yang terdampak," katanya. (Z-5)
Peralatan pemantau aktivitas Gunung Merapi mencatat lonjakan kegempaan selama periode Jumat (9/1) hingga Kamis (15/1), dengan total 1.277 kejadian gempa.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,5 mengguncang wilayah Ambon dan sekitarnya di Provinsi Maluku pada Sabtu.
BMKG menjelaskan bahwa gempa bumi tektonik M6,4 (update) yang terjadi di Kabupaten Kepulauan Taluad, Sulut merupakan akibat dari deformasi batuan Lempeng Maluku
GEMPA bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,1 terjadi di Melonguane, Sulawesi Utara (Sulut).
Gempa dangkal magnitudo 4,5 mengguncang Kuta Selatan, Bali. BBMKG menyebut gempa dipicu sesar aktif dasar laut dan tidak berpotensi tsunami.
Sepanjang periode waktu tersebut tidak ada kejadian gempa bumi yang dirasakan
Hingga saat ini baru sekitar 40% wajib pajak di DIY yang telah mengaktivasi akun Coretax.
Kepala BPIP Yudian Wahyudi menegaskan Pancasila harus menjadi roh kehidupan bangsa dan panduan dalam bertindak, berpikir, serta bersikap.
Kemendagri menyebut DIY berhasil menjaga keseimbangan sosial melalui pendekatan kultural.
Fase awal gerhana penumbra akan dimulai pukul 22:26 WIB, puncak gerhana terjadi pada Senin (8/9) dini hari pukul 01:11 WIB, dan berakhir sekitar pukul 03:56 WIB.
Di sisi lain, pemerintah juga tidak boleh membatasi masyarakat dalam menggunakan media sosial karena itu dijamin oleh konstitusi.
Ketiga kepada daerah itu adalah Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X, dan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved