Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
Seorang bayi di Gresik berusia 38 hari dilaporkan meninggal dunia diduga akibat kaget mendengar bunyi petasan yang sangat keras di malam Lebaran, Sabtu, (22/4). Bayi berinisial HDN itu dinyatakan meninggal pada Kamis, (27/4) setelah mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.
Keluarga korban mengatakan, setelah mendengar bunyi petasan bayi HDN langsung tersentak. Setelah itu mata sebelah kanannya tidak bisa terbuka dan lidahnya terangkat ke langit-langit mulut dalam posisi terlipat.
Setelah itu, sang bayi tidak memberikan respon signifikan, karena itu keluarga langsung membawanya ke klinik. Karena kondisinya yang parah, korban dirujuk ke RS Muhammadiyah Lamongan. Selama senam hari dirawat bayi HDN harus menggunakan ventilator di ruang PICU hingga akhirnya meninggal dunia.
Baca juga: Dokter Anak Ingatkan Agar Bayi tidak Diajak Mudik dengan Sepeda Motor
Bayi yang baru lahir atau infant memang memiliki kondisi tubuh yang masih sangat rentan. Setiap paparan atau perubahan kondisi lingkungan tempatnya berada akan secara langsung berpengaruh pada kesehatan fisik dan perkembangan otak bayi.
Karena itu, bayi baru lahir hingga setidaknya usia 2 tahun harus diupayakan berada di lingkungan yang aman, nyaman, dan tenang. Dengan begitu ancaman membahayakan bisa diminimalisir.
Lalu sebenarnya apa bahayanya ketika bayi terkejut?
Baca juga: Ini Alasan Bayi yang Lahir Caesar Harus Segera Diberi ASI
Dilansir dari laman resmi departemen kesehatan daerah Victoria, Australia, Betterhealth.vic.gov.au, disebutkan bayi baru lahir hingga usia 2 tahun sangat rentan pada segala jenis trauma. Trauma bisa berupa banyak hal. Mulai dari yang paling ringan seperti berpisah lama dengan pengasuhnya, rasa lapar berkepanjangan, kilatan cahaya, suara bising, hingga akibat kejutan dan hentakan keras.
“Trauma akan berdampak secara langsung pada tubuh dan otak bayi,” bunyi laman tersebut.
Terkejut akibat suara nyaring seperti petasan bisa menjadi salah satu penyebab trauma berat pada bayi. Apalagi jika ketika kaget tubuh bayi mengalami hentakan kuat.
Shaken Baby Syndrome
Hentakan kuat yang terjadi secara tiba-tiba pada bayi adalah salah satu hal yang bisa berakibat sangat fatal seperti menimbulkan cedera otak permanen bahkan kematian. Terutama pada bayi di bawah satu tahun. Di dunia medis, kejadian hentakan kuat yang membuat bayi cedera berat disebut dengan shaken baby syndrome.
Dilansir dari laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), shaken baby syndrome tergolong salah satu bentuk kekerasan pada anak. Sindrom ini merupakan salah satu penyebab utama kematian dan gangguan saraf pada anak. Sebesar 95% cedera otak dan 64% cedera kepala pada anak berusia kurang dari 1 tahun disebabkan oleh tindak kekerasan yang membuat bayi mendapatkan hentakan hingga mengalai shaken baby syndrome.
“Saat bayi atau anak mengalami guncangan yang hebat, otak mengalami perputaran atau pergeseran terhadap aksisnya (batang otak). Hal ini menyebabkan robekan saraf dan pembuluh darah, menyebabkan kerusakan dan perdarahan otak,” bunyi keterangan di laman IDAI.
Karena itu, sangat penting bagi orang tua maupun semua orang yang di lingkungannya terdapat bayi untuk bisa menjaga ketenangan, keamanan, hingga tingkat kestabilan emosi. Dengan begitu segala bentuk kejadian yang beresiko mencederai dan membahayakan bayi bisa dihindari.
(Z-9)
Studi terbaru mengungkap bayi lahir tahun 2003-2006 terpapar lebih banyak zat kimia PFAS daripada dugaan semula.
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) bersama organisasi profesi dan akademisi menyoroti mutasi dan pemberhentian empat dokter spesialis anak yang dinilai tidak berdasar.
MULAI 2027 atau tahun depan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan memberikan vaksin human papillomavirus atau vaksin HPV untuk anak laki-laki usia 11 tahun.
Peneliti ungkap tanaman pangan seperti pisang dan kakao di wilayah bekas bencana tambang Brasil serap logam berat beracun. Anak-anak di bawah enam tahun paling berisiko.
Studi JAMA Pediatrics mengungkap 1 dari 20 anak berisiko alergi makanan pada usia 6 tahun. Faktor genetik, lingkungan, hingga pola makan awal jadi pemicu utama.
BPOM perketat pengawasan Program Makan Bergizi Gratis karena risiko keamanan pangan. Sepanjang 2024 tercatat 138 KLB keracunan.
Aparat Polres Ponorogo, Jawa Timur, tengah menangani kasus ledakan petasan rakitan yang menewaskan seorang remaja di Dukuh Cuwet, Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman.
Kedua tersangka telah mendekam di Mapolresta Banyumas untuk menjalani proses hukum.
JAJARAN Polresta Banyumas, Jawa Tengah menggagalkan dugaan peredaran bahan peledak yang diduga untuk petasan seberat sekitar 9 kilogram (kg) dalam Operasi Pekat Candi (TO OPC) 2026.
Dalam upaya pengamanan, Tim Gegana turut memusnahkan 28,6 kilogram bahan hasil sitaan operasi Polres Batang.
Dalam sepekan terakhir, tiga insiden ledakan akibat peracikan petasan terjadi di sejumlah wilayah di Jawa Tengah.
MEMASUKI awal Ramadan 2026, Polres Tegal Kota dan Forkopimda menggelar Rakor Linsek mengantisipasi peredaran petasan dan minuman keras atau miras oplosan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved