Headline
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Kumpulan Berita DPR RI
JAWA Tengah darurat petasan. Polda Jawa Tengah sita 67,4 kilogram bahan petasan dan dalam sepekan terakhir terjadi 4 ledakan akibat peracikan petasan di 4 kabupaten hingga menimbulkan kerusakan parah dan sejumlah orang mengalami luka-luka serius.
Pemantauan Media Indonesia Minggu (22/2) Polda Jawa Tengah dan jajarannya masih menggelar operasi terhadap petasan, karena di tengah umat muslim sedang menjalani ibadah puasa ini, produksi petasan kembali marak yang biasanya dinyalakan jelang dan saat Lebaran Idul Fitri.
Operasi kepolisian terhadap produksi petasan di berbagai wilayah berhasil menyita 67,4 kilogram bahan petasan dan 28,6 kilogram diantaranya telah dimusnahkan, menyunsul terjadinya ledakan besar hingga menimbulkan kerusakan dan korban luka-luka saat meracik petasan di 4 daerah yakni Grobogan, Kendal, Wonosobo dan Pekalongan.
Ledakan saat peracikan petasan terjadi di Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan pada Minggu (15/2) mengakibatkan 3 remaja mengalami luka bakar dan dilarikan ke rumah sakit dan bangunan rumah rusak berat, kemudian disusul ledakan petasan di sebuah rumah produksi petasan di Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Kendal rusak berat dan seorang pekerja luka berat Rabu (18/2).
Ledakan saat meracik petasan terjadi Kamis (19/2) di Pandansari, Kelurahan Kertek, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo pada pukul 23.30 WIB, mengakibatkan seorang remaja berinisial FR menderita luka bakar dan luka robek di beberapa bagian tubuh akibat ledakan tersebut.
Selain itu pada Jumat (20/2) ledakan petasan juga terjadi di Pekalongan mengakibatkan 4 remaja mengalami luka-luka serius, para korban terjebak ledakan saat merangkai petasan hasil racikan sendiri yang dipasang di balon udara yang akan diterbangkan.
"Polisi telah menggelar operasi pada 17-20 Februari 2026 lalu, di Batang, Magelang, Sragen, Temanggung, Cilacap hingga Kota Pekalongan berhasil mengamankan 67,4 kilogram bahan pembuatan petasan," kata Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah Kombes Artanto.
Bahan meracik petasan tersebut, lanjut Artanto, meliputi bubuk belerang (sulfur), Kalium Klorat (KClO3), aluminium powder, bubuk arang, zat yang sejatinya memiliki fungsi sah di bidang pertanian maupun industri, namun berbahaya ketika diramu tanpa standar keamanan menjadi bahan peledak.
Dalam upaya pengamanan, ungkap Artanto, Tim Gegana turut memusnahkan 28,6 kilogram bahan hasil sitaan operasi Polres Batang, sebagai langkah pencegahan dini guna menjaga keamanan masyarakat menjelang dan selama Ramadan 2026. "Mereka yang ditindak adalah penyalahgunaan bahan kimia menjadi bahan peledak ilegal," imbuhnya.
Bahan-bahan kimia tersebut pada dasarnya memiliki fungsi yang sah, demikian Artanto, namun ketika diramu menjadi petasan dengan daya ledak yang tidak terkendali, risikonya sangat besar terhadap keselamatan, karena campuran bahan tersebut menghasilkan ledakan yang tidak stabil dan bisa berdampak luas seperti merusak bangunan, memicu kebakaran, luka berat hingga cacat permanen. (H-2)
Aparat Polres Ponorogo, Jawa Timur, tengah menangani kasus ledakan petasan rakitan yang menewaskan seorang remaja di Dukuh Cuwet, Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman.
Kedua tersangka telah mendekam di Mapolresta Banyumas untuk menjalani proses hukum.
JAJARAN Polresta Banyumas, Jawa Tengah menggagalkan dugaan peredaran bahan peledak yang diduga untuk petasan seberat sekitar 9 kilogram (kg) dalam Operasi Pekat Candi (TO OPC) 2026.
Dalam sepekan terakhir, tiga insiden ledakan akibat peracikan petasan terjadi di sejumlah wilayah di Jawa Tengah.
MEMASUKI awal Ramadan 2026, Polres Tegal Kota dan Forkopimda menggelar Rakor Linsek mengantisipasi peredaran petasan dan minuman keras atau miras oplosan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved