Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Bandung Jawa Barat (Jabar) meminta masyarakat untuk mewaspadai penyakit demam berdarah dengue (DBD). Apalagi, Kabupaten Bandung menjadi salah satu daerah dengan kasus DBD tertinggi di Jabar, bahkan kasus kematiannya juga paling tinggi dibandingkan daerah lain.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung Marlan Rabu (11//1) mengatakan, kasus DBD biasa muncul saat musim hujan. Meskipun kini sebagian wilayah di Kabupaten Bandung jarang hujan, BMKG memprediksi, musim hujan masih akan terus berlangsung.
"Memang prediksi BMKG itu hujan bisa sampai Maret. Kita tetap harus waspada, berkaitan dengan penyakit-penyakit yang biasa timbul saat musim hujan atau menjelang berakhirnya musim hujan," jelasnya.
Menurut Marlan, salah satu penyakit penyakit yang muncul saat musim hujan ialah DBD, karena pada musim hujan, populasi nyamuk yang membawa penyakit DBD biasanya bertambah banyak karena jentik nyamuk akan menetas ketika habitat perkembangbiakannya tergenang air.
"DBD ini tidak hanya diatasi dengan membasmi nyamuknya, tapi juga dengan jentiknya. Masyarakat itu biasanya hanya meminta fogging, padahal itu hanya membunuh nyamuk, sedangkan yang harus dibunuh itu justru jentik nyamuk," jelasnya.
Marlan mengaku belum mengecek data terakhir kasus DBD di Kabupaten Bandung, karena baru beberapa hari memimpin Dinas Kesehatan. Meskipun begitu, dia mengakui bahwa kasus DBD sudah kembali bermunculan di Kabupaten Bandung.
"Memang lonjakan DBD belum terlihat, tapi per kasusnya sudah ada. Kami meminta kewaspadaan dari masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, termasuk untuk melaporkan kejadian DBD agar bisa segera kami tindaklanjuti," tuturnya.
Marlan menekankan, masyarakat perlu menjaga kebersihan agar terhindar dari penyakit DBD maupun penyakit lainnya.Termasuk membersihkan sampah yang bisa menjadi tempat penampungan air hujan, karena itu bisa jadi tempat berkembang biak nyamuk.
Data Dinas Kesehatan Provinsi Jabar, pada Januari-September 2022 kasus DBD di Kabupaten Bandung tertinggi kedua setelah di Kota Bandung dengan 2.777 kasus DBD. Di periode yang sama, angka kematian akibat DBD di Kabupaten Bandung bahkan menjadi yang tertinggi di Jabar, yakni 37 kematian. (OL-15)
Case fatality rate (CFR) atau jumlah angka kematian karena demam berdarah dengue (DBD) menurun signifikan dari 2021 di kisaran 0,9%, menjadi 0,4% pada 2025.
Kawasan Asia Tenggara telah lama menjadi episentrum global penularan dengue. Berdasarkan data terbaru, hampir 400.000 kasus dilaporkan di wilayah ini sepanjang 2025.
Indonesia mencatatkan capaian signifikan dalam upaya pencegahan angka kematian dari kasus demam berdarah (DBD).
hujan menyebabkan adanya genangan-genangan di beberapa tempat. Kondisi ini menjadi faktor utama berkembangnya nyamuk penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD)
Pada 2025, tercatat 161.752 kasus Dengue dengan 673 kematian yang tersebar di hampir seluruh wilayah Indonesia.
Sepanjang Januari 2026, setidaknya ditemukan 20 orang di Kabupaten Bangka Provinsi Bangka Belitung (Babel) terserang demam berdarah dengue (DBD).
Sebagai hewan ektotermik, suhu lingkungan jadi penentu utama siklus hidup nyamuk. Karena itu perubahan iklim berdampak besar pada penyakit akibat gigitan nyamuk.
TAHUN 2024 tercatat sebagai salah satu tahun dengan kasus DBD akibat gigitan nyamuk aedes aegypti tertinggi dalam sejarah global. Itu merupakan sinyal kuat dari dampak perubahan iklim,
KERUSAKAN ekosistem global dan perubahan iklim tidak hanya mengancam keanekaragaman hayati, tetapi juga memicu perubahan serius dalam hubungan antara manusia dan nyamuk.
Bukan saja saat malam tiba, tapi pada siang hari pun nyamuk memenuhi sudut-sudut ruangan tenda pengungsian dan kamar.
Musim hujan membawa udara segar dan tanah yang kembali hijau, tapi juga satu “tamu” yang tak diundang: nyamuk! Begini cara efektif mrncegahnya.
Perubahan iklim diduga buka jalan bagi nyamuk untuk hidup di Islandia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved