Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Bandung Jawa Barat (Jabar) meminta masyarakat untuk mewaspadai penyakit demam berdarah dengue (DBD). Apalagi, Kabupaten Bandung menjadi salah satu daerah dengan kasus DBD tertinggi di Jabar, bahkan kasus kematiannya juga paling tinggi dibandingkan daerah lain.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung Marlan Rabu (11//1) mengatakan, kasus DBD biasa muncul saat musim hujan. Meskipun kini sebagian wilayah di Kabupaten Bandung jarang hujan, BMKG memprediksi, musim hujan masih akan terus berlangsung.
"Memang prediksi BMKG itu hujan bisa sampai Maret. Kita tetap harus waspada, berkaitan dengan penyakit-penyakit yang biasa timbul saat musim hujan atau menjelang berakhirnya musim hujan," jelasnya.
Menurut Marlan, salah satu penyakit penyakit yang muncul saat musim hujan ialah DBD, karena pada musim hujan, populasi nyamuk yang membawa penyakit DBD biasanya bertambah banyak karena jentik nyamuk akan menetas ketika habitat perkembangbiakannya tergenang air.
"DBD ini tidak hanya diatasi dengan membasmi nyamuknya, tapi juga dengan jentiknya. Masyarakat itu biasanya hanya meminta fogging, padahal itu hanya membunuh nyamuk, sedangkan yang harus dibunuh itu justru jentik nyamuk," jelasnya.
Marlan mengaku belum mengecek data terakhir kasus DBD di Kabupaten Bandung, karena baru beberapa hari memimpin Dinas Kesehatan. Meskipun begitu, dia mengakui bahwa kasus DBD sudah kembali bermunculan di Kabupaten Bandung.
"Memang lonjakan DBD belum terlihat, tapi per kasusnya sudah ada. Kami meminta kewaspadaan dari masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, termasuk untuk melaporkan kejadian DBD agar bisa segera kami tindaklanjuti," tuturnya.
Marlan menekankan, masyarakat perlu menjaga kebersihan agar terhindar dari penyakit DBD maupun penyakit lainnya.Termasuk membersihkan sampah yang bisa menjadi tempat penampungan air hujan, karena itu bisa jadi tempat berkembang biak nyamuk.
Data Dinas Kesehatan Provinsi Jabar, pada Januari-September 2022 kasus DBD di Kabupaten Bandung tertinggi kedua setelah di Kota Bandung dengan 2.777 kasus DBD. Di periode yang sama, angka kematian akibat DBD di Kabupaten Bandung bahkan menjadi yang tertinggi di Jabar, yakni 37 kematian. (OL-15)
SEPANJANG periode Januari hingga Maret 2026, tercatat sebanyak 44 warga di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, positif terserang Demam Berdarah Dengue (DBD).
Kemitraan ini bertujuan untuk memperkuat pencegahan, kesiapsiagaan, dan ketahanan masyarakat terhadap bahaya demam berdarah melalui aksi nyata berbasis komunitas.
Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Tasikmalaya petugas kesehatan dan beberapa puskesmas harus terlibat menggerakan masyarakat supaya lingkungan bersih.
Pada Januari dilaporkan terjadi 54 kasus DBD. Jumlahnya turun signifikan dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Dinas Kesehatan Garut masih melakukan edukasi kepada masyarakat supaya kasus DBD dapat ditekan dan menceggah ada korban jiwa.
Data menunjukkan bahwa kelompok umur 15-44 tahun menyumbang 42% dari total kasus dengue, sementara 41% kematian justru ditemukan pada anak-anak usia 5-14 tahun.
Ketika habitat alami dan satwa liar rusak, nyamuk kehilangan inang alaminya dan mulai beralih mengincar manusia sebagai sumber nutrisi.
Sebagai hewan ektotermik, suhu lingkungan jadi penentu utama siklus hidup nyamuk. Karena itu perubahan iklim berdampak besar pada penyakit akibat gigitan nyamuk.
TAHUN 2024 tercatat sebagai salah satu tahun dengan kasus DBD akibat gigitan nyamuk aedes aegypti tertinggi dalam sejarah global. Itu merupakan sinyal kuat dari dampak perubahan iklim,
KERUSAKAN ekosistem global dan perubahan iklim tidak hanya mengancam keanekaragaman hayati, tetapi juga memicu perubahan serius dalam hubungan antara manusia dan nyamuk.
Bukan saja saat malam tiba, tapi pada siang hari pun nyamuk memenuhi sudut-sudut ruangan tenda pengungsian dan kamar.
Musim hujan membawa udara segar dan tanah yang kembali hijau, tapi juga satu “tamu” yang tak diundang: nyamuk! Begini cara efektif mrncegahnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved