Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
MUSIM hujan membawa udara segar dan tanah yang kembali hijau, tapi juga satu “tamu” yang tak diundang: nyamuk! Genangan air di halaman, taman, atau selokan bisa jadi tempat favorit nyamuk berkembang biak, terutama Aedes aegypti, penyebab demam berdarah.
Agar tak jadi korban gigitannya, simak lima langkah sederhana berikut ini:
Jangan remehkan wadah berisi air, sekecil apa pun!
Nyamuk hanya butuh sedikit air untuk bertelur. Cek pot bunga, tatakan, kaleng bekas, ban, hingga talang air tersumbat. Air yang diam lebih dari seminggu sudah cukup untuk menarik nyamuk.
“Larva nyamuk hidup dari bahan organik yang membusuk di air. Kalau airnya kotor dan diam, itu tempat sempurna untuk nyamuk berkembang,” kata Daniel Markowski, penasihat teknis dari Asosiasi Pengendalian Nyamuk Amerika.
Tips cepat: buang air genangan, balik wadah terbuka, atau tutup rapat. Ulangi tiap minggu!
Lindungi diri dengan losion atau semprotan anti-nyamuk yang mengandung DEET, picaridin, IR3535, atau minyak lemon eucalyptus. Coba dulu sedikit di kulit untuk memastikan tidak alergi.
Hindari pakaian berwarna gelap, nyamuk lebih tertarik pada warna kontras. Pilih pakaian terang dan longgar, terutama kalau kamu sering beraktivitas di luar rumah.
Tanam aroma yang tak disukai nyamuk seperti citronella, lavender, serai, kemangi, atau rosemary di halaman atau teras rumah. Selain menambah hijau, aromanya bisa bantu menghalau nyamuk secara alami.
Kamu juga bisa gunakan lilin citronella atau diffuser aroma pengusir nyamuk. Tapi ingat, efektivitasnya tergantung kondisi, hindari area yang terlalu berangin.
Pencegahan akan jauh lebih efektif kalau dilakukan bersama-sama. Ajak warga sekitar untuk kerja bakti membersihkan selokan dan menguras wadah air. Satu rumah bersih belum cukup kalau lingkungan sekitar masih jadi sarang nyamuk.
Kalau sudah terlanjur tergigit, jangan digaruk. Bisa bikin luka atau infeksi. Gunakan krim anti-gatal atau obat dengan kandungan antihistamin ringan untuk meredakan rasa gatal dan bengkak.
Dengan langkah sederhana tapi rutin ini, kamu bisa membantu mencegah ledakan populasi nyamuk selama musim hujan dan melindungi keluarga dari penyakit seperti demam berdarah. (Los Angeles Times/Z-10)
Sebagai hewan ektotermik, suhu lingkungan jadi penentu utama siklus hidup nyamuk. Karena itu perubahan iklim berdampak besar pada penyakit akibat gigitan nyamuk.
TAHUN 2024 tercatat sebagai salah satu tahun dengan kasus DBD akibat gigitan nyamuk aedes aegypti tertinggi dalam sejarah global. Itu merupakan sinyal kuat dari dampak perubahan iklim,
KERUSAKAN ekosistem global dan perubahan iklim tidak hanya mengancam keanekaragaman hayati, tetapi juga memicu perubahan serius dalam hubungan antara manusia dan nyamuk.
Bukan saja saat malam tiba, tapi pada siang hari pun nyamuk memenuhi sudut-sudut ruangan tenda pengungsian dan kamar.
Perubahan iklim diduga buka jalan bagi nyamuk untuk hidup di Islandia.
Genangan air hujan menyimpan ancaman serius seperti leptospirosis, diare, ISPA hingga DBD.
Kondisi banjir di Stasiun Bekasi mulai berangsur surut
Kemacetan parah melanda pintu keluar Tol Bekasi Barat di KM 13 hingga KM 8 Tol Jakarta-Cikampek akibat genangan air yang merendam jalur arteri di wilayah tersebut.
Musim hujan meningkatkan risiko penyebaran berbagai penyakit akibat curah hujan tinggi, genangan air, dan kondisi lingkungan yang lembap.
Musim hujan telah tiba, membawa risiko penyakit yang kerap meningkat di Indonesia, salah satunya Demam Berdarah Dengue.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved