Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Gigitan nyamuk bukan hanya menimbulkan rasa gatal, tapi juga bisa membawa penyakit berbahaya seperti demam berdarah, malaria, serta chikungunya. Untuk mengusir nyamuk kita dapat menggunakan lotion anti nyamuk atau obat semprot. Namun, ternyata ada cara unik selain menggunakan obat anti nyamuk untuk mengusir nyamuk dirumah, yakni salah satunya dengan warna. Diketahui, ada beberapa warna yang tidak disukai oleh nyamuk.
Dilansir dari halaman Tom's Guide, para peneliti dari University of Washington menemukan beberapa warna yang dapat mengusir nyamuk. Nyamuk merespons indra penciuman melalui isyarat atau warna visual. Namun, preferensi warna ini hanya terjadi jika terdapat karbon dioksida (CO2), seperti yang diembuskan manusia saat bernapas.
Meski nyamuk merespons napas, keringat, dan suhu tubuh manusia, dengan menghilangkan warna yang menarik perhatian dapat membantu mengusir nyamuk dari rumah.
Dilansir dari laman Kementerian Kesehatan, pencegahan agar nyamuk tidak berkembang biak dapat dilakukan dengan menerapkan prinsip 3M Plus dalam Pemberantasan Sarang Nyamuk.
Walaupun kecil, nyamuk bisa menjadi vektor penyakit berbahaya seperti demam berdarah (DBD), malaria, chikungunya, dan zika.
Mengusir nyamuk tidak harus menggunakan bahan kimia. Dengan memanfaatkan barang bekas, Anda bisa menciptakan solusi alami yang efektif.
Dengan bahan tambahan seperti minyak kayu putih dan wadah bekas, alat ini bisa menghasilkan asap yang efektif untuk mengusir nyamuk dari ruangan.
Lagu bergenre dubstep berjudul "Scary Monsters and Nice Sprites" dari DJ Skrillex, memiliki kemampuan unik untuk mengusir nyamuk, bahkan nyamuk Aedes aegypti penyebab DBD.
Sebagai hewan ektotermik, suhu lingkungan jadi penentu utama siklus hidup nyamuk. Karena itu perubahan iklim berdampak besar pada penyakit akibat gigitan nyamuk.
TAHUN 2024 tercatat sebagai salah satu tahun dengan kasus DBD akibat gigitan nyamuk aedes aegypti tertinggi dalam sejarah global. Itu merupakan sinyal kuat dari dampak perubahan iklim,
KERUSAKAN ekosistem global dan perubahan iklim tidak hanya mengancam keanekaragaman hayati, tetapi juga memicu perubahan serius dalam hubungan antara manusia dan nyamuk.
Bukan saja saat malam tiba, tapi pada siang hari pun nyamuk memenuhi sudut-sudut ruangan tenda pengungsian dan kamar.
Musim hujan membawa udara segar dan tanah yang kembali hijau, tapi juga satu “tamu” yang tak diundang: nyamuk! Begini cara efektif mrncegahnya.
Perubahan iklim diduga buka jalan bagi nyamuk untuk hidup di Islandia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved