Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
BENCANA pohon tumbang yang terjadi di jalur alternatif Cibadak-Palabuhanratu tepatnya di Kampung Cipetir, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menewaskan seorang pengendara sepeda motor yang sedang melintas karena tertimpa batang pohon Gutaperca atau karet oblong pada Selasa (15/11).
"Korban yang diketahui bernama Herman warga Kampung Lemburcikur, RT 8/3, Desa Taman Sari, Kecamatan Cikidang meninggal di lokasi kejadian yakni Desa Cicareuh, Kecamatan Cikidang dengan kondisi luka parah di bagian kepala dan beberapa anggota tubuhnya karena tertimpa batang pohon setinggi sekitar 10 meter yang tumbang," kata Kasat Sabhara Polres Sukabumi AK Roni Heriyanto di Sukabumi, Selasa.
Informasi yang dihimpun dari warga, saat kejadian kondisi cuaca mendung dan pada malam harinya sempat turun hujan deras. Diduga pohon karet tersebut sudah tua dan rapuh yang akhirnya tumbang melintang ke tengah jalan yang merupakan jalur alternatif itu.
Secara kebetulan korban yang mengendarai sepeda motor jenis matik dengan merek Honda Beat melintas di lokasi dan patahan batang pohon berdiameter cukup besar yang diduga usianya sudah puluhan tahun itu tepat menimpa tubuh dan sepeda motor korban.
Baca juga: Kasus Covid-19 di Kalteng Mulai Meningkat
Akibat kejadian itu korban pun tak sadarkan diri dan tidak lama meninggal dunia di lokasi. Warga yang melihat kejadian itu langsung memberikan bantuan dengan mengevakuasi batang pohon yang menimpa tubuh korban.
Selain menewaskan seorang pengendara sepeda motor, batang pohon yang tumbang dan melintang di tengah jalan menyebabkan kendaraan baik dari arah Kecamatan Cibadak menuju Palabuhanratu maupun sebaliknya tersendat.
"Korban sudah dievakuasi ke RSUD Sekarwangi dan jenazahnya sudah dijemput pihak keluarga untuk segera dikebumikan. Untuk batang pohon yang melintang di tengah jalan petugas gabungan dari unsur TNI, Polri dan dibantu masyarakat sudah mengevakuasi dengan memakan waktu sekitar dua jam," tambah Roni.
Sementara, Kepala Desa Cicareuh Ramdan Rustarmono mengatakan selain menewaskan seorang pengendara sepeda motor yang tengah melintas dan menutup jalur alternatif Cibadak-Sukabumi, akibat pohon tumbang ini aliran listrik di desa padam, karena jaringan kabel listrik ikut terdampak.
Pihaknya pun mengimbau kepada pengendara untuk selalu berhati-hati saat melintas di jalur itu karena banyak terdapat pohon yang rawan tumbang. Pihaknya pun berencana berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan pendataan terhadap pohon yang rawan tumbang antisipasi kejadian serupa terulang kembali. (Ant/OL-16)
Pesisir pantai selatan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, diwaspadai terjadi potensi banjir rob. Kondisi itu menyusul peringatan dini yang dikeluarkan BMKG.
TANAH longsor, banjir, dan cuaca ekstrem masih mewarnai sejumlah daerah di Jawa Barat.
Pergerakan tanah di wilayah itu terjadi pada Rabu (14/1) sekitar pukul 05.30 WIB. Lokasi tersebut dikenal rawan pergerakan tanah
Sementara itu, cuaca ekstrem berupa angin kencang merusak rumah warga di Bekasi dan Sukabumi.
Wilayah yang terdampak cuaca ekstrem antara lain akses ke kawasan Geopark Ciletuh Palabuhanratu
Dedi berjanji akan menindaklanjuti permintaan itu, sehingga ada kejelasan dan penyelesaian terhadap 500 rumah yang rusak akibat banjir dan longsor.
Di Kabupaten Karawang dampak banjir cukup luas, yakni melanda 12 kecamatan dan 23 desa, dengan total 3.932 kepala keluarga terdampak.
Dari 27 kota dan kabupaten di Jawa Barat, tujuh wilayah diprakirakan akan diguyur hujan lebat hingga hujan sangat lebat. Sedangkan, 18 wilayah hujan sedang dan hujan lebat
Pendapatan normal Jawa Barat di angka Rp26,9 triliun.
BUPATI Bogor Rudy Susmanto menegaskan bahwa kabar soal ratusan korban akibat adanya asap di area tambang emas PT Aneka Tambang (Antam) Pongkor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, tidak benar.
Perluasan pelanggan ini didukung oleh ketersediaan sumber air baku yang semakin stabil, baik dari Sungai Ciliwung maupun Kali Angke.
Sementara itu, cuaca ekstrem berupa angin kencang merusak rumah warga di Bekasi dan Sukabumi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved