Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Timur mencatat sebanyak 11.893 jiwa dari 3.230 keluarga yang tersebar di 27 desa di lima kecamatan di kabupaten itu terdampak banjir.
"Saat ini hanya tersisa lima kecamatan lagi yang masih terendam. Sedangkan untuk lima kecamatan lainnya yang sebelumnya sempat terendam kini sudah mulai surut. Sedang warga terdampak banjir mencapai 11.893 orang," kata Kepala Pelaksana BPBD Aceh Timur Ashadi di Aceh Timur, Selasa (8/11).
Adapun lima kecamatan yang masih dilanda banjir yaitu Kecamatan Ranto Peureulak meliputi Desa Seumanah Jaya, Desa Alue Canang, Desa Beurandang.
Serta Desa Sara Nyala, Desa Kliet, Desa Simpang Tiga Lubuk Baya, Desa Alue Genteng, Desa Sara Kaye Dalam, dan Desa paya Uno. Jumlah warga terdampak sebanyak 4.466 jiwa.serta 1.081 rumah terendam banjir.
"Di Kecamatan Ranto Pereulak, terdapat 712 rumah yang dihuni 2.869 jiwa mengungsi karena banjir. Banjir masih menggenangi wilayah
tersebut," kata Ashadi.
Sedangkan, di Kecamatan Birem Bayeun meliputi Desa Alue Sentang, Desa Buket Seulemak, Desa Paya Bili Sa, dan Desa Alue Nyamuk, dengan jumlah 110 rumah yang dihuni 360 jiwa.
Baca juga: Antisipasi Banjir Aceh Tamiang, BNPB akan Bangun Tanggul Sungai
Selanjutnya, di Kecamatan Rantau Selamat meliputi Desa Alue Kol, Desa Alue Seuleumak, Desa Bayeun, Desa Sarah Kaye, dan Desa Dama Siput dengan 216 rumah yang dihuni 864 jiwa terdampak banjir.
Kemudian di Kecamatan Peureulak, Desa Lhok Dalam, Blang Balok, Bandrong, Blang Bitra, Beusa Meurano, Pasir Putih, Blang Batee, Blang Simpo, Lubuk Pempeng, Cek Embon, Tanoh Rata dan Tualang sebanyak 3.247 jiwa dalam 1.084 rumah terdampak.
"Sedangkan di Kecamatan Peureulak Barat meliputi Desa Beusa Sebrang dengan warga terdampak sebanyak 2.956 jiwa. Sebanyak 76 orang di antaranya mengungsi," kata Ashadi.
Dia mengatakan belum ada korban jiwa dalam bencana tersebut. Meskipun demikian, pihaknya mengimbau masyarakat untuk terus waspada serta juga menjaga anak-anaknya untuk tidak bermain banjir.
Ashadi menyebutkan untuk kecamatan yang berada di hilir seperti di Kecamatan Peureulak, Kecamatan Peureulak Barat, Kecamatan Rantau Selamat, dan Kecamatan Birem Bayeun, diperkirakan debit air akan terus bertambah mengingat ada potensi air pasang laut purnama.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Aceh Timur Elfiandi mengatakan pihaknya bersama petugas BPBD telah menyalurkan bantuannya ke sejumlah titik pengungsian warga.
"Bantuan masa panik di antaranya mi instan, air mineral, beras, dan lain-lainnya sudah disalurkan kepada masyarakat yang mengungsi akibat
banjir," kata Elfiandi. (Ant/OL-16)
Dinkes Kabupaten Aceh Timur mengatakan penderita human immunodeficiency virus atau HIV atau orang yang terinfeksi virus menyerang kekebalan tubuh di kabupaten itu mencapai 14 kasus pada 2024
Kementerian Sosial meluncurkan kompor inovasi yang ramah lingkungan berbahan limbah sawit. Kompor tersebut diciptakan sebagai solusi untuk mengatasi mahalnya harga gas elpiji
Menteri Sosial Tri Rismaharini menyerahkan bantuan Rumah Dana Kemanusiaan Kompas (DKK) dan Kemensos kepada 11 keluarga penerima manfaat di desa Seuneubok Simpang, Aceh Timur.
Pj Bupati menjelaskan untuk bisa memanen udang tersebut, membutuhkan waktu sekitar 100 hari. Hasil panen yang didapat yakni sebanyak 9 ton untuk setiap kolamnya.
Sebanyak 2.614 jiwa dari 653 keluarga di empat kecamatan di daerah itu mengungsi akibat banjir.
SETELAH diguyur hujan terus menerus sejak tiga hari terakhir, sebagian kabupaten/kota di kawasan Provinsi Aceh terendam banjir.
Fokus pembersihan oleh aktivis 98 di Aceh Utara menyasar pada pekarangan Masjid Assa'adah, Meunasah (balai desa), serta akses lorong desa.
Tidak ada lagi seragam sekolah yang tersisa di Jamat. Siswa mengenakan pakaian warna-warni seadanya hasil pemberian donatur.
Merujuk dari terakhir pemerintah, bencana banjir dan longsor akhir November 2025 lalu menyebabkan 208.693 unit rumah di Aceh rusak.
Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh pada akhir November lalu meninggalkan dampak serius bagi petani, pekebun, dan petambak.
Keterisolasian ini memaksa harga durian di tingkat petani terjun bebas. Durian ukuran sedang yang biasanya dihargai Rp8.000 per buah, kini hanya bernilai Rp2.500 per buah.
MENTERI Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, mengatakan masih ada siswa korban bencana banjir Aceh yang belajar di tenda pengungsian.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved