Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH diguyur hujan terus menerus sejak tiga hari terakhir, sebagian kabupaten/kota di kawasan Provinsi Aceh terendam banjir. Hal itu telah terganggu aktivitas warga dan arus lalulintas di jalur nasional Banda Aceh-Medan, Sumatera Utara.
Amatan Media Indonesia, banjir akibat curah hujan tinggi dan luapan sungai yang terjadi sejak Jumat (20/1) hingga hari ini, Minggu (22/1) telah permukiman warga di Kabupaten Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, Aceh Timur, Kota Langsa dan Kabupaten Aceh Tamiang. Lalu meliputi Aceh Besar, Kota Banda Aceh, Bener Meriah dan Kabupaten Aceh Tengah.
Di Kabupaten Pidie misalnya, banjir genangan air hujan telah merendahkan komplek Perkantoran Bupati, Pidie di kawasan Jalan Prof A Majid Ibrahim. Sejumlah ruang seperti Operasional Room, ruang Asisten I, Asisten ll, Asisten II, bagian Umum, Bagian Organisasi dan bagian Humas terendam air. Banjir juga lengenangi setinggi sekitar 60 cm halaman upacara kantor bupati itu.
Lalu sekitar 500 unit rumah warga di Desa Blang Asan, Desa Gampong Asan Kecamatan Kota Sigli ibukota Kabupaten Pidie juga tergenang. Berikutnya sekitar 300 rumah warga desa Lampoh Lada, Cot Teungoh, Tidur dan Desa Keunire Kecamatan Pidie juga terendam. Ketinggian air berkisar 30 cm hingga 70 cm.
"Ini banjir genangan air hujan terbesar sejak 10 tahun terakhir" tutur Zikri, tokoh masyarakat Kota Sigli, Pidie, kepada Media Indonesia, Minggu (22/1).
Adapun di Kabupaten Pidie Jaya, sesuai data dari BPBD (Badan Penanggulangan Daerah) sebanyak 18.125 warga terdampak banjir. Mereka tersebar di 72 desa dalam kawasan 8 kecamatan.
Korban paling banyak terdampak banjir itu paling banyak di Kecamatan Ulim 7.102 jiwa. Mereka dari 1.952 keluarga, tersebar dalam kawasan 21 desa. Lalu korban terdampak paling banyak kedua yaitu di Kecamatan Bandar Dua berjumlah 4.821 jiwa, tersebar di 13 desa.
"Kondisi cuaca di Pidie Jaya, belum bersahabat. Masih berpotensi hujan lebat" kata M Nur, Kepala BPBD Pidie Jaya.
Sedangkan di Kabupaten Aceh Utara, banjir merendamkan 5 kecamatan. Masing-masing adalah Kecamatan Matang Kuli, Pirak Timur, Paya Bakong, Lhok Sukon, Tanah Luas, Samudera dan Kecamatan Cot Girek.
Di Desa Lawang dan Desa Tanjung Haji Muda, sekitar 40 jiwa harus mengungsi ke balai desa dan senter. Karena itu sudah dua hari mereka krisis bahan makanan dan air bersih.
"Kami sudah langganan banjir setiap hujan lebat. Tahun ini yang pertama kali. Sedangkan tahun 2022 lalu ada sekitar 12 kali tergenang" tutur M Husen, Kepala Desa Tanjung Haji Muda. (OL-13)
Baca Juga: Hujan Deras Picu Tanah Longsor Di Sejumlah Wilayah Kuningan
Banjir di Kabupaten Kudus hingga Minggu (25/1) juga masih merendam 9 desa di 4 kecamatan antara lain Desa Karangrowo, Ngemplak, Tanjungkarang, Jetiskapuan, Jati Wetan, Payaman.
Perpanjangan dilakukan karena masih adanya wilayah terdampak banjir serta tingginya potensi bencana susulan.
Pemkot Tangerang mengoperasikan pompa portabel dan rumah pompa untuk mempercepat penanganan banjir yang merendam jalan dan permukiman.
CUACA ekstrem masih terjadi puluhan daerah di Jawa Tengah Sabtu (24/1) mengakibatkan bencana hidrometeorologi.
BPBD DKI Jakarta mencatat hingga pukul 12.00 WIB pada Sabtu (24/1) sebanyak 78 RT dan tujuh ruas jalan di wilayah DKI Jakarta masih terdampak banjir akibat curah hujan tinggi dan luapan kali.
Kelurahan Bidara Cina, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, kembali terendam banjir akibat luapan Kali Ciliwung dan intensitas hujan tinggi yang mengguyur Jakarta sejak Kamis (22/1).
Data sementara posko darurat Aceh mencatat 56.652 hektare sawah di 18 kabupaten dan kota rusak akibat banjir bandang dan longsor akhir November 2025.
Proyek percontohan pertama untuk memobilisasi sumber pembiayaan baru ke dalam sistem taman nasional, dilakukan di Taman Nasional Way Kambas, Provinsi Lampung, Sumatra
Negara harus memastikan bahwa pencabutan perizinan berusaha di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.
Pemerintah memilih mengebut pembangunan jembatan permanen di Aceh meski status tanggap darurat bencana belum sepenuhnya dicabut.
ANCAMAN besar korban penyintas bencana di Aceh bukan hanya rumah yang digulung gelombang banjir bandang pada 24-27 November 2025 lalu.
Fokus pembersihan oleh aktivis 98 di Aceh Utara menyasar pada pekarangan Masjid Assa'adah, Meunasah (balai desa), serta akses lorong desa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved