Selasa 20 September 2022, 16:04 WIB

Langgar Aturan, PKL di Kawasan Lembang bakal Ditertibkan

Depi Gunawan | Nusantara
Langgar Aturan, PKL di Kawasan Lembang bakal Ditertibkan

MI/Depi G
Sejumlah PKL di kawasan Lembang melanggar aturan hingga menyebabkan kemacetan dan merusak keindahan lingkungan.

 

SEJUMLAH pedagang kaki lima (PKL) di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, bakal ditertibkan karena berjualan di zona yang semestinya steril dari aktivitas pedagang.

Saat ini, pihak terkait masih melakukan pendataan serta sosialisasi kepada para pedagang agar mereka menerima keputusan tersebut. Rencananya, sasaran penertiban dilakukan sepanjang Jalan Raya Lembang, mulai dari simpang Beatrix hingga sekitar Stasiun Pengisian Bahanbakar Umum (SPBU) sebelum simpang Panorama.

Camat Lembang Herman Permadi mengatakan, sebelum melakukan penertiban dan penataan pedagang, pihaknya telah memberikan sosialisasi terlebih dahulu jika sepanjang jalan ini pedagang tidak boleh berjualan.

"Kami melakukan komunikasi terkait adanya surat imbauan Satpol PP kepada PKL, di mana dalam informasi tersebut menyampaikan bahwa keberadaan mereka telah melanggar fungsi-fungsi yang disediakan pemerintah," kata Herman di Lembang, Selasa (20/9).


Baca juga: 1.265 Ekor Hewan Ternah di Rejang Lebong Sembuh dari PMK


Pihaknya mengundang stakeholder termasuk para PKL untuk membahas secara langsung agar rencana ini berjalan lancar dan tidak menimbulkan penolakan pedagang. Herman mengatakan, sejauh ini sudah diperoleh beberapa masukan dari pedagang.

"Pada prinsipnya, mereka menyadari sudah melakukan pelanggaran. Mereka minta pertimbangan berkenaan dengan kegiatan usaha, aspirasi yang disampaikan di antaranya pengaturan jam operasional, kemudian meminta tempat relokasi agar kegiatan usahanya lebih tenang," bebernya.

Herman mengaku, dalam penataan pedagang dipastikan bakal ada pembongkaran PKL yang berdiri di atas trotoar. Penertiban PKL tersebut merupakan salah satu bagian dari rencana Pemkab Bandung Barat untuk menata kawasan Lembang sebagai destinasi wisata.

"Kita sampaikan kepada pimpinan yang lebih tinggi sekiranya memang ada solusi yang ditawarkan. Mereka siap ditata, tapi juga minta diberi ruang agar tetap bisa berusaha," jelasnya. (OL-16)

Baca Juga

MI/Gabriel Langga.

Pengusaha di Sikka Resah Ada Oknum Jual Nama Kapolda

👤Gabriella Langga 🕔Sabtu 01 Oktober 2022, 15:15 WIB
Dalam komunikasi tersebut, ia diminta segera mengirimkan kontribusi berupa uang di nomor rekening...
MI/Januari Hutabarat.

Ratusan Guru Honorer Bengkulu Lolos Seleksi belum Diusulkan Pengangkatan

👤Marliansyah 🕔Sabtu 01 Oktober 2022, 14:23 WIB
Sebanyak 524 guru honorer SMA/SMK sederajat di Provinsi Bengkulu telah lulus pasing grade dalam...
DOK MI.

Usai Gempa, Kebakaran Lalap 18 Ruko Pasar Tradisional Sarulla

👤Januari Hutabarat 🕔Sabtu 01 Oktober 2022, 14:09 WIB
Bencana pun kembali mengguncang daerah itu dengan kebakaran yang melalap sebanyak 18 rumah toko (ruko) di pasar tradisional Sarulla,...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya