Minggu 21 Agustus 2022, 22:11 WIB

1.000 Ingkung Ayam dan Tumpeng Warnai Festival 'Wiwit Mbako Panen Kopi' Temanggung

Widhoroso | Nusantara
1.000 Ingkung Ayam dan Tumpeng Warnai Festival

ANTARA/Anis Efizudin
Ribuan petani tembakau dan kopi santap bersama pada puncak festival 'Wiwit Mbako Panen Kopi' di Alun Alun Kota Temanggung, Minggu (21/8).

 

GELARAN festival 'Wiwit Mbako Panen Kopi' yang digelar Pemerintah Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, berakhir, Minggu (21/8). Acara makan bersama ribuan petani yang hadir di Alun Alun Kota Temanggung, menjadi penutup festival yang berlangsung sejak Jumat (19/8).

Setelah melakukan doa bersama, sekitar 5.000 petani tembakau dan kopi yang hadir, menyantap bersama 1.000 ingkung ayam dan tumpeng. Ingkung ayam (ayam yang dimasak secara utuh, tanpa dipotong-potong) dan tumpeng tersebut dibawa para kelompok tani baik petani tembakau maupun petani kopi dari 20 kecamatan di Temanggung.

Bupati Temanggung Muhammad Al Khadziq mengatakan sudah menjadi tradisi masyarakat Temanggung setiap panen tembakau melakukan wiwit tembakau. Begitu juga waktu panen kopi petani juga mengadakan selamatan panen kopi. "Karena itu Pemkab Temanggung menggekar tradisi ini di Alun-Alun Temanggung secara massal," katanya.

Dikatakan, Temanggung merupakan salah satu sentra penghasil tembakau dan kopi di Jawa Tengah. Masyarakat Temanggung mempunyai tradisi unik yaitu budaya pertembakauan. "Menanam tembakau bukan sekadar kegiatan bertani dan ekonomi, tetapi sudah menjadi bagian dari budaya." jelas Bupati.

Menurut dia, banyak sekali tradisi dan ritual masyarakat Temanggung terkait tembakau. "Tahun ini, hal itu kami ekspos agar masyarakat Temanggung sendiri semakin kuat tradisi dan memperkuat budaya pertembakauan tinggalan nenek moyang, baik budaya pertembakauan yang terkait dengan pentas seni, ritual, doa-doanya dan sebagainya diperkuat," katanya seraya berharap ke depan festival ini akan makin besar dan bisa mendatangkan wisatawan.

Lebih jauh, Bupati mengatakan agar harga tembakau tinggi, seluruh petani dan perajang tembakau diminta menjaga kualitas tembakau hasil panen. "Kalau kualitas tinggi kami berharap harganya juga pantas. Kepada pihak industri kami berharap membeli dan menyerap tembakau petani dengan harga yang pantas sesuai kualitas," katanya.

Demikian pula terhadap petani kopi, Pemkab Temanggung selalu menyerukan agar menjaga kualitas hasil panen dengan melakukan petik dan pengolahan kopi sesuai standar. "Kami berharap petani kopi dapat untung, pedagang untung, dan pembeli juga mendapat untung," katanya.

Di sisi lain, Ketua DPRD Kabupaten Temanggung Yunianto memberi apresiasi digelarnya acara "Wiwit Mbako Panen Kopi' secara massal ini. "Wiwit merupakan budaya tradisional, adat istiadat dan itu sudah dilakukan para leluhur sabagai harmonisasi antara sesama manusia dengan alam dan Tuhan. Namun semua ini adalah media berdoa kepada Tuhan YME," katanya. (Ant/OL-15)

Baca Juga

dok.Ist

PAPDESI Gelar Musyawarah Daerah di Kabupaten Karawang

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 02 Februari 2023, 08:30 WIB
PERKUMPULAN Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (PAPDESI) menggelar kegiatan Musyawarah Daerah bersama ratusan kepala daerah di...
MI/HO

Tanggani Inflasi, Pemkab Mubar Bakal Gelar Pasar Murah

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 02 Februari 2023, 07:55 WIB
PEMKAB Muna Barat (Mubar), Sulawesi Tenggara terus melakukan terobosan dalam penanganan inflasi daerah di awal 2023. Salah satunya ialah...
dok.mi

Mantan Anggota DPRD Manggarai Timur Diduga Cabuli Balita

👤Yohanes Manasye 🕔Kamis 02 Februari 2023, 07:25 WIB
ANAK di bawah usia 5 tahun (Balita) di Kabupaten Manggarai Timur, NTT mengadu kepada orang tuanya telah mengalami pencabulan. Terduga...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya