Headline
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 182.665 balita di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, jadi sasaran Bulan Imunisasi Anak Indonesia (BIAN). Kegiatannya sudah dilaksanakan sejak awal Agustus 2022.
Subkoordinator Survalians dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Asep Helmiono, menjelaskan rencana awal pemberian imunisasi pada program BIAN bisa dilaksanakan pada Juli. Namun karena sesuatu hal, maka pelaksanaannya diundur mulai Agustus. "Pelaksanaannya per 1 Agustus yang digelar serentak di semua daerah di Jawa Barat," terang Asep, Kamis (4/8).
Sebelum kick off pemberian imunisasi pada program BIAN, sebut Asep, telah dilaksanakan sosialisasi melalui berbagai median. Di antaranya sosialisasi melalui leafleat, spanduk, serta informasi di setiap puskesmas. "Kami juga melibatkan berbagai stakeholder untuk sosialisasinya, seperti di kecamatan maupun kader-kader posyandu," sebutnya.
Jenis vaksin yang diberikan pada program BIAN yakni MR dan campak. Selanjutnya akan dilaksanakan juga vaksin kejar.
"Vaksin kejar ini berupa sweeping bagi balita yang belum divaksinasi lengkap. Tapi nanti pelaksanaannya di September," jelasnya.
Tujuan digelarnya BIAN, kata Asep, tentu merupakan bentuk proteksi terhadap balita atau anak terhadap potensi penyakit. Terutama bagi yang belum mendapatkan vaksin lengkap. "Sehingga tujuan akhirnya bisa mencetak anak yang sehat dan produktif," pungkasnya. (OL-15)
Gelombang pertama puncak arus mudik terjadi pada Sabtu (14/3) dan Minggu (15/3). Sedangkan gelombang kedua diperkirakan terjadi pada Rabu (18/3) dan Kamis (19/3).
Transfer dana THR dari pemerintah pusat sudah masuk ke rekening kas umum daerah (RKUD).
Satlantas Polres Cianjur petakan titik macet Mudik 2026 di Cipeuyeum, Ciranjang, hingga Puncak. Simak daftar jalur alternatif via Jonggol di sini.
Polres Cianjur mengerahkan berbagai kendaraan untuk memobilisasi personel selama operasi berlangsung.
Sensus Ekonomi ini merupakan instrumen data yang dilakukan rutin lima tahunan.
Pasalnya, UA nekat mengambil dua buah labu siam di lahan yang bukan miliknya karena terdesak kebutuhan untuk berbuka puasa.
Kementerian Kesehatan mengatakan bahwa sampai dengan minggu kesembilan 2026, kasus campak di Indonesia telah turun menjadi 511 kasus dari sebelumnya 531 kasus.
Berdasarkan data Kemenkes hingga minggu ke-8 tahun 2026, tercatat sebanyak 10.453 kasus suspek campak, dengan 8.372 kasus terkonfirmasi dan enam kasus kematian.
Waktu ideal untuk pemberian vaksinasi adalah minimal 14 hari atau dua pekan sebelum keberangkatan guna memastikan perlindungan optimal selama liburan.
LONJAKAN kasus campak yang terjadi belakangan ini dinilai menjadi indikator menurunnya kekebalan kelompok atau herd immunity di masyarakat
Di Indonesia, jadwal imunisasi anak saat ini mengacu pada rekomendasi Kementerian Kesehatan serta panduan terbaru dari IDAI yang diperbarui pada 2024.
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved