Rabu 03 Agustus 2022, 18:45 WIB

Pria Mengaku Anggota Polda Jatim Cabuli Mahasiswi Diringkus

Heri Susetyo | Nusantara
Pria Mengaku Anggota Polda Jatim Cabuli Mahasiswi Diringkus

MI/HERI S
Polresta Sidoarjo menggelandang pria yang mengaku polisi dan mencabuli mahasiswi ke Mapolres, Rabu (3/8).

 

RUDI Kurniawan, 43, berhasil diringkus aparat Reskrim Polresta Sidoarjo karena mencabuli mahasiswi dan mengaku sebagai anggota polisi di Reserse Narkoba Polda Jawa Timur.

Rudi awalnya berkenalan dengan seorang mahasiswi di Sidoarjo, MT, yang masih berusia 19 tahun pada Mei 2022 lalu. Rudi yang berupaya merayu MT, mengaku duda beranak dua dan anggota Reserse Narkoba Polda Jatim. Pelaku hanya berbekal jaket berlogo Polri untuk meyakinkan korban.
 
MT yang terbujuk rayuan pelaku akhirnya mau diajak ke sebuah penginapan di kawasan Tretes, Kabupaten Pasuruan, pada 17 Juli lalu. Saat itu, Rudi menjanjikan akan menikahi MT setelah lulus kuliah.
 
Akhirnya antara Rudi dan MT terjadi hubungan terlarang. Perbuatan tersebut diulangi tersangka saat meminta izin orangtua korban akan mengantar MT ke kampus pada 25 Juli lalu.
 
Ternyata bukan diantar ke kampus, MT justru diajak ke sebuah penginapan di kawasan Sidoarjo. Keduanya pun melakukan hubungan suami istri lagi.


Baca juga: Sering Buat Onar dan Ganggu Warga, Geng Motor di Jambi Dibekuk

 
Keluarga korban murka saat mengetahui pelaku ternyata masih memiliki istri. Mereka lebih murka lagi mengetahui pelaku bukan anggota polisi, melainkan karyawan sebuah pabrik di Kabupaten Mojokerto.

"Keluarga melapor ke polisi pada 31 Juli lalu dan kasusnya langsung ditangani unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satreskrim Polresta Sidoarjo," kata Kapolresta Sidoarjo Kombes Kusumo Wahyu Bintoro memberi keterangan, Rabu (3/8).
 
Kini, Rudi harus meringkuk di tahanan Polresta Sidoarjo. Dia diancam Pasal 6 huruf C Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022, tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual, dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara. Bunyi pasal tersebut 'Setiap orang yang menyalahgunakan kedudukan, wewenang, kepercayaan, atau perbawa yang timbul dari tipu muslihat atau hubungan keadaan atau memanfaatkan kerentanan, ketidaksetaraan atau ketergantungan seseorang, memaksa atau dengan penyesatan menggerakkan orang itu untuk melakukan atau membiarkan dilakukan persetubuhan atau perbuatan cabul dengannya atau dengan orang lain'.

"Jadi yang kita terapkan ini adalah undang-undang baru yang baru disahkan Mei lalu," kata Kusumo. (OL-16)

Baca Juga

Dok. Pribadi

Sekwan DPRD Maybrat Ferdinandus Taa Dinilai Figur Tepat Jadi Penjabat Bupati Maybrat

👤Thomas Harming Suwarta 🕔Kamis 11 Agustus 2022, 23:15 WIB
Sebagai putra daerah Maybrat, Ferdinandus Taa dinilai memiliki rekam jejak yang baik dalam kepemimpinan, mengenal wilayah dan seluk beluk...
ANTARA/Rony Muharrman

Polda Masih Buru Bos Judi Online Terbesar di Sumut

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 11 Agustus 2022, 23:05 WIB
Polda Sumut terus mencari bos judi online terbesar yang bernama ABK dan hingga kini tidak diketahui...
dok.ist

Ruangan di Kantor Bupati Pemalang Disegel KPK

👤Supardji Rasban 🕔Kamis 11 Agustus 2022, 22:52 WIB
PETUGAS Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendatangi kantor Bupati Pemalang, Jawa Tengah, Kamis...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya