Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
DIDUGA puluhan Warga Negara Indonesia (WNI) asal Jawa tengah disekap di Negara Kamboja, Gubernur Ganjar Pranowo langsung turun tangan untuk menyelesaikan permasalahan ini.
"Saya sudah berkomunikasi langsung dengan WNI yang melaporkan tindakan penyakapan di Kamboja tersebut," kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kepada Media Indonesia, Kamis (28/7).
Selain berkomunikasi dengan WNI di Kamboja untuk mengetahui kejadian dan kondisi di sana, Ganjar juga memerintahkan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jateng untuk mengurus masalah tersebut, sehingga warga Indonesia yang ada di sana dapat segera diselamatkan.
Kepala Disnakertrans Provinsi Jawa Tengah Sakina Rosellasari secara terpisah mengatakan telah menindaklanjuti perintah Gubernur Ganjar Pranowo untuk menyelesaikan permasalahan WNI yang diduga mengalami penipuan penempatan tenaga kerja dan tindak perdagangan orang (TPPO) teesebut.
"Kami langsung menindaklanjuti laporan tersebut, juga telah mendapatkan informasi dari salah seorang warga bernama Mohammad Effendy yang mewakili 54 orang WNI yang ada di sana," ujar Sakina Rosellasari.
Berdasarkan informasi diterima, menurut Sakina, bahwa puluhan WNI tersebut diberangkatkan oleh agensi yang berbeda-beda, dugaan sementara pemberangkatan dilakukan secara unprosedural dengan agensi perorangan.
"Saat ini mereka dalam tekanan, bahkan dalam tiga hari kedepan mereka akan diperdagangkan," lanjut Sakina Rosellasari.
Terkait langkah penyelesaian masalah ini, demikian Sakina Rosellasari, saat ini Kementerian Luar Negeri dan KBRI Kamboja sedang melakukan penanganan dan pendalaman kasus dengan bekerja sama otoritas setempat. "Jika sudah ada laporan resmi akan diberikan informasi lebih lanjut dari KBRI," imbuhnya.
Berdasarkan keterangan dari KBRI Kamboja, ungkap Sakina Rosellasari, telah menerima aduan terkait dugaan penyekapan WNI tersrbut, sehingga KBRI Kamboja langsung berkoordinasi dengan kepolisian setempat untuk proses pembebasan. (OL-13)
Baca Juga: Cegah PMI non-Prosuderal, Imigrasi Pontianak Gelar Penguatan ...
Kemenlu RI bekerja sama dengan KBRI Phnom Penh memfasilitasi kepulangan gelombang ketiga warga negara Indonesia atau pekerja migran Indonesia bermasalah sektor penipuan daring dari Kamboja.
Untuk dua minggu ke depan, tercatat 257 WNI yang telah membeli tiket penerbangan ke Indonesia.
SCAM Kamboja bukan sekadar cerita kriminal lintas negara atau kisah tragis warga negara yang terjerat pekerjaan palsu di luar negeri.
WNI yang memerlukan dokumen perjalanan sementara dan telah memperoleh fasilitasi keringanan denda keimigrasian juga disebut membeli tiket kepulangan secara mandiri.
Chen Zhi diekstradisi dari Kamboja ke Tiongkok pada Januari 2026. Menguak skandal judi online, penipuan kripto Rp237 Triliun dan perbudakan modern di Kamboja.
KBRI telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kamboja untuk menyediakan fasilitas penampungan sementara, yang dilengkapi KBRI dengan berbagai keperluan WNI.
SEBANYAK 11 calon pekerja migran Indonesia asal Kalimantan Selatan yang akan berangkat bekerja sebagai penata laksana rumah tangga ke Arab Saudi nonprosedural atau ilegal dipulangkan.
PMI asal Kota Sukabumi, Jawa Barat, sempat tertahan di Tiongkok, negara tempatnya bekerja, akibat kondisi kesehatan yang memburuk.
Ketidakjelasan batas kebijakan inilah yang menimbulkan kebingungan dan menghambat penempatan resmi melalui jalur yang seharusnya legal
Negara tujuan terbesar pekerja migran Indonesia yaitu Taiwan terkonsentrasi pada lima sektor, yakni house maid, caregiver, plantation worker (pekerja perkebunan), worker, domestic worker.
Anggota DPR RI Mercy Barends menyoroti kasus penyelundupan 9 WNA China di Perairan Tanimbar dan mendesak penegakan hukum tegas serta patroli laut diperkuat.
Pernyataan itu juga menyampaikan bahwa KJRI Jeddah turut memfasilitasi pemulangan satu WNI dengan kondisi lumpuh akibat sakit ke Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved